Hours with Syndicate

Happy Hours, ROFL. Kamis, 26 Desember, secara tiba-tiba, Dmitri mengatakan di group Line Syndicate (IPA 5 SMAN 1 Batam), kira-kira isinya begini

We hari ini kita nonton Hours di Blitz Kepri Mall jam 13:40. Dateng ya

Unluckily, banyak yang nggak bisa, saat beberapa orang membalas,

Gabisa we maaf

Aku juga gak bisa we maaf

Nggak bisa juga

Gue jadi ragu mau ikut atau engga. Saat akhirnya, sekitar jam 12.30, barulah gue memutuskan untuk ikut nonton, daripada sendirian di rumah. Dengan segera, gue langsung byar byir byur ke kamar mandi, secara dari tadi seharian samasekali belum mandi. Gue jadi mikir, kalau misalnya Syndicate nggak ngajak jalan, mungkin gue nggak bakalan mandi seharian itu.

Tak lama kemudian, Mamah tercinta pulang dan bertanya keheranan,

“Kamu mau ke mana, Kak? Tumben mandi”

“Mau nonton sama anak kelas, Ma”

“Yaudah hati-hati, ya,”

Tak lama kemudian, Kopong pun tiba di depan rumah. She gemme a drive tho xoxo. Akhirnya, kami berdua segera meluncur ke Kepri Mall. Sesampainya di sana, ternyata yang lain sudah pada masuk ke dalam teater. Kemudian kami berdua langsung memesan tiket film Hours untuk row F seat 8 dan 9, sembari membeli popcorn dan coke, as always.

hours-movie-poster

Sesampainya di dalam, Paul Walker sedang kebingungan dengan pemadaman listrik yang menimpa rumah sakit yang merawat bayinya. Agak absurd sebenernya nonton film yang tokoh utamanya baru saja meninggal kemarin, tapi tak apalah. Mas Paulnya masih teteup ganteng kok di filmnya, walau agak creepy dan sedih juga sebenernya karena dia udah nggak ada. Ya sudahlah. Kamipun akhirnya menonton dengan hikmat.

Gue pun bertanya pada Ani di sela-sela film,

“Ni, anak kelas yang lain pada duduk di mana?”

“Nggak ada, Ret. Cuma deretan ini aja,”

“HAH?! Serius?”

“Iya, cuma kita berlapan aja,”

“Jadi cuma delapan orang aja yang ikut? Yang lainnya ke mana?”

“Pada nggak bisa,”

Film Hours ini pemerannya dikit banget, tapi filmnya lumayan dapetlah makna yang ingin disampaikannya. Tak lain, mengenai pengorbanan dan semangat pantang menyerah. Terbukti saat Paul Walker, yang baru saja ditinggal mati istrinya saat melahirkan bayi mereka, tetap bertahan di rumah sakit tanpa listrik selama 48 jam untuk menjaga bayinya yang masih berada dalam inkubator. Saat itu badai Katrina tengah menerjang wilayah Amerika. Hingga di akhir film, tim rescue akhirnya datang menyelamatkan Paul Walker beserta bayinya. Ngga tau deh itu bayi siapa di film Hours, tapi lucu amet. Seriusan.

Tanpa terasa, film berdurasi kurang dari dua jam itu usai. Apapun hasilnya, bagus ataupun buruk, kita akan selamanya selalu mengenang Hours sebagai film terkahir Paul Walker. Seperti yang kita tahu, aktor tampan pemeran polisi rahasia Brian O’connor dalam franchise aksi populer Fast & Furious ini tewas mengenaskan dalam kecelakaan lalu lintas tragis di awal Desember lalu. Sebuah berita sedih nan mengejutkan yang meninggalkan duka mendalam buat semua orang, tetapi ironisnya, secara tidak langsung juga menjadi sebuah marketing bagus buat Hours, sebuah drama thriller kecil berbudget minim yang mungkin berpotensi lebih banyak dilewatkannya jika saja Walker masih hidup.

Jam masih menunjukkan pukul empat kurang saat kami akhirnya keluar dari bioskop. Kami berdelapan, gue, Voni, Riani, Dmitri, Abid, Faizal, Luqman, dan Fauzan kehabisan ide mau ke mana selanjutnya. Hingga akhirnya kamipun sepakat ke Ocarina. Karena bingung mau ngapain, akhirnya kami berdelapan foto-foto sesekali diiringi celetukan Faizal yang selalu bikin kami sakit perut. We all died laughing. It’s fun. Tons of laughing. Love these guys.

