Trip to Sambu

Aloha December! Bonjour. Ok, belated post. Nah! December 1st, 2013 I went to Sambu Island with my bestfriend, Ika. It’s located on the northwestern side of Batam island. We enjoyed every mins of that and got a lot things to do. Ok, my mistake. 1 thing, perhaps, because all we did over there is taking photo. We took photos every sec, alright every min. Silly and kinky rofl I knew. It such a selfie day for us.

Let me tell ya from the beginning. That day…

Ika, temen gue itu sms. Kira-kira isinya gini

‘Ta, belajar biologi bareng yuk’

‘Boleh. Kapan?’

‘Siang ini.’

Ok! Di mana?’

 ‘Pulau Sambu aja. Kita belajar di pantainya’

‘WHATTTT?!! Ayooooooo!’

‘Serius mau? Yaudah nanti aku jemput di rumah jam 2, ya’

‘Ok dahlingggg’

Jam dua pun tiba. Ika menjemputku di rumahku dengan sepeda motornya. Brum brum brum. Kita membelah jalanan kota Batam yang lumayan padat pada siang Minggu itu. Ceritanya, Senin besok, ada ulangan biologi. Jadi, kami berdua mau belajar di pantai, biar konsentrasi gitu ceritanya.

Grengggggg, Ika masih membelah jalanan kota Batam. Ia menyalip siapapun yang ada di depannya. Aku mengeratkan pelukanku. Ngga lucu aja kalau jatoh terus gue ketinggalan di jalan. Ngga lucu aja. Ika, pembalap profesional tingkat RT itu masih terus konsen ke jalan yang ada di depannya. Gue yang dibonceng di belakangnya bernyanyi riang dengan senangnya. Sambu, we are coming!

Sesampainya di pelabuhan Sekupang, Ika memarkirkan motornya. Oom penjaga parkir di situ datang menyapa.

“Mau nyebrang pulau ya, dek?”

“Iya, Om,”

“Hati-hati dek,”

“Kenapa, Om?”

“Mesin boat-nya tenggelam,”

“Hah, serius, Om??”

“Iya, dek,”

“Gimana ini?”

“Duh, kalau mesinnya ngga tenggelam, boat-nya ngga bisa jalan atuh dek. HAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHA”

HA-HA! Lucu, iye lucu. Garing. Masih kagak percaya gue bisa ketipu sama joke garing kayak gitu. Pengin tujes-tujesin oomnya ke lantai. Rggggh! Akhirnya, gue dan Ika membeli 2 tiket dengan tujuan pulau Sambu. Sepanjang perjalanan ke Sambu, gue ga berhenti-berhentinya ngucap dalam hati. Ini boat rada serem terombang-ambing di tengah lautan, miring kanan miring kiri. Tapi, tetep, foto-fotonya ngga ketinggalan. Sesampainya di Sambu pun, kita malah samasekali ngga ada buka buku bio. Malah foto-fotooooo terus sampai unyu.

2013-12-01 14.51.24

Trip to Sambu Island

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Kantor Syahbandar Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Pulau Sambu
Mesjid Al Muhajirin Pertamina Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Pulau Sambu

2013-12-01 15.25.00

Trip to Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Pantai Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

2013-12-01 15.40.20

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

2013-12-01 16.27.03

Tanpa terasa, jam telah menunjukkan pukul 16.50. Kami bergegas balik ke tepian dermaga untuk balik ke Batam. Gue deg-degan abis. Ternyata boat terakhir yang akan membawa kami pulang ke Batam baru saja pergi. Alhasil, kami berdua pun termangu diam.

“Ret, terus gimana nih?”

“Iya. Padahal kita cuma telat beberapa detik aja,”

“Sekarang kita pulang naik apa dong?”

“Berenang aja yuk,”

“Ret, serius!”

“Iya, mau gimana lagi,”

Kekekeke, guess, enggak kok. Gue sama Ika nggabeneran berenang. Gile aja bro. Kagak mungkinlah. Gue belom minat ikut cast Titanic 2 kok, ngapain nekat berenang segala. ROFL OMFGGGG hahaha. Lucky me and Ika, limabelas menit kemudian, datanglah boat yang menepi.

“Om, ke Batam, ya,” (yehhh, lu kate naik keri Batu Aji)

“Cuma dua orang?!”

“Iya,”

“Kalau dua orang, tiketnya mahal dek,”

“Jangan mahal-mahal la, Om. Kami cuma punya sedikit uang,” (pasang muka sedih)

“Yaudah, ngga usah naik kalau gitu,”

“Om, tapi itu mahal banget, Om,”

“Cari orang dulu yang banyak, baru bisa murah,”

Gue bengong. Ini pulau udah sepi, terus disuruh cari orang dulu, yang sama-sama mau ke Batam, karena kalau cuma dua orang oomnya tak mau anterin. Gimana ceritanyaaaaaaaa. Gue bengong, lagi. Di dalam pikiran gue, ya udahlah, nggak papa. Kalau nggak pulang, jadinya nggak ulangan bio (salah fokus). Luckily (unluckily) tak lama kemudian, datanglah empat orang traveler lainnya yang luckily (unluckily) mau pulang ke Batam juga. Oom sampan yang betingkah tadi menepi lagi melihat setidaknya enam orang yang bakal balik ke Batam. Ia pun memasang muka senang.

