My 16th Birthday Party

March 8, 2013

I’m just 16! Yayyyy! For finally, I’m 16 already! Wut wuttt! Jumat, 8 Maret 2013 lalu was a big-big-superb-day for me. Still can’t believe that finally I’m 16 ya knowww ngehehehe, di mana 16 tahun yang lalu di Rumah Sakit Otorita Batam, tepatnya hari Sabtu, 8 Maret 1997, my super-duper awesome Mama brought me into this world. To be honest, ada cerita, well, funny story dibalik lahirnya gue. Tapi ga mau cerita di sini ah, panjang banget abisan hehe. Just reach me to know about the story hehehe. Jumat pagi itu, I got so many birthday wishes from my friends. Ahhhh, thank you to everyone for the birthday wishes! I was so bloody flattered that I got so many! I never ever expected quite so many as I got. About 1am, I got this one from Andreas. I loveeee this one! Thank you so much, Bubuuuu!

Birthday Card-Funk from Andreas!!

Beethoven membahana dengan Fur Elise-nya—menandakan berakhirnya jam pelajaran siang itu. Nope, gue ga langsung pulang. Sehabis pulang sekolah, gue masih harus latihan nari untuk ambil nilai seni kebudayaan esok harinya. Jadi, ya know, gue tetap stay di kelas sembari menunggu teman-teman gue yang laki-laki—muslim, selesai sholat Jumat. I can’t help but scream, “what the hell am I suppose to do?!” 

Jadi, ide brilian gue keluar. Ngehehehe, gue taruhan sama Jeremy. Barcelona, tim favorit gue sedang bertanding melawan Real Madrid di laptop Alit—okay, sounds awkward—maksudnya di game FIFA di laptop Alit, nahhhh well! Taruhannya adalah ice cream Cornetto. Jadi kalau gue menang, gue dapat satu cornetto, ngehehehe. Mau tau gak lu pada sama hasilnya? You know, semua orang tahu—(baca: menggunakan nada Sahat), siapa yang jadi juaranya. March is mine. Tentu aja gue pemenangnya ngehehehe. Messi gue tersayang itu ngebantai Madrid 4-3 hahahahaha. Tapi, secara tiba-tiba Jeremy bilang, “I love Barca—Barcelona, copppp!”. Pftttttt! Karbitan. So, no need to tell you-sih. Gue ga jadi dapat cornetto. Si Jeremy berdalih dengan mendukung Barca-nya gue, elehhh.  But it was a great time mihihi.

Tak lama kemudian, Andreas datang ke kelas gue, untuk balikin novel Sunshine Becomes You karya Ilana Tan yang dipinjamnya, sembari mengucapkan “Happy birthday, Reta.” udah gitu aja. Singkat banget ya, haha. Lalu ia mengatakan bahwa ia mau pinjam buku cetak PKN-nya gue. I just gave him. But did you know, 2 hours later, when I checked my bag, I found this superb birthday card in my bag, di dalam buku cetak PKN tadi. Ternyata itu anak ngga beneran mau pinjam buku, melainkan cuma untuk letak this superb-birthday-card!!! Thank you so much Andreas!! You are the best friend evaaaaaa!!

Reta Riayu Putri's
Birthday Card from Andreas
Reta Riayu Putri's
from Andreas, too

 If I haven’t mentioned it in a while, I have the best friends in the whole world!! Tidak berhenti sampai di sini. Setelahnya, secara tiba-tiba, Ipul, Aulia, Chika, Yayang, dan yang lainnya pada datang memberi surprise dengan 4 cupcakes dan lilin di atasnya masing-masing. Gua niup lilinnya sampai 16 kali, untuk menandakan umur gue yang udah 16 mihihi. Speechless, you rawk palsss!