Syndicate SMAN 1 Batam

M. Luqman Hidayat

Faizal Ibrahim

Riani Fitrahlia

M. Luqman Hidayat

SMAN 1 Batam

Dmitri Andriani, Riani Fitrhalia

Faizal Ibrahim

Dmitri Andriani, M. Luqman Hidayat, dan Riani Fitrahlia

Reta Riayu Putri, Riani Fitrahlia

Reta Riayu Putri, Riani Fitrahlia

Rama Fitria Revoni, Reta Riayu Putri

Faizal Ibrahim
OMFG Faizal

M. Luqman Hidayat, Riani Fitrahlia

Riani Fitrahlia, M. Luqman Hidayat

Dmitri Andriani

Riani Fitrahlia

Reta Riayu Putri, Dmitri Andriani

Dmitri Andriani, Riani Fitrahlia, M. Luqman Hidayat

Fauzan Permana Noor

Dmitri Andriani

Abid Affandi Wedatama, Reta Riayu Putri

Dmitri Andriani, Faizal Ibrahim

Reta Riayu Putri, Dmitri Andriani, Rama Fitria Revoni, Riani Fitrahlia

Reta Riayu Putri, Dmitri Andriani, Rama Fitria Revoni, Riani Fitrahlia

Faizal Ibrahim

Abid Affandi Wedatama, Reta Riayu Putri, Riani Fitrahlia, Rama Fitria Revoni, Dmitri Andriani, Faizal Ibrahim

Abid Affandi Wedatama, Reta Riayu Putri, Riani Fitrahlia, Rama Fitria Revoni, Dmitri Andriani, Faizal Ibrahim

Abid Affandi Wedatama, Reta Riayu Putri, Riani Fitrahlia, Rama Fitria Revoni, Dmitri Andriani, Faizal Ibrahim

Abid Affandi Wedatama, Reta Riayu Putri, Riani Fitrahlia, Rama Fitria Revoni, Dmitri Andriani, Faizal Ibrahim

IMG_8573

Riani Fitrahlia, Fauzan Permana Noor, Dmitri Andriani

Riani Fitrahlia, Fauzan Permana Noor, Dmitri Andriani

Syndicate on Vacation

Sabtu, 6 Juli 2013

Hurray—Syndicate on vacation. Sabtu, 5 Juli 2013 lalu akhirnya Syndicate (IPA 5) SMAN 1 Batam merayakan kenaikan kelas atau pergantian title kelas dari kelas XI-IPA 5 menjadi XII-IPA 5 yehaha. Setelah melalui diskusi panjang dari hari ke hari—ceritanye, akhirnya kami pun memutuskan untuk menghabiskan Sabtu-Minggu yang magnificent itu di tempat yang cozy, yaitu The Acacia Hotel, Sekupang, Batam—nyang kagak jauh dari sekolah ntu wahaha. Thanks for those amazing 2 days, guys. I love you.

The Acacia Hotel

The Acacia Hotel Batam

The Acacia Hotel Batam

The Acacia Hotel Batam

The Acacia Hotel Batam

The Acacia Hotel Batam

The Acacia Hotel Batam

Jam menunjukkan pukul dua siang saat anak Sydnicate yang lain belum pada datang. Alhasil, baru hanya ada kita berlima, Gilang, Haiqal, Ika, Mila, dan gue tentunya. Selama menunggu yang lain, kita langsung curi-curi waktu untuk foto, ceritanya, photo shoot dulu gitu. Iya, gitu.

Reta Riayu Putri, Gilang Delana Putri, Ika Putri Syawaliani, Millla Baarik Iman Sari - SMAN 1 BATAM
First photo shoot
Haiqal Muhammad, Reta Riayu Putri, Ika Putri Syawaliani
with Ika & Haiqal

Ika Putri Syawaliani

Ika Putri Syawaliani, Mila Baarik Iman Sari

Gilang Delana Putri

Ika Putri Syawaliani, Reta Riayu Putri, Mila Baarik Iman Sari, Gilang Delana Putri

Gilang Delana Putri, Haiqal Muhammad
Happy family

Tak lama kemudian, sekitar setengah jam-an, baru deh rombongan yang lain pada muncul. Diiringi dengan adegan rebutan kamar, dan lain-lainnya, akhirnya para Syndicate, meletakkan tasnya asal. Ceritanya, kami, yang cewe, ingin menempati kamar yang diklaim para cowo sebagai miliknya duluan. Kita yang cewe rada jealous, sama kamar cowo yang terdiri dari king bed and still have no idea why, kayaknya kamar cowo itu lebih adem, lega, besar. Padahal sekilas, hampir sama dan setipe dengan kamar yang ditempati para cewe. Weird, kan. Tapi, beginilah kami, rofl. Selanjutnya, sembari menunggu swimming part jam 4 sore, kami menghabiskan waktu dengan pelbagai kegiatan, di antaranya, main kartu, nonton film, dan lempar-lemparan kulit kacang (yang terkahir ini beneran awkward, kan ya). Akhirnya, sekitar jam empat lewat, barulah para Syndicate turun ke swimming pool, buat berenang. So, here we go!