“Ayo dek, naik,”

“Berapa jadi ongkosnya, Om?”

“Murah aja kok. Gampang itu,”

Gue bengong lagi. Ini oom lupa minum obat ya tadi pagi? Setelah semuanya naik, boat tersebut pun melaju. Baru beberapa detik boat tersebut membelah lautan, guess what, boat-nya mati. Oomnya menepi lagi.

Gue keringat dingin brooo. Gue menatap oomnya tajam. Apa lagi iniiii. Oh. Ternyata oomnya isi minyak dulu brooo. Gue bengong lagi. Pengin tujes-tujesin oomnya. Beberapa menit kemudian, boat-nya pun akhirnya jalan. Oomnya membelah lautan bak Sinbad di lautan sambil menghisap cerutunya. Sedaaah.

2013-12-01 16.51.40

IMG-20131201-00515

Tak lama kemudian, akhirnya kami tiba di Batam dengan selamat. Gue nyengir lebar akhirnya. Jadi, intinya selama di Sambu, kami nggak ada buka buku bio sedikitpun. Setibanya di Batam, gileeeee brooooh. Lapeeer banget, haus juga. Jam telah menunjukkan pukul 17:40 saat perut gue bernyanyi dengan riangnya. Lalu kami kemudian berinisiatif untuk belajar bareng di rumah Raka, yang kebetulan tidak jauh dari Pelabuhan Sekupang.

Lucky me and Ika, setibanya di rumah Raka, kami langsung disuguhi roti goreng, yang digoreng langsung oleh Raka sendiri (good boy). Alit yang kebetulan juga sedang di rumah Raka geleng-geleng kepala melihat kami yang kelaparan dan kehausan balik dari Sambu.

“Kalian berdua nekat banget sih ke Sambu,”

“Iya, nih. Kalau tadi di laut kalian digigit hiu gimana?”

Gue bengong. ROFL. Alit dan Raka masih heran melihat kami berdua. Gue mah teteup ngunyah, secara laper berat brooo. Setelah kenyang, kami berempat akhirnya belajar bio bareng. Tanpa terasa, jam telah menunjukkan pukul 20.00 saat gue, Ika, dan Alit akhirnya pamit pulang. Nah, gitu bro ceritanya xoxo.

Mengejar McFlurry ke Negeri Cina

Sabtu, 4 Mei 2013

McFlurry oh McFlurry. Haha. Silly banget ini memang. McFlurry… McFlurry (sembah-dewa). Sabtu pagi itu berjalan seperti biasa. Layaknya manusia normal lainnya, gue datang ke sekolah sambil berharap dalam hati bakal ada hujan lebat plus badai serta halilintar, supaya nggak senam pagi di lapangan. Tapi, sepertinya Dewa Angin tengah berlibur sementara ke Maldives dan bersantai di Palm Beach Resort saat gue sedang super-duper membutuhkannya, karena buktinya Sabtu pagi itu terlihat sangat cerah yang nyatanya tidak sesuai dengan harapan. Matahari dengan semangat ’45 menyinari lapangan olahraga pagi itu. Tak pelak, dengan gaya zombie kece, gue setengah berlari bergerak ke lapangan karena tak lama lagi senam pagi akan dimulai. Tapi memang awalnya nggak niat senam, jadi yah gitu aja suer. Senamnya gue kayak orang patah tulang—gerak-gerak dikit.

Pukul 8 pagi pun pelajaran pertama dimulai. Debate. Oh, pelajaran itu berlalu seperti angin. Cepat banget. Gue lagi pengin lama-lama di jam mulok padahal. Jam istirahat pun tiba. Dasar movie-freak, gue sama the folks lainnya, Ika, Haiqal, Fulrisami malah nge-stuck di kelas nonton Wedding Dress—film Korea tersedih yang pernah ada. To be honest, seriusan, gue udah pernah nonton film itu di rumah dan udah tahu jalan ceritanya. Tapi, nggak tahu kenapa, nonton lagi itu tetap buat kita termehek-mehek—over. Ceritanya terlalu sedih sih. Si Haiqal nggak berhenti-henti nanya berulang kali kayak alaram, “sedihnya di bagian mana, sih?”—gue sampai jengah dengernya. Jelas-jelas ceritanya sedih, dianya malah ketawa—tebak siapa yang waras?

Setelah filmnya habis… “Huaaaa! Sedih banget filmnya” (kucek-kucek mata), kata si Haiqal dangdut satu itu. Dasar ga waras. Nah, ini dia permulaannya, saat Haiqal ntah Fulristami yang bilang, “Pengin McFlurry”. Gue jadi pengin to the max juga, “Iya….” (sambil membayangkan McFlurry karamel). “Ayolah, gerak sekarang. Beli McFlurry” Haiqal dangdut berkata. “Ayooooo!” kata gue dengan semangat ’45.