March 9, 2013

Keesokan harinya, Sabtu pagi, I was planning to have lunch with my classmates at Pizza Hut for my birthday, dan seriusan demi apa!! Sabtu pagi itu gue gak bisa berhenti ketawa dengan debat kusir berkepanjangan antara gue dan Raka vs Yayang, lol. Jadi gini, inti pertanyaan dari semua debat panjang itu adalah, “Apa yang akan Anda lakukan jika Anda dikejar orang gila, di mana hanya akan ada 2 pilihan. Tetap lari tidak berhenti atau sembunyi di dalam tong sampah?”. Gue dan Raka berpendirian untuk tetap lari melihat kondisi seperti itu, sementara dari kubu Yayang memilih untuk sembunyi di tong sampah, ngehehehehe.

Jawaban dari para korespondennya pun bermunculan. Mau tahu? Ngehehe ini dia…

1) Ika, pelajar yang selalu berpikir bak Margaret Thatcher mengatakan bahwa ia akan pingsan, lalu jawaban dari Yayang [yang keukeuh pada pilihannya, yaitu sembunyi di tong sampah] mengatakan bahwa kalau kita pingsan, ntar malah digrepe-grepe sama orang gilanya. Well ini ga banget sumpah bahahaha.

2) Ivo, pelajar yang selalu bercita-cita untuk memimpin klub Chelsea, seratus tahun mendatang mengatakan bahwa ia akan berpura-pura menjadi orang gila, jadi orang gila yang asli bakal berhenti untuk ngejar-ngejar [kan sesama gila, maksudnya hahahaha].

3) Ipul, mamah super bijak ini mengatakan bahwa ia akan memukul orang gila itu sampai pingsan [di mana di pikiran gue sendiri adalah, definisi pukul yang dimaksud Ipul itu adalah ‘pukul manja’. You knowww ngehehehe, ga kebayang aje gitu pukul manja-manjaan sama orgil ngahahahaha.

Okay, that’s all, lol! After that, about 1pm, we had a great lunch at Pizza Hut. We had a great time and laughed a whole lot hehehehe. Here we go!!!

Reta Riayu Putri's
My classmates
2013-03-09 14.21.02

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
with Chantika Karina, Rofidah Umniyati, Fulristami Zaenab, and Aulia Riski Molanda
Reta Riayu Putri's
with M. Luqman Hidayat and Fulristami
Reta Riayu Putri's
with Aulia Riski Molanda, Rofidah Umniyati, and Fulristami Zaenab

 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Abid Affandi, Haiqal Muhammad, and Rofidah
 Reta Riayu Putri's
Ivo, my silly friend

Reta Riayu Putri's
Syndicate [XI Science 5 – SMAN 1 Batam]
Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Rofidah Umniyati dan Rama Fitria Revoni
Reta Riayu Putri's
with Octavian Sahat, Rofidah, and Ika
Reta Riayu Putri's
Trio Kwek-Kwek [Gilang Delana Putri, Riani Fitrahlia, & Rakadrian Nugraha]

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Jeremy Woosnam Prasetio, Chantika Karina, Rofidah, & Fulristami

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Prama Ikhsan Anggara, Jeremy, and Sahat

 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Rakadrian Nugraha dan Fulristami Zaenab

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Duo-Pletty
Reta Riayu Putri's
with Tresnawati Dyah and Ivo Mario Purba
Reta Riayu Putri's
with Edy Frans and Dicky Gilang Mahardika
Reta Riayu Putri's
Voni, Aulia, Hania, Luqman, Gilang, Prama, and Chika
Reta Riayu Putri's
with Haiqal, Fulristami, & Suci Womantri

2013-03-09 15.02.23

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

2013-03-09 14.55.15

Reta Riayu Putri's
this is freakin silly

Reta Riayu Putri's
you know (baca: “semua orang tahu…” [dengan nada Sahat]
 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Fiha Ruzieqna & Faizal Ibrahim

