Trip to Sambu

Aloha December! Bonjour. Ok, belated post. Nah! December 1st, 2013 I went to Sambu Island with my bestfriend, Ika. It’s located on the northwestern side of Batam island. We enjoyed every mins of that and got a lot things to do. Ok, my mistake. 1 thing, perhaps, because all we did over there is taking photo. We took photos every sec, alright every min. Silly and kinky rofl I knew. It such a selfie day for us.

Let me tell ya from the beginning. That day…

Ika, temen gue itu sms. Kira-kira isinya gini

‘Ta, belajar biologi bareng yuk’

‘Boleh. Kapan?’

‘Siang ini.’

Ok! Di mana?’

 ‘Pulau Sambu aja. Kita belajar di pantainya’

‘WHATTTT?!! Ayooooooo!’

‘Serius mau? Yaudah nanti aku jemput di rumah jam 2, ya’

‘Ok dahlingggg’

Jam dua pun tiba. Ika menjemputku di rumahku dengan sepeda motornya. Brum brum brum. Kita membelah jalanan kota Batam yang lumayan padat pada siang Minggu itu. Ceritanya, Senin besok, ada ulangan biologi. Jadi, kami berdua mau belajar di pantai, biar konsentrasi gitu ceritanya.

Grengggggg, Ika masih membelah jalanan kota Batam. Ia menyalip siapapun yang ada di depannya. Aku mengeratkan pelukanku. Ngga lucu aja kalau jatoh terus gue ketinggalan di jalan. Ngga lucu aja. Ika, pembalap profesional tingkat RT itu masih terus konsen ke jalan yang ada di depannya. Gue yang dibonceng di belakangnya bernyanyi riang dengan senangnya. Sambu, we are coming!

Sesampainya di pelabuhan Sekupang, Ika memarkirkan motornya. Oom penjaga parkir di situ datang menyapa.

“Mau nyebrang pulau ya, dek?”

“Iya, Om,”

“Hati-hati dek,”

“Kenapa, Om?”

“Mesin boat-nya tenggelam,”

“Hah, serius, Om??”

“Iya, dek,”

“Gimana ini?”

“Duh, kalau mesinnya ngga tenggelam, boat-nya ngga bisa jalan atuh dek. HAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHA”

HA-HA! Lucu, iye lucu. Garing. Masih kagak percaya gue bisa ketipu sama joke garing kayak gitu. Pengin tujes-tujesin oomnya ke lantai. Rggggh! Akhirnya, gue dan Ika membeli 2 tiket dengan tujuan pulau Sambu. Sepanjang perjalanan ke Sambu, gue ga berhenti-berhentinya ngucap dalam hati. Ini boat rada serem terombang-ambing di tengah lautan, miring kanan miring kiri. Tapi, tetep, foto-fotonya ngga ketinggalan. Sesampainya di Sambu pun, kita malah samasekali ngga ada buka buku bio. Malah foto-fotooooo terus sampai unyu.

2013-12-01 14.51.24

Trip to Sambu Island

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Kantor Syahbandar Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Pulau Sambu
Mesjid Al Muhajirin Pertamina Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Pulau Sambu

2013-12-01 15.25.00

Trip to Sambu

Pulau Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Pantai Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

2013-12-01 15.40.20

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

Trip to Sambu

2013-12-01 16.27.03

Tanpa terasa, jam telah menunjukkan pukul 16.50. Kami bergegas balik ke tepian dermaga untuk balik ke Batam. Gue deg-degan abis. Ternyata boat terakhir yang akan membawa kami pulang ke Batam baru saja pergi. Alhasil, kami berdua pun termangu diam.

“Ret, terus gimana nih?”

“Iya. Padahal kita cuma telat beberapa detik aja,”

“Sekarang kita pulang naik apa dong?”

“Berenang aja yuk,”

“Ret, serius!”

“Iya, mau gimana lagi,”

Kekekeke, guess, enggak kok. Gue sama Ika nggabeneran berenang. Gile aja bro. Kagak mungkinlah. Gue belom minat ikut cast Titanic 2 kok, ngapain nekat berenang segala. ROFL OMFGGGG hahaha. Lucky me and Ika, limabelas menit kemudian, datanglah boat yang menepi.