Jadilah kita pergi. Ika bareng Haiqal dan gue bareng Fulristami aka Ipul, naik motor. Rencananya, kita bakal singgah dulu di rumah Ipul buat ambil mobil—jadi ga ribet pakai motor banyak-banyak.  Dalam hati nih.. “WE ARE FREE AS A BIRDS!”. Tiba-tiba, di salah satu  persimpangan di Bengkong—daerah rumah Ipul, nggk tahu gimana ceritanya, tiba-tiba hujan dan jalan turunan itu seketika menjadi licin. Bliz! Gue sendiri nggak tahu lagi kelanjutannya karena tiba-tiba gue dan Ipul udah berserak di aspal—tersungkur, jatuh hingga guling-guling nyium aspal. Berselang beberapa detik kemudian, Ika dan Haiqal pun juga ikut jatuh ke aspal. Dazzz, kita semua berserakan di jalan—yang mana sampai sekarang, gue masih tak henti-hentinya bersyukur, untung nggak ada kendaraan mobil atau motor yang tengah melaju dari arah belakang. Parahnya, jalan turunan tempat kami jatuh itu banyak truk berseliweran. Masih nggak kebayang, gimana kalau ada kendaraan dari arah belakang. Ya Allah, semua itu terjadi tanpa diduga. Gue langsung gemeteran. Anehnya, walaupun lutut, siku, dan tangan berdarah perih gitu, gue sama sekali nggak bisa nangis. Cuma diam sebentar, nahan perih dan akhirnya ketawa gara-gara si Haiqal dangdut itu bilang, “Aduh, cewek banget sih. Biasa aja lagi. Ngapain takut. Cuma jatuh gitu aja pun. Nggak pa-pa. Kita keren kok.” Hhhh, dasar sarap. Itu anak bisa-bisanya santai setelah kita berserakan di aspal karena keadaan jalanan yang licin.

Akhirnya, kita semua tetap ke rumah Ipul, bersihin luka-luka yang ada. Setelahnya, dasar McFlurry-freak, kita semua tetap melanjutkan destinasi ke Mc Donald’s untuk beli McFlurry idaman itu. Gilakkkk, masih nggak habis pikir, baru jatuh lho padahal. Tapi McFlurrynya tetap dong ya hehehe. Tak hanya McFlurry sebenarnya, plus beef burger juga hihi. Kita takeaway sambil makan di mobil. Setelah itu, kita pun lanjut ke rumah Raka untuk latihan musik. Sesampainya, di rumah Raka, yang lain pada menatap heran dengan pandangan heran bercampur bingung saat lihat penampilan kami yang berantakan. Jancuk! Baju olahraga yang putih bersih itu berubah warna jadi hitam karena nyapu aspal. Lame! But it was great.

Haiqal Muhammad
Silly face of Haiqal
Fulristami Zaenab
Fulristami aka Ipul
McDonald's
beef-burger
McFlurry Choco

McDonald’s Part 2

Minggu, 5 Mei 2013

Matahari Minggu pagi itu memang nggak bisa diajak kompromi. Cerah banget. Padahal gue berharap ada hujan lebat plus badai. Gilaaak, nggak mutu banget ye moto hidup gue, tiap hari berharap hujan. Hehehe. Minggu itu gue ada rencana mau latihan musik di rumah Raka bareng anggota musik lainnya, Jeremy, Pieter, Raka, Sahat, Haiqal, Abid, Fauzan, Denis, Fulristami, Fiha, dan Ika. Kata Pieter, “Latihannya jam 11 ya. Eh, nggak jadi, jam 10 aja. Biar nggak ngaret. Tapi mulainya jam 11.” Oke sipppp.

Jam 10, tiba-tiba hujan turun. “Alhamdulillaaaaaaah”, ucap gue dalam hati. Jadilah pas hujan itu gue masih bergelung di bawah selimut sambil membaca novel sastra, Layar Terkembang karya S. Takdir Alisjahbana. Tiba-tiba, ada SMS, tring… 

Ika      : Reta, pergi ke rumah Raka, kan?

Reply: Iya

Ika      : Udah siap-siap?

Reply : Belum

Ika       : Buruan siap-siap. Cepat.

Reply : Errrrr malas

Ika       : Cepat

Reply : Ok

………….sesampainya di rumah Raka

“Hai!” sapa si tuan rumah yang belum mandi yang tengah asik dengan game FIFA-nya. Hohoho, jam telah menunjukkan pukul 12 siang saat anggota yang lain belum pada datang—yang ternyata memang tidak pada datang, kecuali kita berlima plus Raka tentunya sebagai si tuan rumah. Tiba-tiba, teve yang ada di depan mata tengah mengiklankan burger McDonal’s. “Haduh, McDonald’s udah manggil. Aku mandi dulu ya, we. Ntar kita pergi.”