2013-03-09 14.15.22

Reta Riayu Putri's
Ika Putri Syawaliani & Pieter Mario

2013-03-09 14.16.54

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

 Reta Riayu Putri's

2013-03-09 14.09.23

2013-03-09 14.11.10

Reta Riayu Putri's
boys

2013-03-09 14.14.03

Reta Riayu Putri's
Hania Rizkieta Hazah, Suci Womantri, Dwi Putri & Gilang

2013-03-09 14.34.42

2013-03-09 14.48.44

Reta Riayu Putri's
another silly-face
Reta Riayu Putri's
Rakadrian Nugraha & M. Luqman Hidayat

2013-03-09 14.54.19

2013-03-09 14.10.49

2013-03-09 14.13.08

2013-03-09 14.13.15

2013-03-09 14.15.50

2013-03-09 14.29.11

2013-03-09 14.29.38

2013-03-09 14.42.22

2013-03-09 14.40.19

Reta Riayu Putri's

2013-03-09 14.53.49

Reta Riayu Putri's
I’m Zorro

2013-03-09 14.57.13

2013-03-09 14.57.30

2013-03-09 14.57.47

Reta Riayu Putri's
gift from my classmates

2013-03-09 18.45.45

Reta Riayu Putri's
I LIKE IT!!

Advertisements

Euforia PSP 5 hingga Surat Terbuka untuk Presiden

“Nak, kamu ikut lomba tulis surat terbuka untuk presiden, ya.” this is the beginning. Sabtu, secara tiba-tiba, Bu Yotri, guru bahasa Indonesia di tempat saya bersekolah, SMAN 1 Batam menyarankan agar saya mengikuti lomba yang terbuka untuk seluruh Indonesia itu.

“Oh, iya, Bu” jawab saya singkat sementara neuron dan cerebrum saya masih bersinergi mencerna kata-kata Bu Yotri tadi. Hal pertama yang ada di pikiran saya adalah, mau nulis tentang apa, ya?

Here we go!! Suatu malam, saya terbangun, you know, in the middle of the night, ah cheesy! Oke, ini beneran. Jam dua malam gue bangun antara sadar dan tidak. Mencari-cari HP di nakas dan menyadari bahwa jam masih menunjukkan pukul 2 pagi. I can’t help but scream “WHAT THE HELL AM I SUPPOSE TO DO??”

Automatically, I opened my laptop and starting to write my open letter to Mr. President. Just so you know, tema yang akhirnya gue ambil adalah pendidikan. Sebelumnya, sebuah TV swasta sempat menayangkan bagaimana rapuhnya dunia pendidikan di Indonesia, seperti, sekolah yang sudah rubuh, transportasi ke sekolah yang terputus, dan kisah-kisah lainnya yang semua orang brainless lainnya bakal nganggap itu klasik (baca ini: Benang Kusut Pendidikan di Indonesia dan Kontroversinya)

Jadi, jam dua pagi itu, gue berapi-api menuliskan rapuhnya pendidikan di Indonesia yang mana seyogyanya, pasti bakal dianggap klise sama orang banyak di mana cerebrum gue cuma meneriakkan “WHO CARES?” dan awkward-nya, I can’t stop writing. Batas penulisannya hanya tiga halaman which I want to write it more. Jadilah naskah 3 halaman itu yang saya kirim ke pihak panitia. Setelah membuatnya jam 2 pagi, gileee, itu pure ga ada diubah-ubah lagi. Ga ada proses editing, karena gue langsung kirim ke pihak panitia. Well, that’s it!

Dan alhamdulillah, tanpa disangka, di malam puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam sebagai penyelenggara acara, yang diselenggarakan di Sumatra Convention Centre, Batam, Kepulauan Riau, mengumumkan bahwa open letter that I wrote nyabet ke posisi 9 dari 15 terbaik yang diumumkan. Di mana, 15 penulis terbaik, diberi sertifikat dan karyanya akan dibukukan. Thank, God! I don’t expect You too much but this one is enough for me.

Berikut adalah surat terbuka untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saya tulis.