Hania Rizkieta Hazah, Chantika Karina

Hania Rizkieta Hazah, Chantika Karina, Rakadrian Nugraha

Rio Rinaldi, Abid Affandi Wedatama

Chantika Karina, Rama Fitria Revoni

Hania Rizkieta Hazah, Chantika Karina, Rama Fitria Revoni

Mila Baarik Iman Sari, Hania Rizkieta Hazah, Chantika Karina, Rama Fitria Revoni

Mila Baarik Iman Sari, Aulia Riski Molanda

Mila Baarik Iman Sari

Mila Baarik Iman Sari, Chantika Karina, Hania Rizkieta Hazah, Aulia Riski Molanda, Rama Fitria Revoni

Aulia Riski Molanda, Chantika Karina, Rama Fitria Revoni, Mila Baarik Iman Sari
Rofl

Mila Baarik Iman Sari, Aulia Riski Molanda, Chantika Karina, Rama Fitria Revoni, Hania Rizkieta Hazah

Jeremy Woosnam Prasetyo
Lonely boy

Gilang Delana Putri

Swimming

Part 1

IMG_9783

IMG_9785

IMG_9789

IMG_9794

Alit Dian Saepudin, Rakadrian Nugraha

Alit Dian Saepudin, Rakadrian Nugraha
I’m sexy and I know it
Rakadrian Nugraha
WHAT?!

Pieter Mario, Alit Dian Saepudin, Rakadrian Nugraha

IMG_9812

IMG_9818

Rakadrian Nugraha
Calvin Klein wannabe

Abid Affadi Wedatama

IMG_9838  IMG_9839

IMG_9840  IMG_9842

IMG_9843  IMG_9845

IMG_9846

Pieter Mario   Fauzan Permana Noor

Fauzan Permana Noor

Ivo Mario Purba
Running Man
Haiqal Muhammad
Yeah, man!

Abid Affandi Wedatama

Haiqal Muhammad   Rakadrian Nugraha

Ika Putri Syawaliani

Chantika Karina, Fauzan Permana Noor

Chantika Karina, Fauzan Permana Noor

Abid Affandi Wedatama

Haiqal Muhammad, Fauzan Permana Noor

Alit Dian Saepudin, Chantika Kariana, Haiqal Muhammad, Fauzan Permana Noor, Pieter Mario, Abid Affandi Wedatama

Chantika Karina
Dududufufu

IMG_9950

IMG_9951

Alit Dian Saepudin, Fauzan Permana Noor, Rakadrian Nugraha, Pieter Mario, Rio Rinaldi, Abid Affandi Wedatama, Haiqal Muhammad