Gue, Ika, Fiha, Fulristami, dan Haiqal langsung manggut-manggut setuju. “Ayoooooo!” kata gue semangat. 15 menit kemudian, Raka pun selesai mandi di mana kemudian kita langsung terjun ke McDonald’s. Kalau kali ini, Raka yang ngidam berat sama McDonald’s. Beberapa belas menit kemudian, kita sampai di McDonald’s—heaven!

Tiba-tiba, Abid anggota musik lainnya muncul juga di McDonald’s—yang sampai sekarang gue nggak ngerti dia muncul tiba-tiba gitu darimana. Akhirnya kita semua serentak pesan Panas Special McDonlad’s beserta coke-nya. Tadi, kita perginya pakai dua mobil. Mobil Haiqal dan Fulrisami. Karena Fulristami aka Ipul langsung balik ke rumahnya yang dekat dengan McDonald’s, gue barenga Raka, Ika, an Fiha berpikir keras gimana caranya kita balik lagi ke rumah Raka, karena semua barang-barang kita ada di rumahnya Raka. Haiqal—yang sebenarnya ada acara lagi sehabis di McDonald’s tentunya tidak dapat mengantarkan kami lagi balik ke rumah Raka. Setelah bepikir keras mencari solusi, akhirnya Haiqal dangdut itu berbaik hati mengantari kami sampai halte depan Rumah Sakit Awal Bros, sehinga kami yang kecehhh ini bisa naik busway ke rumah Raka di Jalan Palapa. Akhirnya, dengan membayar Rp. 12.000,- kita berempat—gua, Fiha, Raka, Ika, sampai dengan selamat di rumah Raka berkat bantuan dari oom supir busway yang punya kumis kece tersebut. Sipppp, perut kenyang hati pun senang. Jadi, intinya hari itu kami tidak jadi latihan musik hehehe.

McDonald’s Part 3 with Momma and Paprock

Senin, 6 Mei 2013

Sepulang sekolah, gua langsung latihan musik di rumah Raka, which ya know, we… yes too much rambling there at Raka’s but it was good, anyway. Nah, pas selesai latihan sekitar jam 5, gue…. tidak langsung pulang ke rumah sodarah-sodaraaaah, melainkan singgah ke McDonald’s dulu sama momma & paprock. Yippi, McDonald’s all the time. Si papa… biasa… kangen McD udah kayak orang ngidam. So, we had an early dinner there xoxo.

McDonald's

Legit Pictures 2013

Rabu, 8 Mei 2013

Rabu ialah hari terkece di dunia. Kami, XI-IPA 5—SMAN 1 Batam menampakkan euforia kemenangan akan libur 1 hari pada hari Kamis yang akan datang. “Yayyyyy!” Jadi, di hari yang berbahagia itu, gue dan the folks yang merasa takaran gilanya sama kayak gua mengambil beberapa foto yang bisa dijadikan sebagai album dalam kenangan manis SMA di hari Rabu yang cerah. Here we go!

Rakadrian Nugraha dan Haiqal Muhammad
Jack dan Rose wannabe by Haiql Muhammad and Rakadrian Nugraha
Haiqal Muhammad
Dablo by Haiqal dangdut
Ivo Mario
Super Mario Brossss, Ivo!
Rakadrian Nugraha
sleeping beauty

Cinema with Momma and Paprock

Kamis, 9 Mei 2013

Yihaaaaa! Tanggal merah yang satu ini memang harus dinikmati dengan sungguh-sungguh. Santai sejenak dari rutinitas sehari-hari rasanya tidak ada yang salah hehehe. Jadi, pada Kamis yang legit itu, gua ngajak mama sama papa untuk nonton 9 Summers 10 Autumns di bioskop 21, Nagoya Hill. 

9 summers 10 autumns (3)
9 Summers 10 Autumns the movie
9 Summers 10 Autumns
poster

9 Summers 10 Autumns

Guess what? Gue berani bilang bahwa ini film Indonesia yang sangat inspirasional yang pernah ada. Gue rasa ini film yang wajib ditonton oleh kita semua anak Indonesia yang kadang merasa jenuh atau putus asa dengan kehidupan. Perasaan gue setelah nonton film 9 Summers 10 Autumns adalah lega. Iya, lega. Lega bahwa akhirnya gue yakin dengan sepenuh hati, hidup ini hanya butuh keberanian. Usaha dan kerja keras adalah pelengkapnya. Intinya adalah sebuah keberanian. Film ini sukses bikin gue termehek-mehek, nangis, you know, beneran nagis tersedu-sedu tapi juga bisa tertawa dalam waktu yang bersamaan. Film ini bikin gue sadar kalau hidup ini tidak pantas untuk dikeluhi barang sebentar. Hidup ini hanya untuk dijalani, bukan dikeluhi. I rated this movie 10/10. Ini adalah film Indonesia terbaik yang pernah ada.