Yth, Presiden Republik Indonesia

di Jakarta

“Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?

Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah

Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah

Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah”

 

Bapak presiden yang terhormat, penggalan bait puisi karya Adhie Massardi di atas mungkin terkesan klise bagi sebagian orang. Untaian kata demi kata dari bait puisi sederhana tersebut mungkin saja dipandang sebelah mata. Walau bagaimanapun, puisi tersebut sebenarnya merupakan jeritan hati terdalam dari seorang rakyat biasa yang hidup di era demokrasi seperti sekarang ini. Keluh kesah tersebut tidak lain bagaikan rintihan kawula alit yang berjuang keras memahami keadaan negerinya yang semakin kontras dengan nilai-nilai kestabilan dan kemakmuran yang ada.

Kemiskinan seakan tidak pernah ada habisnya. Permasalahan yang disebabkan oleh garis kemiskinan di negeri ini seakan sudah menjadi hal yang lumrah. Masalah kaum proletar ini semakin memprihatinkan saat Badan Pusat Statistik atau BPS merilis data terbarunya yang menyebutkan sedikitnya terdapat 30 juta lebih penduduk Indonesia yang hidup di garis kemiskinan.

Presiden yang terhormat, imbas dari permasalahan kemiskinan di Indonesia tentu saja mempengaruhi mutu sumber daya manusia yang ada. Setiap tahun jutaan anak Indonesia terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Sebagian dari kita tentu saja khawatir melihat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut. Namun sebagian dari kita mungkin saja bersikap acuh melihat fakta tersebut.

Seyogyanya, hal terpenting untuk menumpas kemiskinan di Indonesia adalah dengan meningkatkan mutu sumber daya manusia yang ada. Peningkatan mutu sumber daya manusia tersebut tentu saja ditingkatkan melalui mutu pendidikan yang tinggi pula. Permasalahan besar yang muncul saat ini adalah seberapa besar kebijakan yang diambil untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia yang terkesan carut-marut dengan berbagai permasalahan yang menghantuinya.

Presiden yang terhormat, rendahnya mutu pendidikan di Indonesia sudah menjadi santapan berita sehari-hari. Anggaran untuk pendidikan yang rendah, jutaan anak Indonesia yang putus sekolah, penyelewengan dana untuk pendidikan oleh oknum tertentu, hingga tidak layaknya bangunan sekolah untuk dijadikan sebagai tempat belajar adalah sebagian kecil di antara problematika yang menghantui dunia pendidikan kita. Contoh sederhananya adalah ketidaklayakan sebagian bangunan sekolah di Indonesia untuk dijadikan sebagai tempat belajar. Bangunan sekolah yang rapuh hingga tidak layak digunakan sebagai tempat belajar sudah seharusnya dianggap sebagai suatu masalah yang serius dan perlu perhatian khusus dari pemerintah. Hal ini dirasa begitu kontras dengan megahnya bangunan gedung-gedung pemerintahan yang ada.

Sebagian dari kita mungkin saja menutup mata melihat rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Namun, tak dapat dipungkiri hal inilah yang menjadi landasan untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia yang lebih baik untuk ke depannya. Permasalahan kaum proletar seperti kemiskinan dan lain sebagainya tentu saja berpangkal dari rendahnya mutu pendidikan kita. Permasalahan di dunia pendidikan inilah yang seharusnya lebih diutamakan untuk diselesaikan.

Presiden yang terhormat, masalah serius di dunia pendidikan kita yang semakin memprihatinkan kerap kali dianggap sebagai angin lalu. Sudah saatnya kita mulai berbenah diri menyadari arti penting pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga dapat terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Pendidikan adalah kunci dari semua problematika yang ada di negeri ini. Dengan tingginya mutu pendidikan maka tinggi pula mutu sumber daya manusia yang ada. Sudah saatnya kita membuka mata, hati, dan pikiran kita mencermati secara serius mengenai permasalahan-permasalahan di dunia pendidikan itu sendiri

Indonesia sebagai negara berkembang tentu saja harus menyadari arti penting pendidikan sebagai bekal untuk menyelesaikan berbagai masalah baik politik, sosial, ekonomi, dan lainnya yang mengendap di bumi Indonesia. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Indonesia tercinta ini harus mengerahkan sekuat tenaga untuk menyelesaikan berbagai permasalahan negeri ini dengan memperbaiki mutu pendidikan itu sendiri.