IMG_9956

IMG_9957

M. Luqman Hidayat, Faizal Ibrahim, Rakadrian Nugraha
Marimar (telenovela) photo shoot

Ivo Mario Purba

Rakadrian Nugraha

Fauzan Permana Noor

IMG_9960

IMG_9963

IMG_9975

IMG_9977

IMG_9978

After

Rio Rinaldi

M. Luqman Hidayat
Baby photo shoot

Ivo Mario Purba

Hania Rizkieta Hazah, Ika Putri Syawaliani, Reta Riayu Putri
with Ika & Hania

Hania Rizkieta Hazah, Ika Putri Syawaliani, Reta Riayu Putri

Hania Rizkieta Hazah, Reta Riayu Putri, Ika Putri Syawaliani

Hania Rizkieta Hazah, Reta Riayu Putri, Ika Putri Syawaliani

Ika Putri Syawaliani, Reta Riayu Putri, M. Luqman Hidayat
with Ika & Luqman

BBQ PARTY

Malamnya, yang juga bertepatan dengan malam Minggu, kita memilih barbeque-an dengan bahan yang sudah disediakan. Jarang-jarang nih, bisa malam Minggu-an tanpa membedakan sekat-sekat jomblo dan yang tidak, lol. Bahan-bahan yang kita bakar sih masih yang normal-normal kok. Mulai dari ayam, sotong, hingga sosis. Setidaknya, kami belum berniat membakar yang lain, rumah, perhaps. Setelah barbeque-an, sekitar jam sebelas, kita naik ke kamar, tapi bukan ke kamar masing-masing, secara saat itu yang sedang dijadikan markas besarnya adalah main room-nya cewe. Mulai dari jam sebelesan hingga duabelas, kita sibuk cerita horror dengan lampu kamar yang dimatikan. Sebagian dari kita bercerita secara bergantian tentang kejadian horror, yang pernah mereka alami, which is, belum tentu 100 % kebenarannya menurut gue. Muka gue sih beneran flat abis. Well, rada takut dikit sih, ya. But, believe it or not, dalam hati gue masih sempat nge-request, kalaupun ntar ada hantu yang muncul di itu kamar, gue berharap itu hantunya Michael Jackson. Biar kece aja gitu ceritanya, lol. So, sekitar satu jam kemudian, kita akhirnya ganti topik. Kali ini lampu kamarnya telah dinyalakan. Ceritanya berganti menjadi topik seputar kelas. Sharing anything, selama satu tahun belakangan ini, hal-hal yang terjadi di kelas, dan semua-semuanya. Jadi gitu dah kira-kira. Selesainya sekitar jam dua-an. Nah, jam dua itupun, sebagian anak cowo masih tetep di kamar cewe, belum mau bergerak ke kamarnya. Setelah dipaksa, barulah akhirnya mereka kembali ke kamarnya masing-masing dengan membawa hasil jajahan berupa snack dari kamar cewe. Akhirnya, kami yang cewe, yang terdiri dari 8 kalau ngga salah, tidur dalam satu kamar yang tadi dijadikan markas oleh Syndicate untuk sharing  satu sama lain. We had a great night, ya know. Saat sebagian mulai terlelap, gue sama Hania dan Chika, masih belum bisa tidur. Alhasil, kita memutuskan untuk nonton film Mr. & Mrs. Smith yang dibintangi oleh Brad Pitt dan Angelina Jolie. Gue ngga tau lagi gimana kelanjutannya, karena kayaknya gue udah tepar ngga sadarkan diri sebelum filmnya habis, rofl!

Rakadrian Nugraha, Abid Affandi Wedatama

Haiqal Muhammad

Fauzan Permana Noor, M. Luqman Hidayat

IMG_0098

IMG_0101

IMG_0103

Ika Putri Syawaliani   Ika Putri Syawaliani

Alit Dian Saepudin, Reta Riayu Putri
with Alit

Fauzan Permana Noor, Jeremy Woosnam Prasetyo

Rakadrian Nugraha

Gilang Delana Putri, Rakadrian Nugraha

IMG_0128

IMG_0130

IMG_0131

IMG_0133

IMG_0136

Rio Rinaldi

M. Luqman Hidayat

Haiqal Muhammad, M. Luqman Hidayat

Ika Putri Syawaliani

IMG_0146

Fauzan Permana Noor

Fauzan Permana Noor
Rock, man!

IMG_0158

Pieter Mario

Fiha Ruzieqna

Rio Rinaldi

Haiqal Muhammad, Abid Affandi Wedatama

Gilang Delana Putri

Reta Riayu Putri, Gilang Delana Putri

Faizal Ibrahim, M. Luqman Hidayat, Hania Rizkieta Hazah

Reta Riayu Putri, Fiha Ruzieqna
with Fiha

IMG_0178

Hot-chicks
Hot-chicks

Ika Putri Syawaliani, Mila Baarik Iman Sari, Haiqal Muhammad

M. Luqman Hidayat, Hania Rizkieta Hazah

Fauzan Permana Noor

Swimming

Part 2

Minggu, 7 Juli 2013

Nah, ini dia. Keesokan paginya lagi, setelah bangun tidur, kita mulai berenang lagi. Sebenernya, kemarin malam kita juga udah berencana berenang lagi (kita di sini maksudnya, gue, Fiha, Ivo, Rio, etc) tengah malam kemarin. Tapi karena ngga memungkinkan, pupuslah rencana itu. Rada creepy juga kalau harus berenang di tengah malam gitu. Awalnya sih, tingkat keberanian gue ngalah-ngalahin James Bond yang ngejar musuhnya, Silva di tengah keramaian kota London, tapi setelah mendengar cerita horror lainnya dari Pieter, wah nyali gue jadinya entah menguap ke mana. Akhirnya, pagi keesokannya, kita bangun jam 6, lebih pagi dari anak cowo yang masih pada tidur. Alhasil, pagi-pagi itu, gue, Ika, Fiha, dan Gilang memutuskan berenang lagi. Tak lama, saat jam breakfast, rata-rata semuanya telah bangun, saat mamanya Raka, sangat berbaik hati membawakan kami sarapan. Dari hotelnya dapat sih, tapi ngga sreg aja rasanya. Jadilah kami menyantap sarapan yang dibawakan mamanya Raka dengan lahapnya. Ini beneran dari dalam lubuk hati Syndicate ingin mengucapkan, “Makasih banyak, taaaaan!” (senyum-lebar). Usai sarapan, anggota Syndicate lainnya, juga ikutan berenang. Tanpa terasa, kita berenang hingga pukul 11 siang, di mana, tak lama kemudian, kita udah harus check-out dari hotelnya sekitar pukul 12. Rada sedih sih.  Mereka bilang, ntar pas kelas tiga, kita harus nginap 3 hari 2 malam, ada juga yang bilang, ntar kita kelas tiga, ke Bali, dan yang lain berharap dalam hati semoga liburan kelas tiga nanti lebih seru dari sebelumnya. Semoga kesampaian ya guys. Thanks for those amazing 2 days. Love you so much!