Jadi, film 9 Summers 10 Autumns adalah film yang mengisahkan tentang seorang anak supir angkot yang dengan segala keterbatasan orangtuanya dapat menggapai New York dengan kerjakeras dan kesungguhan hatinya. Iwan, dikisahkan sebagai anak supir angkot di daerah Batu, Malang yang hidup dengan serba kekurangan, tapi berlimpah kasih sayang dari kedua orangtuanya, ibu dan bapak. Ibu, tak pernah menyerah untuk berjuang membesarkan anaknya dengan suaminya yang hanya bekerja sebagai supir angkot dengan kelima anaknya. Iwan adalah anak ketiga dari bapak dan ibu, anak lelaki satu-satunya yang bapak harapkan dapat menjadi penerusnya sebagai kepala keluarga dengan bekerja sebagai supir angkot.

Tapi, jalan kadang tak sesuai dengan yang telah terpetakan saat Iwan mendapat beasiswa kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Iwan memiliki tekad yang kuat untuk meneruskan kuliahnya dengan beasiswa prestasi tersebut, namun dilema muncul saat sang bapak bersikeras agar anaknya tetap tinggal di Batu dan membantunya mencari nafkah sebagai supir angkot. Iwan mengurungkan niatnya sejenak untuk kuliah. Namun dalam hati, api semangat untuk kuliah itu tak pernah padam dalam hatinya.

Suatu hari, bapak pun luluh hatinya saat melihat tekad anaknya bersungguh-sungguh untuk meneruskan kuliahnya. Bapak pun menjual angkotnya untuk membiayai keperluan sehari-hari Iwan di Bogor. Bagian ini buat gue nangis tersedu-sedu, saat sang bapak memutuskan untuk menjual angkotnya agar dapat membiayai keperluan anaknya sehari-hari saat kuliah di Bogor.

Perjuangan bapak rasanya tak sia-sia saat Iwan akhirnya lulus dengan predikat cum laude. Setelah lulus kuliah, ia pun mulai bekerja di Jakarta sebagai data analis. 3 tahun kerja kerasnya sebagai data analis di Jakart rasanya terbayar dengan tawaran kerja di New York yang didapatnya beerkat kerja kerasnya itu. Di New York, karirnya pun melesat cepat hingga tak terasa telah 9 musim panas dan 10 musim gugur ia lewati di New York dengan posisi terakhir sebagai Director Internal Client Management Data Analysis and Consulting Nielsen Consumer Research New York, Amerika Serikat. Setelahnya, ia sempat ditawari posisi direktur di Eropa  saat akhirnya ia memutuskan untuk menolaknya dan memilih balik ke Indonesia setelah melewati 9 musim panas 10 musim gugur di negeri Paman Sam tersebut.

Film ini pantas direkomendasikan untuk wajib ditonton oleh semua kalangan. Film Indonesia inspirasional yang satu ini sangat sarat makna. Film 9 Summers 10 Autumns ini diangkat dari novel yang berjudul sama, yang diangkat dari kisah nyata, yaitu kisah asli penulisnya sendiri yaitu Iwan Setyawan. It was perfectly good! You gotta see! Here… some pictures of the movie.

9 Summers 10 Autumns
part of the movie
9 Summers 10 AUtumns
part of the movie
9 Summers 10 Autumns
part of the movie

McDonald’s Part 4

Jumat, 10 Mei 2013

Hehehehehe, iya. I’m addicted to McDd’s. Untuk kesekian kalinya dalam minggu ini, gue ke McDonald’s lagi. Kali ini bareng Haiqal, Abid, dan Fulristami aka Ipul. Gua pesan Big Mac yang super-duper jumbo dan kembali ke sekolah lagi dengan perut super kenyang tepat sebelum shalat Jumat dimulai, karena Haiqal dan Abid harus shalat Jumat, hihi.

McDonald's Big Mac Burger
Big Mac Burger-nya McDonald’s
Glass
Pesan Big Mac Burger dapat gelas cantik ini dari CocaCola

McDonald’s Part 5

Sabtu, 11 Mei 2013

Hehehehe, yesssss, you’re right. Gue pergi lagi ke McD’s hari Sabtu itu hehehe. Kali ini gue pergi bareng Raka, Alit, Haiqal, Gilang Delana aka Yayang, Fulristami aka Ipul. Tak lama sesampainya di McD’s, tiba-tiba Ivo menelepon Alit, mengatakan bahwa ia akan menyusul juga ke McD’s bareng yang lain. Tak lama, Ivo dan yang lain, di antaranya Hania, Mila, Suci, Dwi Putri, Rio, Luqman menyusul ke McDonald’s. So, there we go, had lunch and lil bit rambling about 2-3 hours and then we went to school again hehehe. Here… some photos of our silly-faces.