Presiden yang terhormat, demikian surat terbuka ini, semoga berkenan membaca dan menindaklanjutinya dalam gerak langkah yang nyata untuk Indonesia yang lebih baik.

1360757234455
Sertifikat Lomba Menulis Surat untuk Presiden – Reta Riayu Putri
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
2013-01-26 22.30.33 (1)
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam

Kupinang Kau dengan Biskuit

Kupinang Kau dengan Biskuit adalah parodi sinetron Kupinang Kau dengan Bismillah. Film pendek ini dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia dengan guru pembimbingnya yaitu Ibu Ogsfika Yotri, S.Pd. Film ini dibintangi oleh Chantika Karina, Gilang Delana Putri, Reta Riayu Putri, Fulristami Zaenab, Aulia Riski Molanda, dan Tresnawati Dyah. Film ini merupakan tugas akhir semester 1 kelas XI-IPA 5 (2012-2013) SMAN 1 BATAM.

Pembuatan film pendek ini memakan waktu yang cukup singkat, karena waktu pembuatannya sendiri kurang dari 24 jam, yang dilakukan pada hari Jumat sepulang sekolah. Sebenarnya, pembuatan film pendek ini sendiri telah dimulai sejak hari Kamis, namun karena banyaknya harakiri sana-sini, maka tebaklah apa yang terjadi. Tentu saja syuting film yang dimulai hari Kamis itu kagak kelar-kelar, hehe.

Sunny Weekends

Weekends! It was such a big big day! Tired of hectic Monday-Friday. Aaaah, that’s pathetic! I spent weekends with my mom, dad, and my lil sister. We went to cinema and saw midnight movie, and on Sunday, we went to bookstore and yup cinema again. It was simply just for fun and we love it!

My little sister (posted by Reta Riayu Putri)

My little sister (posted by Reta Riayu Putri)

My little sister (posted by Reta Riayu Putri)

My little sister (posted by Reta Riayu Putri)and then…My little sister (posted by Reta Riayu Putri)WOW!! WHAT’S UP?? Haha, we have no idea. She yelled for coke, LOL!

Posted by Reta Riayu PutriFrench fries was not too bad.

Posted by Reta Riayu Putri

Posted by Reta Riayu Putri
Ayam Penyet

Posted by Reta Riayu Putri
Under rench fries…

Posted by Reta Riayu Putri

Posted by Reta Riayu Putri
Ice Blended Chocolate at Bistro Godiva

That’s all. And pals, did you know, this is bit random stuff while I’m getting bored. Chatting, watching, listening music, reading novel and magazine, etc with my Android.

Wallpaper of my Android (Samsung Galaxy Mini) Posted by Reta Riayu Putri Posted by Reta Riayu Putri

Posted by Reta Riayu Putri

Watching video on Youtube (The All American Rejects – Dirty Little Secret)

Posted by Reta Riayu Putri
Reading Detik magazine
Posted by Reta Riayu Putri
The Hunger Games (novel)
Posted by Reta Riayu Putri
Memory Motel by The Rolling Stones

Posted by Reta Riayu Putri
Reading entertainment, sports, etc
Posted by Reta Riayu Putri
Online Twitter

 

Posted by Reta Riayu Putri
Line Messenger
Posted by Reta Riayu Putri
Line-ing (Line Messenger with my friend, Agni)
Posted by Reta Riayu Putri
WhatsApp-ing with my friend, Fauzian.