IMG_0307

IMG_0308

M. Luqman Hidayat

Alit Dian Saepudin

IMG_0314

Gilang Delana Putri, Fiha Ruzieqna

Haiqal Muhammad

IMG_0320

Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah

IMG_0329

Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, Ika Putri Syawaliani

IMG_0334

IMG_0336

Reta Riayu Putri, Gilang Delana Putri

IMG_0346

Rakadrian Nugraha

Rakadrian Nugraha, Haiqal Muhammad

Haiqal Muhammad

Alit Dian Saepudin, M. Luqman Hidayat

Alit Dian Saepudin, M. Luqman Hidayat

IMG_0402

Haiqal Muhammad, Chantika Karina, Fiha Ruzieqna

Haiqal Muhammad, Chantika Karina, Fiha Ruzieqna

IMG_0408

Haiqal Muhammad, Chantika Karina

Mengejar McFlurry ke Negeri Cina

Sabtu, 4 Mei 2013

McFlurry oh McFlurry. Haha. Silly banget ini memang. McFlurry… McFlurry (sembah-dewa). Sabtu pagi itu berjalan seperti biasa. Layaknya manusia normal lainnya, gue datang ke sekolah sambil berharap dalam hati bakal ada hujan lebat plus badai serta halilintar, supaya nggak senam pagi di lapangan. Tapi, sepertinya Dewa Angin tengah berlibur sementara ke Maldives dan bersantai di Palm Beach Resort saat gue sedang super-duper membutuhkannya, karena buktinya Sabtu pagi itu terlihat sangat cerah yang nyatanya tidak sesuai dengan harapan. Matahari dengan semangat ’45 menyinari lapangan olahraga pagi itu. Tak pelak, dengan gaya zombie kece, gue setengah berlari bergerak ke lapangan karena tak lama lagi senam pagi akan dimulai. Tapi memang awalnya nggak niat senam, jadi yah gitu aja suer. Senamnya gue kayak orang patah tulang—gerak-gerak dikit.

Pukul 8 pagi pun pelajaran pertama dimulai. Debate. Oh, pelajaran itu berlalu seperti angin. Cepat banget. Gue lagi pengin lama-lama di jam mulok padahal. Jam istirahat pun tiba. Dasar movie-freak, gue sama the folks lainnya, Ika, Haiqal, Fulrisami malah nge-stuck di kelas nonton Wedding Dress—film Korea tersedih yang pernah ada. To be honest, seriusan, gue udah pernah nonton film itu di rumah dan udah tahu jalan ceritanya. Tapi, nggak tahu kenapa, nonton lagi itu tetap buat kita termehek-mehek—over. Ceritanya terlalu sedih sih. Si Haiqal nggak berhenti-henti nanya berulang kali kayak alaram, “sedihnya di bagian mana, sih?”—gue sampai jengah dengernya. Jelas-jelas ceritanya sedih, dianya malah ketawa—tebak siapa yang waras?

Setelah filmnya habis… “Huaaaa! Sedih banget filmnya” (kucek-kucek mata), kata si Haiqal dangdut satu itu. Dasar ga waras. Nah, ini dia permulaannya, saat Haiqal ntah Fulristami yang bilang, “Pengin McFlurry”. Gue jadi pengin to the max juga, “Iya….” (sambil membayangkan McFlurry karamel). “Ayolah, gerak sekarang. Beli McFlurry” Haiqal dangdut berkata. “Ayooooo!” kata gue dengan semangat ’45.

Jadilah kita pergi. Ika bareng Haiqal dan gue bareng Fulristami aka Ipul, naik motor. Rencananya, kita bakal singgah dulu di rumah Ipul buat ambil mobil—jadi ga ribet pakai motor banyak-banyak.  Dalam hati nih.. “WE ARE FREE AS A BIRDS!”. Tiba-tiba, di salah satu  persimpangan di Bengkong—daerah rumah Ipul, nggk tahu gimana ceritanya, tiba-tiba hujan dan jalan turunan itu seketika menjadi licin. Bliz! Gue sendiri nggak tahu lagi kelanjutannya karena tiba-tiba gue dan Ipul udah berserak di aspal—tersungkur, jatuh hingga guling-guling nyium aspal. Berselang beberapa detik kemudian, Ika dan Haiqal pun juga ikut jatuh ke aspal. Dazzz, kita semua berserakan di jalan—yang mana sampai sekarang, gue masih tak henti-hentinya bersyukur, untung nggak ada kendaraan mobil atau motor yang tengah melaju dari arah belakang. Parahnya, jalan turunan tempat kami jatuh itu banyak truk berseliweran. Masih nggak kebayang, gimana kalau ada kendaraan dari arah belakang. Ya Allah, semua itu terjadi tanpa diduga. Gue langsung gemeteran. Anehnya, walaupun lutut, siku, dan tangan berdarah perih gitu, gue sama sekali nggak bisa nangis. Cuma diam sebentar, nahan perih dan akhirnya ketawa gara-gara si Haiqal dangdut itu bilang, “Aduh, cewek banget sih. Biasa aja lagi. Ngapain takut. Cuma jatuh gitu aja pun. Nggak pa-pa. Kita keren kok.” Hhhh, dasar sarap. Itu anak bisa-bisanya santai setelah kita berserakan di aspal karena keadaan jalanan yang licin.

