Syndicate on Vacation

Sabtu, 6 Juli 2013

Hurray—Syndicate on vacation. Sabtu, 5 Juli 2013 lalu akhirnya Syndicate (IPA 5) SMAN 1 Batam merayakan kenaikan kelas atau pergantian title kelas dari kelas XI-IPA 5 menjadi XII-IPA 5 yehaha. Setelah melalui diskusi panjang dari hari ke hari—ceritanye, akhirnya kami pun memutuskan untuk menghabiskan Sabtu-Minggu yang magnificent itu di tempat yang cozy, yaitu The Acacia Hotel, Sekupang, Batam—nyang kagak jauh dari sekolah ntu wahaha. Thanks for those amazing 2 days, guys. I love you.

The Acacia Hotel

The Acacia Hotel Batam

The Acacia Hotel Batam

The Acacia Hotel Batam

The Acacia Hotel Batam

The Acacia Hotel Batam

The Acacia Hotel Batam

Jam menunjukkan pukul dua siang saat anak Sydnicate yang lain belum pada datang. Alhasil, baru hanya ada kita berlima, Gilang, Haiqal, Ika, Mila, dan gue tentunya. Selama menunggu yang lain, kita langsung curi-curi waktu untuk foto, ceritanya, photo shoot dulu gitu. Iya, gitu.

Reta Riayu Putri, Gilang Delana Putri, Ika Putri Syawaliani, Millla Baarik Iman Sari - SMAN 1 BATAM
First photo shoot
Haiqal Muhammad, Reta Riayu Putri, Ika Putri Syawaliani
with Ika & Haiqal

Ika Putri Syawaliani

Ika Putri Syawaliani, Mila Baarik Iman Sari

Gilang Delana Putri

Ika Putri Syawaliani, Reta Riayu Putri, Mila Baarik Iman Sari, Gilang Delana Putri

Gilang Delana Putri, Haiqal Muhammad
Happy family

Tak lama kemudian, sekitar setengah jam-an, baru deh rombongan yang lain pada muncul. Diiringi dengan adegan rebutan kamar, dan lain-lainnya, akhirnya para Syndicate, meletakkan tasnya asal. Ceritanya, kami, yang cewe, ingin menempati kamar yang diklaim para cowo sebagai miliknya duluan. Kita yang cewe rada jealous, sama kamar cowo yang terdiri dari king bed and still have no idea why, kayaknya kamar cowo itu lebih adem, lega, besar. Padahal sekilas, hampir sama dan setipe dengan kamar yang ditempati para cewe. Weird, kan. Tapi, beginilah kami, rofl. Selanjutnya, sembari menunggu swimming part jam 4 sore, kami menghabiskan waktu dengan pelbagai kegiatan, di antaranya, main kartu, nonton film, dan lempar-lemparan kulit kacang (yang terkahir ini beneran awkward, kan ya). Akhirnya, sekitar jam empat lewat, barulah para Syndicate turun ke swimming pool, buat berenang. So, here we go!

Hania Rizkieta Hazah, Chantika Karina

Hania Rizkieta Hazah, Chantika Karina, Rakadrian Nugraha

Rio Rinaldi, Abid Affandi Wedatama

Chantika Karina, Rama Fitria Revoni

Hania Rizkieta Hazah, Chantika Karina, Rama Fitria Revoni

Mila Baarik Iman Sari, Hania Rizkieta Hazah, Chantika Karina, Rama Fitria Revoni

Mila Baarik Iman Sari, Aulia Riski Molanda

Mila Baarik Iman Sari

Mila Baarik Iman Sari, Chantika Karina, Hania Rizkieta Hazah, Aulia Riski Molanda, Rama Fitria Revoni

Aulia Riski Molanda, Chantika Karina, Rama Fitria Revoni, Mila Baarik Iman Sari
Rofl

Mila Baarik Iman Sari, Aulia Riski Molanda, Chantika Karina, Rama Fitria Revoni, Hania Rizkieta Hazah

Jeremy Woosnam Prasetyo
Lonely boy

Gilang Delana Putri

Swimming

Part 1

IMG_9783

IMG_9785

IMG_9789

IMG_9794

Alit Dian Saepudin, Rakadrian Nugraha

Alit Dian Saepudin, Rakadrian Nugraha
I’m sexy and I know it
Rakadrian Nugraha
WHAT?!

Pieter Mario, Alit Dian Saepudin, Rakadrian Nugraha

IMG_9812

IMG_9818

Rakadrian Nugraha
Calvin Klein wannabe

Abid Affadi Wedatama

IMG_9838  IMG_9839

IMG_9840  IMG_9842

IMG_9843  IMG_9845

IMG_9846

Pieter Mario   Fauzan Permana Noor

Fauzan Permana Noor

Ivo Mario Purba
Running Man
Haiqal Muhammad
Yeah, man!