Haiqal Muhammad, Gilang Delana Putri, dan Rakadrian Nugraha Gilang Delana Putri, dan Rakadrian Nugraha Reta Riayu Putri dan Fulristami Zaenab Haiqal Muhammad dan Gilang Delana Putri Gilang Delana Putri dan Rakadrian Nugraha Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Haiqal Muhammad, Gilang Delana Putri, Dwi Putri Julianti, Mila Baarik Iman Sari Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Gilang Delana Putri, Mila Baarik Iman Sari Gilang Delana Putri dan Mila Baarik Iman Sari Reta Riayu Putri dan Fulristami Zaenab Gilang Delana Putri, Dwi Putri Julianti, Suci Womantri, Reta Riayu Putri, dan Fulristami Zaenab Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, Suci Womantri, Dwi Putri Julianti, dan Gilang Delana Putri. Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, M. Luqman Hidayat, Suci Womantri, Dwi Putri Julianti, dan Gilang Delana Putri. Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Hania Rizkieta Hazah, dan Haiqal Muhammad Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti dan Haiqal Muhammad Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti, Haiqal Muhammad, dan Gilang Delana Putri Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti, dan Gilang Delana Putri Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, dan Gilang Delana Putri Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti dan Haiqal Muhammad Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, M. Luqman Hidayat, Suci Womantri, Dwi Putri Julianti dan Gilang Delana Putrii + Raka's mouth

My 16th Birthday Party

March 8, 2013

I’m just 16! Yayyyy! For finally, I’m 16 already! Wut wuttt! Jumat, 8 Maret 2013 lalu was a big-big-superb-day for me. Still can’t believe that finally I’m 16 ya knowww ngehehehe, di mana 16 tahun yang lalu di Rumah Sakit Otorita Batam, tepatnya hari Sabtu, 8 Maret 1997, my super-duper awesome Mama brought me into this world. To be honest, ada cerita, well, funny story dibalik lahirnya gue. Tapi ga mau cerita di sini ah, panjang banget abisan hehe. Just reach me to know about the story hehehe. Jumat pagi itu, I got so many birthday wishes from my friends. Ahhhh, thank you to everyone for the birthday wishes! I was so bloody flattered that I got so many! I never ever expected quite so many as I got. About 1am, I got this one from Andreas. I loveeee this one! Thank you so much, Bubuuuu!

Birthday Card-Funk from Andreas!!

Beethoven membahana dengan Fur Elise-nya—menandakan berakhirnya jam pelajaran siang itu. Nope, gue ga langsung pulang. Sehabis pulang sekolah, gue masih harus latihan nari untuk ambil nilai seni kebudayaan esok harinya. Jadi, ya know, gue tetap stay di kelas sembari menunggu teman-teman gue yang laki-laki—muslim, selesai sholat Jumat. I can’t help but scream, “what the hell am I suppose to do?!” 

Jadi, ide brilian gue keluar. Ngehehehe, gue taruhan sama Jeremy. Barcelona, tim favorit gue sedang bertanding melawan Real Madrid di laptop Alit—okay, sounds awkward—maksudnya di game FIFA di laptop Alit, nahhhh well! Taruhannya adalah ice cream Cornetto. Jadi kalau gue menang, gue dapat satu cornetto, ngehehehe. Mau tau gak lu pada sama hasilnya? You know, semua orang tahu—(baca: menggunakan nada Sahat), siapa yang jadi juaranya. March is mine. Tentu aja gue pemenangnya ngehehehe. Messi gue tersayang itu ngebantai Madrid 4-3 hahahahaha. Tapi, secara tiba-tiba Jeremy bilang, “I love Barca—Barcelona, copppp!”. Pftttttt! Karbitan. So, no need to tell you-sih. Gue ga jadi dapat cornetto. Si Jeremy berdalih dengan mendukung Barca-nya gue, elehhh.  But it was a great time mihihi.

Tak lama kemudian, Andreas datang ke kelas gue, untuk balikin novel Sunshine Becomes You karya Ilana Tan yang dipinjamnya, sembari mengucapkan “Happy birthday, Reta.” udah gitu aja. Singkat banget ya, haha. Lalu ia mengatakan bahwa ia mau pinjam buku cetak PKN-nya gue. I just gave him. But did you know, 2 hours later, when I checked my bag, I found this superb birthday card in my bag, di dalam buku cetak PKN tadi. Ternyata itu anak ngga beneran mau pinjam buku, melainkan cuma untuk letak this superb-birthday-card!!! Thank you so much Andreas!! You are the best friend evaaaaaa!!

Reta Riayu Putri's
Birthday Card from Andreas
Reta Riayu Putri's
from Andreas, too

 If I haven’t mentioned it in a while, I have the best friends in the whole world!! Tidak berhenti sampai di sini. Setelahnya, secara tiba-tiba, Ipul, Aulia, Chika, Yayang, dan yang lainnya pada datang memberi surprise dengan 4 cupcakes dan lilin di atasnya masing-masing. Gua niup lilinnya sampai 16 kali, untuk menandakan umur gue yang udah 16 mihihi. Speechless, you rawk palsss!

March 9, 2013

Keesokan harinya, Sabtu pagi, I was planning to have lunch with my classmates at Pizza Hut for my birthday, dan seriusan demi apa!! Sabtu pagi itu gue gak bisa berhenti ketawa dengan debat kusir berkepanjangan antara gue dan Raka vs Yayang, lol. Jadi gini, inti pertanyaan dari semua debat panjang itu adalah, “Apa yang akan Anda lakukan jika Anda dikejar orang gila, di mana hanya akan ada 2 pilihan. Tetap lari tidak berhenti atau sembunyi di dalam tong sampah?”. Gue dan Raka berpendirian untuk tetap lari melihat kondisi seperti itu, sementara dari kubu Yayang memilih untuk sembunyi di tong sampah, ngehehehehe.