Akhirnya, kita semua tetap ke rumah Ipul, bersihin luka-luka yang ada. Setelahnya, dasar McFlurry-freak, kita semua tetap melanjutkan destinasi ke Mc Donald’s untuk beli McFlurry idaman itu. Gilakkkk, masih nggak habis pikir, baru jatuh lho padahal. Tapi McFlurrynya tetap dong ya hehehe. Tak hanya McFlurry sebenarnya, plus beef burger juga hihi. Kita takeaway sambil makan di mobil. Setelah itu, kita pun lanjut ke rumah Raka untuk latihan musik. Sesampainya, di rumah Raka, yang lain pada menatap heran dengan pandangan heran bercampur bingung saat lihat penampilan kami yang berantakan. Jancuk! Baju olahraga yang putih bersih itu berubah warna jadi hitam karena nyapu aspal. Lame! But it was great.

Haiqal Muhammad
Silly face of Haiqal
Fulristami Zaenab
Fulristami aka Ipul
McDonald's
beef-burger
McFlurry Choco

McDonald’s Part 2

Minggu, 5 Mei 2013

Matahari Minggu pagi itu memang nggak bisa diajak kompromi. Cerah banget. Padahal gue berharap ada hujan lebat plus badai. Gilaaak, nggak mutu banget ye moto hidup gue, tiap hari berharap hujan. Hehehe. Minggu itu gue ada rencana mau latihan musik di rumah Raka bareng anggota musik lainnya, Jeremy, Pieter, Raka, Sahat, Haiqal, Abid, Fauzan, Denis, Fulristami, Fiha, dan Ika. Kata Pieter, “Latihannya jam 11 ya. Eh, nggak jadi, jam 10 aja. Biar nggak ngaret. Tapi mulainya jam 11.” Oke sipppp.

Jam 10, tiba-tiba hujan turun. “Alhamdulillaaaaaaah”, ucap gue dalam hati. Jadilah pas hujan itu gue masih bergelung di bawah selimut sambil membaca novel sastra, Layar Terkembang karya S. Takdir Alisjahbana. Tiba-tiba, ada SMS, tring… 

Ika      : Reta, pergi ke rumah Raka, kan?

Reply: Iya

Ika      : Udah siap-siap?

Reply : Belum

Ika       : Buruan siap-siap. Cepat.

Reply : Errrrr malas

Ika       : Cepat

Reply : Ok

………….sesampainya di rumah Raka

“Hai!” sapa si tuan rumah yang belum mandi yang tengah asik dengan game FIFA-nya. Hohoho, jam telah menunjukkan pukul 12 siang saat anggota yang lain belum pada datang—yang ternyata memang tidak pada datang, kecuali kita berlima plus Raka tentunya sebagai si tuan rumah. Tiba-tiba, teve yang ada di depan mata tengah mengiklankan burger McDonal’s. “Haduh, McDonald’s udah manggil. Aku mandi dulu ya, we. Ntar kita pergi.”

Gue, Ika, Fiha, Fulristami, dan Haiqal langsung manggut-manggut setuju. “Ayoooooo!” kata gue semangat. 15 menit kemudian, Raka pun selesai mandi di mana kemudian kita langsung terjun ke McDonald’s. Kalau kali ini, Raka yang ngidam berat sama McDonald’s. Beberapa belas menit kemudian, kita sampai di McDonald’s—heaven!

Tiba-tiba, Abid anggota musik lainnya muncul juga di McDonald’s—yang sampai sekarang gue nggak ngerti dia muncul tiba-tiba gitu darimana. Akhirnya kita semua serentak pesan Panas Special McDonlad’s beserta coke-nya. Tadi, kita perginya pakai dua mobil. Mobil Haiqal dan Fulrisami. Karena Fulristami aka Ipul langsung balik ke rumahnya yang dekat dengan McDonald’s, gue barenga Raka, Ika, an Fiha berpikir keras gimana caranya kita balik lagi ke rumah Raka, karena semua barang-barang kita ada di rumahnya Raka. Haiqal—yang sebenarnya ada acara lagi sehabis di McDonald’s tentunya tidak dapat mengantarkan kami lagi balik ke rumah Raka. Setelah bepikir keras mencari solusi, akhirnya Haiqal dangdut itu berbaik hati mengantari kami sampai halte depan Rumah Sakit Awal Bros, sehinga kami yang kecehhh ini bisa naik busway ke rumah Raka di Jalan Palapa. Akhirnya, dengan membayar Rp. 12.000,- kita berempat—gua, Fiha, Raka, Ika, sampai dengan selamat di rumah Raka berkat bantuan dari oom supir busway yang punya kumis kece tersebut. Sipppp, perut kenyang hati pun senang. Jadi, intinya hari itu kami tidak jadi latihan musik hehehe.