“Om, ke Batam, ya,” (yehhh, lu kate naik keri Batu Aji)

“Cuma dua orang?!”

“Iya,”

“Kalau dua orang, tiketnya mahal dek,”

“Jangan mahal-mahal la, Om. Kami cuma punya sedikit uang,” (pasang muka sedih)

“Yaudah, ngga usah naik kalau gitu,”

“Om, tapi itu mahal banget, Om,”

“Cari orang dulu yang banyak, baru bisa murah,”

Gue bengong. Ini pulau udah sepi, terus disuruh cari orang dulu, yang sama-sama mau ke Batam, karena kalau cuma dua orang oomnya tak mau anterin. Gimana ceritanyaaaaaaaa. Gue bengong, lagi. Di dalam pikiran gue, ya udahlah, nggak papa. Kalau nggak pulang, jadinya nggak ulangan bio (salah fokus). Luckily (unluckily) tak lama kemudian, datanglah empat orang traveler lainnya yang luckily (unluckily) mau pulang ke Batam juga. Oom sampan yang betingkah tadi menepi lagi melihat setidaknya enam orang yang bakal balik ke Batam. Ia pun memasang muka senang.

“Ayo dek, naik,”

“Berapa jadi ongkosnya, Om?”

“Murah aja kok. Gampang itu,”

Gue bengong lagi. Ini oom lupa minum obat ya tadi pagi? Setelah semuanya naik, boat tersebut pun melaju. Baru beberapa detik boat tersebut membelah lautan, guess what, boat-nya mati. Oomnya menepi lagi.

Gue keringat dingin brooo. Gue menatap oomnya tajam. Apa lagi iniiii. Oh. Ternyata oomnya isi minyak dulu brooo. Gue bengong lagi. Pengin tujes-tujesin oomnya. Beberapa menit kemudian, boat-nya pun akhirnya jalan. Oomnya membelah lautan bak Sinbad di lautan sambil menghisap cerutunya. Sedaaah.

2013-12-01 16.51.40

IMG-20131201-00515

Tak lama kemudian, akhirnya kami tiba di Batam dengan selamat. Gue nyengir lebar akhirnya. Jadi, intinya selama di Sambu, kami nggak ada buka buku bio sedikitpun. Setibanya di Batam, gileeeee brooooh. Lapeeer banget, haus juga. Jam telah menunjukkan pukul 17:40 saat perut gue bernyanyi dengan riangnya. Lalu kami kemudian berinisiatif untuk belajar bareng di rumah Raka, yang kebetulan tidak jauh dari Pelabuhan Sekupang.

Lucky me and Ika, setibanya di rumah Raka, kami langsung disuguhi roti goreng, yang digoreng langsung oleh Raka sendiri (good boy). Alit yang kebetulan juga sedang di rumah Raka geleng-geleng kepala melihat kami yang kelaparan dan kehausan balik dari Sambu.

“Kalian berdua nekat banget sih ke Sambu,”

“Iya, nih. Kalau tadi di laut kalian digigit hiu gimana?”

Gue bengong. ROFL. Alit dan Raka masih heran melihat kami berdua. Gue mah teteup ngunyah, secara laper berat brooo. Setelah kenyang, kami berempat akhirnya belajar bio bareng. Tanpa terasa, jam telah menunjukkan pukul 20.00 saat gue, Ika, dan Alit akhirnya pamit pulang. Nah, gitu bro ceritanya xoxo.

Advertisements

Euforia PSP 5 hingga Surat Terbuka untuk Presiden

“Nak, kamu ikut lomba tulis surat terbuka untuk presiden, ya.” this is the beginning. Sabtu, secara tiba-tiba, Bu Yotri, guru bahasa Indonesia di tempat saya bersekolah, SMAN 1 Batam menyarankan agar saya mengikuti lomba yang terbuka untuk seluruh Indonesia itu.

“Oh, iya, Bu” jawab saya singkat sementara neuron dan cerebrum saya masih bersinergi mencerna kata-kata Bu Yotri tadi. Hal pertama yang ada di pikiran saya adalah, mau nulis tentang apa, ya?