Abid Affandi Wedatama

Haiqal Muhammad   Rakadrian Nugraha

Ika Putri Syawaliani

Chantika Karina, Fauzan Permana Noor

Chantika Karina, Fauzan Permana Noor

Abid Affandi Wedatama

Haiqal Muhammad, Fauzan Permana Noor

Alit Dian Saepudin, Chantika Kariana, Haiqal Muhammad, Fauzan Permana Noor, Pieter Mario, Abid Affandi Wedatama

Chantika Karina
Dududufufu

IMG_9950

IMG_9951

Alit Dian Saepudin, Fauzan Permana Noor, Rakadrian Nugraha, Pieter Mario, Rio Rinaldi, Abid Affandi Wedatama, Haiqal Muhammad

IMG_9956

IMG_9957

M. Luqman Hidayat, Faizal Ibrahim, Rakadrian Nugraha
Marimar (telenovela) photo shoot

Ivo Mario Purba

Rakadrian Nugraha

Fauzan Permana Noor

IMG_9960

IMG_9963

IMG_9975

IMG_9977

IMG_9978

After

Rio Rinaldi

M. Luqman Hidayat
Baby photo shoot

Ivo Mario Purba

Hania Rizkieta Hazah, Ika Putri Syawaliani, Reta Riayu Putri
with Ika & Hania

Hania Rizkieta Hazah, Ika Putri Syawaliani, Reta Riayu Putri

Hania Rizkieta Hazah, Reta Riayu Putri, Ika Putri Syawaliani

Hania Rizkieta Hazah, Reta Riayu Putri, Ika Putri Syawaliani

Ika Putri Syawaliani, Reta Riayu Putri, M. Luqman Hidayat
with Ika & Luqman

BBQ PARTY

Malamnya, yang juga bertepatan dengan malam Minggu, kita memilih barbeque-an dengan bahan yang sudah disediakan. Jarang-jarang nih, bisa malam Minggu-an tanpa membedakan sekat-sekat jomblo dan yang tidak, lol. Bahan-bahan yang kita bakar sih masih yang normal-normal kok. Mulai dari ayam, sotong, hingga sosis. Setidaknya, kami belum berniat membakar yang lain, rumah, perhaps. Setelah barbeque-an, sekitar jam sebelas, kita naik ke kamar, tapi bukan ke kamar masing-masing, secara saat itu yang sedang dijadikan markas besarnya adalah main room-nya cewe. Mulai dari jam sebelesan hingga duabelas, kita sibuk cerita horror dengan lampu kamar yang dimatikan. Sebagian dari kita bercerita secara bergantian tentang kejadian horror, yang pernah mereka alami, which is, belum tentu 100 % kebenarannya menurut gue. Muka gue sih beneran flat abis. Well, rada takut dikit sih, ya. But, believe it or not, dalam hati gue masih sempat nge-request, kalaupun ntar ada hantu yang muncul di itu kamar, gue berharap itu hantunya Michael Jackson. Biar kece aja gitu ceritanya, lol. So, sekitar satu jam kemudian, kita akhirnya ganti topik. Kali ini lampu kamarnya telah dinyalakan. Ceritanya berganti menjadi topik seputar kelas. Sharing anything, selama satu tahun belakangan ini, hal-hal yang terjadi di kelas, dan semua-semuanya. Jadi gitu dah kira-kira. Selesainya sekitar jam dua-an. Nah, jam dua itupun, sebagian anak cowo masih tetep di kamar cewe, belum mau bergerak ke kamarnya. Setelah dipaksa, barulah akhirnya mereka kembali ke kamarnya masing-masing dengan membawa hasil jajahan berupa snack dari kamar cewe. Akhirnya, kami yang cewe, yang terdiri dari 8 kalau ngga salah, tidur dalam satu kamar yang tadi dijadikan markas oleh Syndicate untuk sharing  satu sama lain. We had a great night, ya know. Saat sebagian mulai terlelap, gue sama Hania dan Chika, masih belum bisa tidur. Alhasil, kita memutuskan untuk nonton film Mr. & Mrs. Smith yang dibintangi oleh Brad Pitt dan Angelina Jolie. Gue ngga tau lagi gimana kelanjutannya, karena kayaknya gue udah tepar ngga sadarkan diri sebelum filmnya habis, rofl!

Rakadrian Nugraha, Abid Affandi Wedatama

Haiqal Muhammad

Fauzan Permana Noor, M. Luqman Hidayat

IMG_0098

IMG_0101

IMG_0103

Ika Putri Syawaliani   Ika Putri Syawaliani

Alit Dian Saepudin, Reta Riayu Putri
with Alit

Fauzan Permana Noor, Jeremy Woosnam Prasetyo

Rakadrian Nugraha

Gilang Delana Putri, Rakadrian Nugraha

IMG_0128

IMG_0130

IMG_0131

IMG_0133

IMG_0136

Rio Rinaldi

M. Luqman Hidayat

Haiqal Muhammad, M. Luqman Hidayat

Ika Putri Syawaliani

IMG_0146

Fauzan Permana Noor

Fauzan Permana Noor
Rock, man!