Jawaban dari para korespondennya pun bermunculan. Mau tahu? Ngehehe ini dia…

1) Ika, pelajar yang selalu berpikir bak Margaret Thatcher mengatakan bahwa ia akan pingsan, lalu jawaban dari Yayang [yang keukeuh pada pilihannya, yaitu sembunyi di tong sampah] mengatakan bahwa kalau kita pingsan, ntar malah digrepe-grepe sama orang gilanya. Well ini ga banget sumpah bahahaha.

2) Ivo, pelajar yang selalu bercita-cita untuk memimpin klub Chelsea, seratus tahun mendatang mengatakan bahwa ia akan berpura-pura menjadi orang gila, jadi orang gila yang asli bakal berhenti untuk ngejar-ngejar [kan sesama gila, maksudnya hahahaha].

3) Ipul, mamah super bijak ini mengatakan bahwa ia akan memukul orang gila itu sampai pingsan [di mana di pikiran gue sendiri adalah, definisi pukul yang dimaksud Ipul itu adalah ‘pukul manja’. You knowww ngehehehe, ga kebayang aje gitu pukul manja-manjaan sama orgil ngahahahaha.

Okay, that’s all, lol! After that, about 1pm, we had a great lunch at Pizza Hut. We had a great time and laughed a whole lot hehehehe. Here we go!!!

Reta Riayu Putri's
My classmates
2013-03-09 14.21.02

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
with Chantika Karina, Rofidah Umniyati, Fulristami Zaenab, and Aulia Riski Molanda
Reta Riayu Putri's
with M. Luqman Hidayat and Fulristami
Reta Riayu Putri's
with Aulia Riski Molanda, Rofidah Umniyati, and Fulristami Zaenab

 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Abid Affandi, Haiqal Muhammad, and Rofidah
 Reta Riayu Putri's
Ivo, my silly friend

Reta Riayu Putri's
Syndicate [XI Science 5 – SMAN 1 Batam]
Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Rofidah Umniyati dan Rama Fitria Revoni
Reta Riayu Putri's
with Octavian Sahat, Rofidah, and Ika
Reta Riayu Putri's
Trio Kwek-Kwek [Gilang Delana Putri, Riani Fitrahlia, & Rakadrian Nugraha]

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Jeremy Woosnam Prasetio, Chantika Karina, Rofidah, & Fulristami

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Prama Ikhsan Anggara, Jeremy, and Sahat

 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Rakadrian Nugraha dan Fulristami Zaenab

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Duo-Pletty
Reta Riayu Putri's
with Tresnawati Dyah and Ivo Mario Purba
Reta Riayu Putri's
with Edy Frans and Dicky Gilang Mahardika
Reta Riayu Putri's
Voni, Aulia, Hania, Luqman, Gilang, Prama, and Chika
Reta Riayu Putri's
with Haiqal, Fulristami, & Suci Womantri

2013-03-09 15.02.23

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

2013-03-09 14.55.15

Reta Riayu Putri's
this is freakin silly

Reta Riayu Putri's
you know (baca: “semua orang tahu…” [dengan nada Sahat]
 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's
Fiha Ruzieqna & Faizal Ibrahim

2013-03-09 14.15.22

Reta Riayu Putri's
Ika Putri Syawaliani & Pieter Mario

2013-03-09 14.16.54

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

 Reta Riayu Putri's

2013-03-09 14.09.23

2013-03-09 14.11.10

Reta Riayu Putri's
boys

2013-03-09 14.14.03

Reta Riayu Putri's
Hania Rizkieta Hazah, Suci Womantri, Dwi Putri & Gilang

2013-03-09 14.34.42

2013-03-09 14.48.44

Reta Riayu Putri's
another silly-face
Reta Riayu Putri's
Rakadrian Nugraha & M. Luqman Hidayat

2013-03-09 14.54.19

2013-03-09 14.10.49

2013-03-09 14.13.08

2013-03-09 14.13.15

2013-03-09 14.15.50

2013-03-09 14.29.11

2013-03-09 14.29.38

2013-03-09 14.42.22

2013-03-09 14.40.19

Reta Riayu Putri's

2013-03-09 14.53.49

Reta Riayu Putri's
I’m Zorro

2013-03-09 14.57.13

2013-03-09 14.57.30

2013-03-09 14.57.47

Reta Riayu Putri's
gift from my classmates

2013-03-09 18.45.45

Reta Riayu Putri's
I LIKE IT!!

The James Bond Family

James Bond series

We are James Bond Family! Ciaaaaat! No no no, it was joke haha. But, I tell ya, we are James Bond addicted. We have been waiting for four years for Skyfall, ahhh we love James Bond so much! So, when the Skyfall movie, which is the James Bond series out in cinema, yes, we can’t wait anymore. We went to cinema and darn it all to hell, the Skyfall movies was really great! And the opening of the movie, yes you rite, lol. The opening of the movie started with James Bond falls off a bridge with backsound Adele’s song, Skyfall. What a great combination!