Here we go!! Suatu malam, saya terbangun, you know, in the middle of the night, ah cheesy! Oke, ini beneran. Jam dua malam gue bangun antara sadar dan tidak. Mencari-cari HP di nakas dan menyadari bahwa jam masih menunjukkan pukul 2 pagi. I can’t help but scream “WHAT THE HELL AM I SUPPOSE TO DO??”

Automatically, I opened my laptop and starting to write my open letter to Mr. President. Just so you know, tema yang akhirnya gue ambil adalah pendidikan. Sebelumnya, sebuah TV swasta sempat menayangkan bagaimana rapuhnya dunia pendidikan di Indonesia, seperti, sekolah yang sudah rubuh, transportasi ke sekolah yang terputus, dan kisah-kisah lainnya yang semua orang brainless lainnya bakal nganggap itu klasik (baca ini: Benang Kusut Pendidikan di Indonesia dan Kontroversinya)

Jadi, jam dua pagi itu, gue berapi-api menuliskan rapuhnya pendidikan di Indonesia yang mana seyogyanya, pasti bakal dianggap klise sama orang banyak di mana cerebrum gue cuma meneriakkan “WHO CARES?” dan awkward-nya, I can’t stop writing. Batas penulisannya hanya tiga halaman which I want to write it more. Jadilah naskah 3 halaman itu yang saya kirim ke pihak panitia. Setelah membuatnya jam 2 pagi, gileee, itu pure ga ada diubah-ubah lagi. Ga ada proses editing, karena gue langsung kirim ke pihak panitia. Well, that’s it!

Dan alhamdulillah, tanpa disangka, di malam puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam sebagai penyelenggara acara, yang diselenggarakan di Sumatra Convention Centre, Batam, Kepulauan Riau, mengumumkan bahwa open letter that I wrote nyabet ke posisi 9 dari 15 terbaik yang diumumkan. Di mana, 15 penulis terbaik, diberi sertifikat dan karyanya akan dibukukan. Thank, God! I don’t expect You too much but this one is enough for me.

Berikut adalah surat terbuka untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saya tulis.

Yth, Presiden Republik Indonesia

di Jakarta

“Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?

Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah

Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah

Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah”

 

Bapak presiden yang terhormat, penggalan bait puisi karya Adhie Massardi di atas mungkin terkesan klise bagi sebagian orang. Untaian kata demi kata dari bait puisi sederhana tersebut mungkin saja dipandang sebelah mata. Walau bagaimanapun, puisi tersebut sebenarnya merupakan jeritan hati terdalam dari seorang rakyat biasa yang hidup di era demokrasi seperti sekarang ini. Keluh kesah tersebut tidak lain bagaikan rintihan kawula alit yang berjuang keras memahami keadaan negerinya yang semakin kontras dengan nilai-nilai kestabilan dan kemakmuran yang ada.

Kemiskinan seakan tidak pernah ada habisnya. Permasalahan yang disebabkan oleh garis kemiskinan di negeri ini seakan sudah menjadi hal yang lumrah. Masalah kaum proletar ini semakin memprihatinkan saat Badan Pusat Statistik atau BPS merilis data terbarunya yang menyebutkan sedikitnya terdapat 30 juta lebih penduduk Indonesia yang hidup di garis kemiskinan.

Presiden yang terhormat, imbas dari permasalahan kemiskinan di Indonesia tentu saja mempengaruhi mutu sumber daya manusia yang ada. Setiap tahun jutaan anak Indonesia terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Sebagian dari kita tentu saja khawatir melihat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut. Namun sebagian dari kita mungkin saja bersikap acuh melihat fakta tersebut.

Seyogyanya, hal terpenting untuk menumpas kemiskinan di Indonesia adalah dengan meningkatkan mutu sumber daya manusia yang ada. Peningkatan mutu sumber daya manusia tersebut tentu saja ditingkatkan melalui mutu pendidikan yang tinggi pula. Permasalahan besar yang muncul saat ini adalah seberapa besar kebijakan yang diambil untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia yang terkesan carut-marut dengan berbagai permasalahan yang menghantuinya.