IMG_0158

Pieter Mario

Fiha Ruzieqna

Rio Rinaldi

Haiqal Muhammad, Abid Affandi Wedatama

Gilang Delana Putri

Reta Riayu Putri, Gilang Delana Putri

Faizal Ibrahim, M. Luqman Hidayat, Hania Rizkieta Hazah

Reta Riayu Putri, Fiha Ruzieqna
with Fiha

IMG_0178

Hot-chicks
Hot-chicks

Ika Putri Syawaliani, Mila Baarik Iman Sari, Haiqal Muhammad

M. Luqman Hidayat, Hania Rizkieta Hazah

Fauzan Permana Noor

Swimming

Part 2

Minggu, 7 Juli 2013

Nah, ini dia. Keesokan paginya lagi, setelah bangun tidur, kita mulai berenang lagi. Sebenernya, kemarin malam kita juga udah berencana berenang lagi (kita di sini maksudnya, gue, Fiha, Ivo, Rio, etc) tengah malam kemarin. Tapi karena ngga memungkinkan, pupuslah rencana itu. Rada creepy juga kalau harus berenang di tengah malam gitu. Awalnya sih, tingkat keberanian gue ngalah-ngalahin James Bond yang ngejar musuhnya, Silva di tengah keramaian kota London, tapi setelah mendengar cerita horror lainnya dari Pieter, wah nyali gue jadinya entah menguap ke mana. Akhirnya, pagi keesokannya, kita bangun jam 6, lebih pagi dari anak cowo yang masih pada tidur. Alhasil, pagi-pagi itu, gue, Ika, Fiha, dan Gilang memutuskan berenang lagi. Tak lama, saat jam breakfast, rata-rata semuanya telah bangun, saat mamanya Raka, sangat berbaik hati membawakan kami sarapan. Dari hotelnya dapat sih, tapi ngga sreg aja rasanya. Jadilah kami menyantap sarapan yang dibawakan mamanya Raka dengan lahapnya. Ini beneran dari dalam lubuk hati Syndicate ingin mengucapkan, “Makasih banyak, taaaaan!” (senyum-lebar). Usai sarapan, anggota Syndicate lainnya, juga ikutan berenang. Tanpa terasa, kita berenang hingga pukul 11 siang, di mana, tak lama kemudian, kita udah harus check-out dari hotelnya sekitar pukul 12. Rada sedih sih.  Mereka bilang, ntar pas kelas tiga, kita harus nginap 3 hari 2 malam, ada juga yang bilang, ntar kita kelas tiga, ke Bali, dan yang lain berharap dalam hati semoga liburan kelas tiga nanti lebih seru dari sebelumnya. Semoga kesampaian ya guys. Thanks for those amazing 2 days. Love you so much!

IMG_0307

IMG_0308

M. Luqman Hidayat

Alit Dian Saepudin

IMG_0314

Gilang Delana Putri, Fiha Ruzieqna

Haiqal Muhammad

IMG_0320

Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah

IMG_0329

Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, Ika Putri Syawaliani

IMG_0334

IMG_0336

Reta Riayu Putri, Gilang Delana Putri

IMG_0346

Rakadrian Nugraha

Rakadrian Nugraha, Haiqal Muhammad

Haiqal Muhammad

Alit Dian Saepudin, M. Luqman Hidayat

Alit Dian Saepudin, M. Luqman Hidayat

IMG_0402

Haiqal Muhammad, Chantika Karina, Fiha Ruzieqna

Haiqal Muhammad, Chantika Karina, Fiha Ruzieqna

IMG_0408

Haiqal Muhammad, Chantika Karina

Advertisements

The Big Lunch of Syndicate

Rite, this is Syndicate, class who’ll make you mesmerized, nah! Btw, Syndicate had a big lunch on Wednesday, January 23, 2013. Ngehehe, we had fun on that day. Just so you know, lol. Alright, here we go!!

To be honest, it’s such a silly day for us which ya know, that we had a great time for the umpteenth time especially, in that superb-silly-Biology-class, with our fave teacher, Bu Eldia Gushinta, Bu Ogsfika Yotri, and Bu Nahda.

Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam
Biologi, Kelompok 6 – SMAN 1 Batam
Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam
Biologi Kelompok 6 – SMAN 1 Batam
Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam
Biologi, Kelompok 6 – SMAN 1 Batam
Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam
Biologi, Kelompok 6 – SMAN 1 Batam
Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam
Biologi, Kelompok 6 – SMAN 1 Batam
Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam
Biologi, Kelompok 5 – SMAN 1 Batam
Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam
Biologi, Kelompok 2 – SMAN 1 Batam
Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam
Kelompok 2 Biologi
Reta Riayu Putri's
Kelompok Biologi
Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam
Biologi, Kelompok 1 – SMAN 1 Batam
Reta Riayu Putri's
Biologi Kelompok 3 – SMAN1 Batam
Reta Riayu Putri's
Biologi Kelompok 3 – SMAN 1 Batam
Reta Riayu Putri's
Yayang looks so freakin starving! :p
Reta Riayu Putri's
“look at me”
Reta Riayu Putri's
Dela Rizkyani dan Gilang Delana Putri
Reta Riayu Putri's
Kelompok 6, Biologi
Reta Riayu Putri's
Dela Rizkyani
Reta Riayu Putri's
Kelompok 6, Biologi
Reta Riayu Putri's
Biologi, Kelompok 6
Reta Riayu Putri's
Biologi Kelompok 6
Reta Riayu Putri's
Rofidah Umniyati
Reta Riayu Putri's
Kelompok 5, Biologi
Reta Riayu Putri's
Kelompok 6 Biologi
Reta Riayu Putri's
Biologi Kelompok 2
Reta Riayu Putri's
Biologi Kelompok 6
Reta Riayu Putri's
Biologi
Reta Riayu Putri's
Superb-Salad!!
Reta Riayu Putri's
TAKE IT!!!
Reta Riayu Putri's
NARSISME OF IVO!!
Reta Riayu Putri's
“kekhusyukan saat makan”
Reta Riayu Putri's
Bu Shinta
Reta Riayu Putri's
wut wuttt
Reta Riayu Putri's
Yes, we are starving
Reta Riayu Putri's
Superb-Longorrr!
Reta Riayu Putri's
afterrr
Reta Riayu Putri's
nyehaha
Reta Riayu Putri's
There’s Sun Go Kong!!
Reta Riayu Putri's
Alesana’s plate
Reta Riayu Putri's
lu bosen ga liat ini orang?Reta Riayu Putri's
senasib-sepenanggungan
Reta Riayu Putri's
Mr. want-to-know
Reta Riayu Putri's
It’s time to “beberesan”
Reta Riayu Putri's
who is this?
Reta Riayu Putri's
riang-kenyang-senang
Reta Riayu Putri's
had-a-great-time
Reta Riayu Putri's
salagadoola

Euforia PSP 5 hingga Surat Terbuka untuk Presiden

“Nak, kamu ikut lomba tulis surat terbuka untuk presiden, ya.” this is the beginning. Sabtu, secara tiba-tiba, Bu Yotri, guru bahasa Indonesia di tempat saya bersekolah, SMAN 1 Batam menyarankan agar saya mengikuti lomba yang terbuka untuk seluruh Indonesia itu.

“Oh, iya, Bu” jawab saya singkat sementara neuron dan cerebrum saya masih bersinergi mencerna kata-kata Bu Yotri tadi. Hal pertama yang ada di pikiran saya adalah, mau nulis tentang apa, ya?

Here we go!! Suatu malam, saya terbangun, you know, in the middle of the night, ah cheesy! Oke, ini beneran. Jam dua malam gue bangun antara sadar dan tidak. Mencari-cari HP di nakas dan menyadari bahwa jam masih menunjukkan pukul 2 pagi. I can’t help but scream “WHAT THE HELL AM I SUPPOSE TO DO??”

Automatically, I opened my laptop and starting to write my open letter to Mr. President. Just so you know, tema yang akhirnya gue ambil adalah pendidikan. Sebelumnya, sebuah TV swasta sempat menayangkan bagaimana rapuhnya dunia pendidikan di Indonesia, seperti, sekolah yang sudah rubuh, transportasi ke sekolah yang terputus, dan kisah-kisah lainnya yang semua orang brainless lainnya bakal nganggap itu klasik (baca ini: Benang Kusut Pendidikan di Indonesia dan Kontroversinya)

Jadi, jam dua pagi itu, gue berapi-api menuliskan rapuhnya pendidikan di Indonesia yang mana seyogyanya, pasti bakal dianggap klise sama orang banyak di mana cerebrum gue cuma meneriakkan “WHO CARES?” dan awkward-nya, I can’t stop writing. Batas penulisannya hanya tiga halaman which I want to write it more. Jadilah naskah 3 halaman itu yang saya kirim ke pihak panitia. Setelah membuatnya jam 2 pagi, gileee, itu pure ga ada diubah-ubah lagi. Ga ada proses editing, karena gue langsung kirim ke pihak panitia. Well, that’s it!