McDonald’s Part 3 with Momma and Paprock

Senin, 6 Mei 2013

Sepulang sekolah, gua langsung latihan musik di rumah Raka, which ya know, we… yes too much rambling there at Raka’s but it was good, anyway. Nah, pas selesai latihan sekitar jam 5, gue…. tidak langsung pulang ke rumah sodarah-sodaraaaah, melainkan singgah ke McDonald’s dulu sama momma & paprock. Yippi, McDonald’s all the time. Si papa… biasa… kangen McD udah kayak orang ngidam. So, we had an early dinner there xoxo.

McDonald's

Legit Pictures 2013

Rabu, 8 Mei 2013

Rabu ialah hari terkece di dunia. Kami, XI-IPA 5—SMAN 1 Batam menampakkan euforia kemenangan akan libur 1 hari pada hari Kamis yang akan datang. “Yayyyyy!” Jadi, di hari yang berbahagia itu, gue dan the folks yang merasa takaran gilanya sama kayak gua mengambil beberapa foto yang bisa dijadikan sebagai album dalam kenangan manis SMA di hari Rabu yang cerah. Here we go!

Rakadrian Nugraha dan Haiqal Muhammad
Jack dan Rose wannabe by Haiql Muhammad and Rakadrian Nugraha
Haiqal Muhammad
Dablo by Haiqal dangdut
Ivo Mario
Super Mario Brossss, Ivo!
Rakadrian Nugraha
sleeping beauty

Cinema with Momma and Paprock

Kamis, 9 Mei 2013

Yihaaaaa! Tanggal merah yang satu ini memang harus dinikmati dengan sungguh-sungguh. Santai sejenak dari rutinitas sehari-hari rasanya tidak ada yang salah hehehe. Jadi, pada Kamis yang legit itu, gua ngajak mama sama papa untuk nonton 9 Summers 10 Autumns di bioskop 21, Nagoya Hill. 

9 summers 10 autumns (3)
9 Summers 10 Autumns the movie
9 Summers 10 Autumns
poster

9 Summers 10 Autumns

Guess what? Gue berani bilang bahwa ini film Indonesia yang sangat inspirasional yang pernah ada. Gue rasa ini film yang wajib ditonton oleh kita semua anak Indonesia yang kadang merasa jenuh atau putus asa dengan kehidupan. Perasaan gue setelah nonton film 9 Summers 10 Autumns adalah lega. Iya, lega. Lega bahwa akhirnya gue yakin dengan sepenuh hati, hidup ini hanya butuh keberanian. Usaha dan kerja keras adalah pelengkapnya. Intinya adalah sebuah keberanian. Film ini sukses bikin gue termehek-mehek, nangis, you know, beneran nagis tersedu-sedu tapi juga bisa tertawa dalam waktu yang bersamaan. Film ini bikin gue sadar kalau hidup ini tidak pantas untuk dikeluhi barang sebentar. Hidup ini hanya untuk dijalani, bukan dikeluhi. I rated this movie 10/10. Ini adalah film Indonesia terbaik yang pernah ada.

Jadi, film 9 Summers 10 Autumns adalah film yang mengisahkan tentang seorang anak supir angkot yang dengan segala keterbatasan orangtuanya dapat menggapai New York dengan kerjakeras dan kesungguhan hatinya. Iwan, dikisahkan sebagai anak supir angkot di daerah Batu, Malang yang hidup dengan serba kekurangan, tapi berlimpah kasih sayang dari kedua orangtuanya, ibu dan bapak. Ibu, tak pernah menyerah untuk berjuang membesarkan anaknya dengan suaminya yang hanya bekerja sebagai supir angkot dengan kelima anaknya. Iwan adalah anak ketiga dari bapak dan ibu, anak lelaki satu-satunya yang bapak harapkan dapat menjadi penerusnya sebagai kepala keluarga dengan bekerja sebagai supir angkot.

Tapi, jalan kadang tak sesuai dengan yang telah terpetakan saat Iwan mendapat beasiswa kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Iwan memiliki tekad yang kuat untuk meneruskan kuliahnya dengan beasiswa prestasi tersebut, namun dilema muncul saat sang bapak bersikeras agar anaknya tetap tinggal di Batu dan membantunya mencari nafkah sebagai supir angkot. Iwan mengurungkan niatnya sejenak untuk kuliah. Namun dalam hati, api semangat untuk kuliah itu tak pernah padam dalam hatinya.