Daniel Craig as James Bond
Javier Bardem as Raoul Silva

Skyfall is the 23rd film in the 50-year-old Bond series and absolutely Skyfall is the best Bond yet! There, I said it.

For Craig’s third outing as the MI6 operative, he stars here opposite the best Bond girl yet; Judi Dench’s ‘M’. Although the painfully beautiful Berenice Marlohe had been pushed as the front and centre femme fatale, it’s actually ‘M’ who stands out here, acting as the emotional anchor of the film. With Dench’s character on the cusp of forced retirement, Skyfall’s plot brings everything that bit closer to home, adding a layer of sentimentality not usually found in a Bond film. With the safety of MI6 under threat now more than ever, Craig faces the best villain since Blofeld, that being Bardem’s Raoul Silva. Though not introduced until half way through the film (a brave move to say the least) Bardem brings something new to Bond; a very authentic sense of the foreboding, akin to Batman’s Bane. What’s more, he’s pretty damn funny too.

Daniel Craig as James Bond

Beautifully shot by Roger Deakins (No Country For Old Men, Revolutionary Road) with a whopper score from Thomas Newman, Mendes squarely hits the nail on many levels. The back and forth between M and Bond is fantastic (even with Bond atop a train, grappling with his first target, the banter fails to wane) while the respectful nods to earlier films – among which a slick vintage motor is included – are a treat. The edge-of-your-seat action scenes are as impressive as you’d expect, with one in particular making you less than excited about your next experience on the London Underground.

Studio 21
Ticket of the Skyfall movie at Studio 21

What’s most commendable about Skyfall however, is the blue-eyed blonde haired Bond, Daniel Craig. Granting us access to the more personal details of his past while demonstrating that he hasn’t got the emotional depth of a rock, Craig shines through the complexity of this role. While his character’s physical and mental state may be somewhat worse for wear here, Craig himself is certainly on top form.

And now, I’m gonnalead you to Adele’s song, SKYFALL! I love Skyfall by Adele so much! You gotta love too, pals hihih. Here the lyrics of Skyfall by Adele and I’m gonna tell you the meaning of that.

SKYFALL

This is the end
Hold your breath and count to ten
Feel the earth move and then
Hear my heart burst again

For this is the end
I’ve drowned and dreamt this moment
So overdue I owe them
Swept away, I’m stolen

Let the sky fall
When it crumbles
We will stand tall
Face it all together

Let the sky fall
When it crumbles
We will stand tall
Face it all together
At skyfall
Sad skyfall

Skyfall is where we start
A thousand miles and poles apart
Where worlds collide and days are dark
You may have my number, you can take my name
But you’ll never have my heart

Let the sky fall (let the sky fall)
When it crumbles (when it crumbles)
We will stand tall (we will stand tall)
Face it all together

Let the sky fall (let the sky fall)
When it crumbles (when it crumbles)
We will stand tall (we will stand tall)
Face it all together
At skyfall

[2x]
(Let the sky fall
When it crumbles
We will stand tall)

Where you go I go
What you see I see
I know I’d never be me
Without the security
Of your loving arms
Keeping me from harm
Put your hand in my hand
And we’ll stand

Let the sky fall (let the sky fall)
When it crumbles (when it crumbles)
We will stand tall (we will stand tall)
Face it all together

Let the sky fall (let the sky fall)
When it crumbles (when it crumbles)
We will stand tall (we will stand tall)
Face it all together
At skyfall

Let the sky fall
We will stand tall
At skyfall

Nah! You might wonder what does mean of Adele’s song, rite. Here…

This might give away some of the movie so don’t read if you haven’t seen the movie yet!

First of all it says “this is the end”. This is when he gets shots and falls off a bridge. When it then says “hold your breath and count to 10” this has a strong link to the scene going on in the opening sequence. He accidently gets shot and falls off a bridge into water. This means he’s holding his breath as he drowns. When it says “so overdue I owe them” I think it means that he’s finally dieing after all those years of service.

Skyfall, is the place where Bond lived before he became part of MI6. So when it says “Skyfall is where we start” That is what it means. That’s where he lived when he was a child.

Moving onto the chorus. (I’m doing this in a random order) When it says “Stand tall, at Skyfall” etc it’s referring to when they take shelter there from the bad guy and they have to basically fight there. Another point I would like to point out is when it says “When it crumbles” It’s talking when the house (Skyfall) is destroyed in their battle. Luckily Bond hated the house so no bad feelings!

Then, when it says “Where I go, you go, What I see, you see” it explains that the secret service are watching what he’s doing at every point. That’s what it’s pointing out.

Well, that’s about all the meanings I can gather really from that song! Hope you became wiser from reading this!

At last, Skyfall was great! I love it! Well, actually we went to Godiva Bistro, before going to see Skyfall. We had dinner at Godiva Bistro restaurant. I enjoyed an half hour at Godiva. I ordered Capcay (Chinese food) and avocado juice for the drink. Here we go!