Dan alhamdulillah, tanpa disangka, di malam puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam sebagai penyelenggara acara, yang diselenggarakan di Sumatra Convention Centre, Batam, Kepulauan Riau, mengumumkan bahwa open letter that I wrote nyabet ke posisi 9 dari 15 terbaik yang diumumkan. Di mana, 15 penulis terbaik, diberi sertifikat dan karyanya akan dibukukan. Thank, God! I don’t expect You too much but this one is enough for me.

Berikut adalah surat terbuka untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saya tulis.

Yth, Presiden Republik Indonesia

di Jakarta

“Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?

Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah

Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah

Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah”

 

Bapak presiden yang terhormat, penggalan bait puisi karya Adhie Massardi di atas mungkin terkesan klise bagi sebagian orang. Untaian kata demi kata dari bait puisi sederhana tersebut mungkin saja dipandang sebelah mata. Walau bagaimanapun, puisi tersebut sebenarnya merupakan jeritan hati terdalam dari seorang rakyat biasa yang hidup di era demokrasi seperti sekarang ini. Keluh kesah tersebut tidak lain bagaikan rintihan kawula alit yang berjuang keras memahami keadaan negerinya yang semakin kontras dengan nilai-nilai kestabilan dan kemakmuran yang ada.

Kemiskinan seakan tidak pernah ada habisnya. Permasalahan yang disebabkan oleh garis kemiskinan di negeri ini seakan sudah menjadi hal yang lumrah. Masalah kaum proletar ini semakin memprihatinkan saat Badan Pusat Statistik atau BPS merilis data terbarunya yang menyebutkan sedikitnya terdapat 30 juta lebih penduduk Indonesia yang hidup di garis kemiskinan.

Presiden yang terhormat, imbas dari permasalahan kemiskinan di Indonesia tentu saja mempengaruhi mutu sumber daya manusia yang ada. Setiap tahun jutaan anak Indonesia terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Sebagian dari kita tentu saja khawatir melihat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut. Namun sebagian dari kita mungkin saja bersikap acuh melihat fakta tersebut.

Seyogyanya, hal terpenting untuk menumpas kemiskinan di Indonesia adalah dengan meningkatkan mutu sumber daya manusia yang ada. Peningkatan mutu sumber daya manusia tersebut tentu saja ditingkatkan melalui mutu pendidikan yang tinggi pula. Permasalahan besar yang muncul saat ini adalah seberapa besar kebijakan yang diambil untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia yang terkesan carut-marut dengan berbagai permasalahan yang menghantuinya.

Presiden yang terhormat, rendahnya mutu pendidikan di Indonesia sudah menjadi santapan berita sehari-hari. Anggaran untuk pendidikan yang rendah, jutaan anak Indonesia yang putus sekolah, penyelewengan dana untuk pendidikan oleh oknum tertentu, hingga tidak layaknya bangunan sekolah untuk dijadikan sebagai tempat belajar adalah sebagian kecil di antara problematika yang menghantui dunia pendidikan kita. Contoh sederhananya adalah ketidaklayakan sebagian bangunan sekolah di Indonesia untuk dijadikan sebagai tempat belajar. Bangunan sekolah yang rapuh hingga tidak layak digunakan sebagai tempat belajar sudah seharusnya dianggap sebagai suatu masalah yang serius dan perlu perhatian khusus dari pemerintah. Hal ini dirasa begitu kontras dengan megahnya bangunan gedung-gedung pemerintahan yang ada.

Sebagian dari kita mungkin saja menutup mata melihat rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Namun, tak dapat dipungkiri hal inilah yang menjadi landasan untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia yang lebih baik untuk ke depannya. Permasalahan kaum proletar seperti kemiskinan dan lain sebagainya tentu saja berpangkal dari rendahnya mutu pendidikan kita. Permasalahan di dunia pendidikan inilah yang seharusnya lebih diutamakan untuk diselesaikan.

Presiden yang terhormat, masalah serius di dunia pendidikan kita yang semakin memprihatinkan kerap kali dianggap sebagai angin lalu. Sudah saatnya kita mulai berbenah diri menyadari arti penting pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga dapat terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Pendidikan adalah kunci dari semua problematika yang ada di negeri ini. Dengan tingginya mutu pendidikan maka tinggi pula mutu sumber daya manusia yang ada. Sudah saatnya kita membuka mata, hati, dan pikiran kita mencermati secara serius mengenai permasalahan-permasalahan di dunia pendidikan itu sendiri

Indonesia sebagai negara berkembang tentu saja harus menyadari arti penting pendidikan sebagai bekal untuk menyelesaikan berbagai masalah baik politik, sosial, ekonomi, dan lainnya yang mengendap di bumi Indonesia. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Indonesia tercinta ini harus mengerahkan sekuat tenaga untuk menyelesaikan berbagai permasalahan negeri ini dengan memperbaiki mutu pendidikan itu sendiri.