Suatu hari, bapak pun luluh hatinya saat melihat tekad anaknya bersungguh-sungguh untuk meneruskan kuliahnya. Bapak pun menjual angkotnya untuk membiayai keperluan sehari-hari Iwan di Bogor. Bagian ini buat gue nangis tersedu-sedu, saat sang bapak memutuskan untuk menjual angkotnya agar dapat membiayai keperluan anaknya sehari-hari saat kuliah di Bogor.

Perjuangan bapak rasanya tak sia-sia saat Iwan akhirnya lulus dengan predikat cum laude. Setelah lulus kuliah, ia pun mulai bekerja di Jakarta sebagai data analis. 3 tahun kerja kerasnya sebagai data analis di Jakart rasanya terbayar dengan tawaran kerja di New York yang didapatnya beerkat kerja kerasnya itu. Di New York, karirnya pun melesat cepat hingga tak terasa telah 9 musim panas dan 10 musim gugur ia lewati di New York dengan posisi terakhir sebagai Director Internal Client Management Data Analysis and Consulting Nielsen Consumer Research New York, Amerika Serikat. Setelahnya, ia sempat ditawari posisi direktur di Eropa  saat akhirnya ia memutuskan untuk menolaknya dan memilih balik ke Indonesia setelah melewati 9 musim panas 10 musim gugur di negeri Paman Sam tersebut.

Film ini pantas direkomendasikan untuk wajib ditonton oleh semua kalangan. Film Indonesia inspirasional yang satu ini sangat sarat makna. Film 9 Summers 10 Autumns ini diangkat dari novel yang berjudul sama, yang diangkat dari kisah nyata, yaitu kisah asli penulisnya sendiri yaitu Iwan Setyawan. It was perfectly good! You gotta see! Here… some pictures of the movie.

9 Summers 10 Autumns
part of the movie
9 Summers 10 AUtumns
part of the movie
9 Summers 10 Autumns
part of the movie

McDonald’s Part 4

Jumat, 10 Mei 2013

Hehehehehe, iya. I’m addicted to McDd’s. Untuk kesekian kalinya dalam minggu ini, gue ke McDonald’s lagi. Kali ini bareng Haiqal, Abid, dan Fulristami aka Ipul. Gua pesan Big Mac yang super-duper jumbo dan kembali ke sekolah lagi dengan perut super kenyang tepat sebelum shalat Jumat dimulai, karena Haiqal dan Abid harus shalat Jumat, hihi.

McDonald's Big Mac Burger
Big Mac Burger-nya McDonald’s
Glass
Pesan Big Mac Burger dapat gelas cantik ini dari CocaCola

McDonald’s Part 5

Sabtu, 11 Mei 2013

Hehehehe, yesssss, you’re right. Gue pergi lagi ke McD’s hari Sabtu itu hehehe. Kali ini gue pergi bareng Raka, Alit, Haiqal, Gilang Delana aka Yayang, Fulristami aka Ipul. Tak lama sesampainya di McD’s, tiba-tiba Ivo menelepon Alit, mengatakan bahwa ia akan menyusul juga ke McD’s bareng yang lain. Tak lama, Ivo dan yang lain, di antaranya Hania, Mila, Suci, Dwi Putri, Rio, Luqman menyusul ke McDonald’s. So, there we go, had lunch and lil bit rambling about 2-3 hours and then we went to school again hehehe. Here… some photos of our silly-faces.

Haiqal Muhammad, Gilang Delana Putri, dan Rakadrian Nugraha Gilang Delana Putri, dan Rakadrian Nugraha Reta Riayu Putri dan Fulristami Zaenab Haiqal Muhammad dan Gilang Delana Putri Gilang Delana Putri dan Rakadrian Nugraha Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Haiqal Muhammad, Gilang Delana Putri, Dwi Putri Julianti, Mila Baarik Iman Sari Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Gilang Delana Putri, Mila Baarik Iman Sari Gilang Delana Putri dan Mila Baarik Iman Sari Reta Riayu Putri dan Fulristami Zaenab Gilang Delana Putri, Dwi Putri Julianti, Suci Womantri, Reta Riayu Putri, dan Fulristami Zaenab Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, Suci Womantri, Dwi Putri Julianti, dan Gilang Delana Putri. Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, M. Luqman Hidayat, Suci Womantri, Dwi Putri Julianti, dan Gilang Delana Putri. Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Hania Rizkieta Hazah, dan Haiqal Muhammad Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti dan Haiqal Muhammad Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti, Haiqal Muhammad, dan Gilang Delana Putri Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti, dan Gilang Delana Putri Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, dan Gilang Delana Putri Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti dan Haiqal Muhammad Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, M. Luqman Hidayat, Suci Womantri, Dwi Putri Julianti dan Gilang Delana Putrii + Raka's mouth