Presiden yang terhormat, demikian surat terbuka ini, semoga berkenan membaca dan menindaklanjutinya dalam gerak langkah yang nyata untuk Indonesia yang lebih baik.

1360757234455
Sertifikat Lomba Menulis Surat untuk Presiden – Reta Riayu Putri
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
2013-01-26 22.30.33 (1)
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam

Benang Kusut Pendidikan di Indonesia dan Kontroversinya

Posted by Reta Riayu Putri

Pendidikan, hal yang begitu penting untuk kelangsungan hidup manusia ini terkadang disepelekan oleh sebagian orang yang menganggapnya memang seperti itu. Lalu, bagaimana jika kita bicara tentang mutu? Tidak banyak yang mau membuka matanya dan mengatakan dengan lantang bahwa pendidikan kita di Indonesia masih jauh dari kata layak, jika berkaca dari banyaknya sekolah dasar di Indonesia yang bahkan tidak bisa disebut sebagai tempat proses belajar mengajar yang baik.

Permasalahan pendidikan di Indonesia kian kompleks dengan banyaknya berita carut-marut penyelewengan terhadap dana pendidikan baik di tingkat pusat maupun daerah. Jika di luar sana sebagian dari kita sibuk membicarakan tentang sistem UN yang dirasa memberatkan dan tidak efisien, sebenarnya ada masalah yang lebih urgent ketimbang memikirkan seberapa efisien sistem UN tiap tahun bagi senior di tingkat SD, SMP, dan SMA. Hal yang dirasa lebih pantas dipermasalahkan adalah tidak layaknya sebagian besar pendidikan di tingkat dasar. Entahlah, Indonesia seakan semakin terpuruk dalam kompeksitas permasalahan yang tiada hentinya.

Pernahkah Anda membayangkan, ada lebih dari ribuan anak sekolah dasar di daerah pedalaman sana yang setiap hari berjuang keras untuk dapat pergi ke sekolah? Contoh sederhananya, apa yang Anda pikirkan ketika melihat anak-anak SD di Sulawesi menempuh jarak 10 km untuk sampai ke sekolahnya hanya dengan berjalan kaki? Mereka berangkat mulai pukul 3 pagi agar tidak terlambat sampai di sekolahnya yang sangat jauh dari rumahnya? Sementara, realitas di kota besar lainnya, banyak pejabat dan pemegang kekuasaan di instansi pemerintah yang pergi kerja mendapat fasilitas berbagai kendaraan tapi sering lalai dalam tugasnya, seperti membolos saat masuk kerja setelah libur panjang atau bahkan tidur saat rapat sedang berlangsung?

Hal seperti itu mungkin terlihat klise bagi sebagian orang! Termasuk Anda yang membacanya, bukan? Tapi, tidakkah itu suatu ironi yang sangat mengkhawatirkan? Contoh lainnya, banyak juga anak SD yang harus menyebrangi sungai yang deras terlebih dahulu agar bisa sampai ke sekolahnya? Ini ironis!!! Apa kita semua sudah tidak punya hati? Ke mana mata hati kita? Hal itu belum seberapa, jika melihat banyaknya bangunan sekolah di Indonesia yang bahkan jauh dari kata layak, bahkan tidak bisa disebut sebagai tempat belajar yang baik?

Anda mungkin tengah tertawa sekarang melihat tulisan yang mungkin saja Anda anggap sampah pada saat ini. Tulisan anak SMA yang tidak tahu apa-apa, mungkin? Bukan begitu? Baiklah, tulisan ini hanya sebagian keluh-kesah saya melihat ironi pendidikan di Indonesia yang mungkin tidak berarti apa-apa untuk sebagian orang. Tulisan sampah, bukan begitu? But at least, I have my own opinion. 

Teman saya mengatakan (entah masih bisa dianggap teman atau tidak), “bukan cuma 1 masalah yang harus diselesaikan pemerintah….. jangan melulu menyalahkan mereka… kayak gak berpendidikan aja” -entah siapa namanya saya juga sudah lupa.

Apa yang ada dipikiran Anda ketika melihat komentar itu? Tentu saja ia benar. Tidak hanya satu masalah yang harus diselesaikan pemerintah. Tapi, apakah masalah pendidikan itu tidak masuk dalam daftar prioritas? Padahal, pendidikan adalah salah satu hal yang penting untuk menjalankan suatu sistem pemerintahan itu sendiri. Lalu untuk statement selanjutnya, tidak, tidak ada yang menyalahkan pemerintah sama sekali. Malahan kita semua sangat mendukung program kerja pemerintah dengan menyoroti masalah-masalah yang dirasa vital dan harus diperbaiki untuk kelangsungan hidup kita ke depannya. Apa gunanya media pers jika kita hanya menyoroti hal-hal baik yang tersistematis tanpa melihat program lain yang seakan “terbengkalai”? Inilah gunanya pers, bukan?

Statement terakhir, pertanyaan yang muncul adalah, apa semua orang yang mengkritisi program kerja pemerintah termasuk pers dan rakyat itu sendiri dianggap orang yang tidak berpendidikan? Respon saya saat melihat komentar yang dituliskan oleh seseorang tersebut di jejaring sosial adalah well mungkin saya hanya dapat tertawa mengasihani sang komentator tersebut dalam ketidaktahuannya. Kesimpulan yang bisa diambil, tentu saja ia orang yang tidak tahu aturan berpendapat di dunia maya. Ia berdalih setiap orang bebas berpendapat termasuk komentar “kayak orang ga berpendidikan saja”-nya itu. Hal yang saya hormati ialah, ya mungkin saja itu memang pendapat sang komentator tersebut. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan apalagi dibesar-besarkan. Hanya yah mungkin ia hanya, seperti yang saya katakan di awal tadi, terlampau dumb  untuk berpendapat di suatu jejaring sosial.

Kembali lagi ke topik awal, saya tahu tidak semua dari Anda yang membaca tulisan ini pada saat ini setuju dengan apa yang saya uraikan. Intinya, Indonesia ini tidak kalah dari negara-negara besar lainnya seperti Amerika, Jerman, dll. Kita hanya perlu mawas diri dalam mengemban amanah mencerdaskan kehidupan bangsa. Indonesia hanya perlu berbenah diri dalam mencapai visi serta misi mewujudkan negara yang makmur dengan tingkat SDM yang berkualitas tinggi. Indonesia bisa lebih baik lagi atau tidak untuk ke depannya sebenarnya sudah tercermin dalam sikap generasi mudanya pada saat ini. Selama masih ada generasi muda yang membuat menyontek sebagai budayanya, selama itu pula bangsa kita masih akan terbelenggu dalam masalah-masalah kompleks lainnya baik di bidang pemerintahan maupun pendidikan.

Posted by Reta Riayu Putri

Sensei Mira’s Birthday Party

First of all, HAPPY BELATED BIRTHDAY, SENSEI! 

ミラセンセイ、ハッピーバースデー-!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's

This… rencana sensei Mira’s birthday party ini memang sangat undescribable.  Well,  tbh because all of those ruined that already (nodded). So, here we go!!!

Selasa, 20 November 2012, adalah hari yang ditunggu tim Syndicate (nama kelas XI-IPA 5 SMAN 1 Batam /2012-2013). We have planned a birthday party to our sensei ーteacher. It’s a big surprise but booyah it’s all ruined in one sec.

  • Pukul 13:00 

Ludwig van Beethoven menjerit-jerit dengan mahakaryanya yang dikenang sepanjang abad, Fur Elise menandakan berakhirnya jam pelajaran siang itu. Gerombolan Si Berat (nickname-nya Syndicate, kalo gue sih ya) bergegas menyusun strategi ampuh bagaimana caranya menyukseskan program yang satu ini. Our captain ayeee, Faizal leading us to this event (yaelahhh). Opay dan ke-35 Syndicate lainnya bersiap diri di  depan kelas sembari memegang kue cake yang dipersembahkan untuk sensei tercinta itu (bahasa lu, Ret!). Tapi….

  • Pukul 13:30

Iya bener kita semua pada lupa beli lilin. Yah lu kate ini apaan, pasti garing ga sih kalau ga ade lilin. Nah, tanpa pikir panjang lagi, Voni dan Mila bergegas membeli lilin secepat mungkin. Gini lho, itu jam udah hampir jam 2 siang. Sementara ke-34 anggota Syndicate was-was menunggu Voni dan Mila yang sedang membeli lilin… darn!! We found that sensei udah mau balik ke rumahnya. Sederhana, sensei membuka pintu mobilnya, lalu masuk dan mulai menstarter mobilnya, keluar pager yang dibuka dengan anggunnya oleh Pak Iwan penjaga sekolah dan lo tau kita semua nunggu di lapangan like a bears with nothing to do. Semuanyee yang memperhatikan dari lapangan basket pada berseru panik.

retariayu.wordpress.com

Kalau ga salah ntah siapa dah yang teriak kayak pakai TOA hingga akhirnya Haiqal lari tunggang langgang mengejar sensei yang seperti kita lihat bung telah  duduk dibalik kemudinya dan membelokkan mobilnya ke arah rumahnya. Aneh bin ajaibnye, Haiqal bukan ya nahan di depan pagar biru sekolah, ini anak malah lebih memilih mengambil motornya dulu di parkiran (hela-napas, yasalammm!!!!)

Lo tau di imajinasi gue nih ya, sensei itu udah ibarat Charlize Theron pemeran Stella di film The Italian Job yang mengemudikan Ferrari-nya secepat mungkin sementara Haiqal ibarat Joseph Gordon-Levitt pemeran Thom di film 500 Days of Summer yang mengejar Summer Finn dengan sepeda. Ya kagak setimbanglah. Well, no need to tell you, rite inti di akhirnya sih, ya kagak kekejarlah. Kita kehilangan jejak sensei.

  • Pukul 14:00

Tak lama setelah itu, Voni dan Mila berlari sambil membawa lilin yang baru saja dibelinya. Lo bayangin dahhh, beda waktu sama sensei pulang barusan itu tipissss banget! Kita semua menghela napas. So what’s next, pals?? Our captain asked Pak Iwan ntah Pakde atau siapa pas itu, lupa gue, yang jelas Faizal atau Haiqal dah pas itu, kita semua sama-sama nanya alamat rumah sensei Mira.

Ntah dah gue ga terlalu dengar jelas, yang gue tangkap waktu itu pas kita menanyakan alamat rumah sensei, “iya lurus terus belok nah terus belok lagi terus belok kanan, terus lurus, lalu kiri lalu ada lampu merah dan jalan saja terus lalu belok dan barulah sampai.” GELA LOOOOOOOO!

Lalu narasumber lain malah mengatakan, “wah kalian harus cepat kalau begitu, sensei mau pergi ke Tanjung Pinang sebentar lagi,” CIYUS LOOOOOOO!

Dengan gegap gempita kita langsung mengambil langkah seribu bergegas menuju rumah sensei dengan muka setengah panik. Yahhh, lu bayangin aja dah kalau kita udah nyiapin semuanya tapi sensei-nya kagak ada di tempat, galau amat jadinya ntar.

  • Pukul 14:30

Kita berkerumun di depan pagar rumah sensei.

retariayu.wordpress.com

All of us:Assalamualaikum cek gu oooo cek gu! Assalamualaikooom!”

Tak berapa lama kemudian…

Sensei: “Ehhhh kalian!!” (senyum sumringah)

Beberapa detik kemudian…

Sensei: “Ada apa ya?” (tanya sensei innocent, yasalammm!)

(semua Syndicate pingsan)

Bangkit, lalu… “HAPPY BIRTHDAY SENSEI!! HAPPY BIRTHDAY SENSEI!! HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY SENSEI!! SELAMAT ULANG TAHUN!! SELAMAT ULANG TAHUN!! SELAMAT ULANG TAHUN SENSEI! SELAMAT ULANG TAHUUUNNNNN!”

Sensei terharu lho lihat apa yang kita lakukan. Detik itu juga, Faizal sebagai kepala suku langsung memimpin doa. Intinya, doanya tentu saja yang baik-baik. “Semoga diumur yang baru ini sensei…..”

Here we go!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Yummy!
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
TADAAA!!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei Mira bit weeping!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei looks so happy!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

. . .

Selesai? Belum. Surprise-nya masih berlanjuttt! Season 1 tadi mah masih biasa aje, ini nih yang luar biase. Jadi, setelah agenda tiup lilin dan potong kue, guess what, this is the craziest moment eva in 2012!

Kepala suku, Faizal dan Prama berunding sejenak dengan sensei.

Faizal: “Jadi, setelah ini kita ngapain lagi sensei?”

Prama: “Kami ga dipersilakan masuk sensei? Kok kami dibiarin di luar aja?”

Sensei: “Kalian mau masuk?”

Faizal: “Ya terserah sensei”

Sensei: “Oohhh ya sudah yuk! Mari masuk!”

Prama: “Ga jadilah sensei. Kami di luar aja”

(hening-sejenak)

Ini negosiasi ape sih sebenernye. Lo pasti bingung dah.

Sensei: “Terus kalian mau ngapain lagi?”

Busettt! To the point banget ini mah sensei haha.

Haiqal: “Ga ada. Cuma mau duduk di sini aja kok, sensei”

Sensei: “Sudah, kan? Kalian ga pulang?”

Abid: “Behhh sensei. Kami kan masih mau main di sini”

Then sensei nodded.

Abid: “Sensei, sini dulu”

POWWWW!!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Abid sang Malin Kundang wanna-be
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Prama, the 2nd Malin Kundang wanna-be

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei seneng banget kayaknya haha

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Tetap senyum walau menghadapi anak durhaka kayak Syndicate hihi
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei, we love you!!
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Puas banget dah anak durhaka satu ini ketawanya

Sensei, for all the things that we did, the most important thing you have to know is we love youMind to forgive us after all of those sensei hehe.

. . .

Toghetherness between us

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Ngapain lu, Jer?

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

. .