Presiden yang terhormat, rendahnya mutu pendidikan di Indonesia sudah menjadi santapan berita sehari-hari. Anggaran untuk pendidikan yang rendah, jutaan anak Indonesia yang putus sekolah, penyelewengan dana untuk pendidikan oleh oknum tertentu, hingga tidak layaknya bangunan sekolah untuk dijadikan sebagai tempat belajar adalah sebagian kecil di antara problematika yang menghantui dunia pendidikan kita. Contoh sederhananya adalah ketidaklayakan sebagian bangunan sekolah di Indonesia untuk dijadikan sebagai tempat belajar. Bangunan sekolah yang rapuh hingga tidak layak digunakan sebagai tempat belajar sudah seharusnya dianggap sebagai suatu masalah yang serius dan perlu perhatian khusus dari pemerintah. Hal ini dirasa begitu kontras dengan megahnya bangunan gedung-gedung pemerintahan yang ada.

Sebagian dari kita mungkin saja menutup mata melihat rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Namun, tak dapat dipungkiri hal inilah yang menjadi landasan untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia yang lebih baik untuk ke depannya. Permasalahan kaum proletar seperti kemiskinan dan lain sebagainya tentu saja berpangkal dari rendahnya mutu pendidikan kita. Permasalahan di dunia pendidikan inilah yang seharusnya lebih diutamakan untuk diselesaikan.

Presiden yang terhormat, masalah serius di dunia pendidikan kita yang semakin memprihatinkan kerap kali dianggap sebagai angin lalu. Sudah saatnya kita mulai berbenah diri menyadari arti penting pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga dapat terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Pendidikan adalah kunci dari semua problematika yang ada di negeri ini. Dengan tingginya mutu pendidikan maka tinggi pula mutu sumber daya manusia yang ada. Sudah saatnya kita membuka mata, hati, dan pikiran kita mencermati secara serius mengenai permasalahan-permasalahan di dunia pendidikan itu sendiri

Indonesia sebagai negara berkembang tentu saja harus menyadari arti penting pendidikan sebagai bekal untuk menyelesaikan berbagai masalah baik politik, sosial, ekonomi, dan lainnya yang mengendap di bumi Indonesia. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Indonesia tercinta ini harus mengerahkan sekuat tenaga untuk menyelesaikan berbagai permasalahan negeri ini dengan memperbaiki mutu pendidikan itu sendiri.

Presiden yang terhormat, demikian surat terbuka ini, semoga berkenan membaca dan menindaklanjutinya dalam gerak langkah yang nyata untuk Indonesia yang lebih baik.

1360757234455
Sertifikat Lomba Menulis Surat untuk Presiden – Reta Riayu Putri
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
2013-01-26 22.30.33 (1)
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam

Benang Kusut Pendidikan di Indonesia dan Kontroversinya

Posted by Reta Riayu Putri

Pendidikan, hal yang begitu penting untuk kelangsungan hidup manusia ini terkadang disepelekan oleh sebagian orang yang menganggapnya memang seperti itu. Lalu, bagaimana jika kita bicara tentang mutu? Tidak banyak yang mau membuka matanya dan mengatakan dengan lantang bahwa pendidikan kita di Indonesia masih jauh dari kata layak, jika berkaca dari banyaknya sekolah dasar di Indonesia yang bahkan tidak bisa disebut sebagai tempat proses belajar mengajar yang baik.

Permasalahan pendidikan di Indonesia kian kompleks dengan banyaknya berita carut-marut penyelewengan terhadap dana pendidikan baik di tingkat pusat maupun daerah. Jika di luar sana sebagian dari kita sibuk membicarakan tentang sistem UN yang dirasa memberatkan dan tidak efisien, sebenarnya ada masalah yang lebih urgent ketimbang memikirkan seberapa efisien sistem UN tiap tahun bagi senior di tingkat SD, SMP, dan SMA. Hal yang dirasa lebih pantas dipermasalahkan adalah tidak layaknya sebagian besar pendidikan di tingkat dasar. Entahlah, Indonesia seakan semakin terpuruk dalam kompeksitas permasalahan yang tiada hentinya.

Pernahkah Anda membayangkan, ada lebih dari ribuan anak sekolah dasar di daerah pedalaman sana yang setiap hari berjuang keras untuk dapat pergi ke sekolah? Contoh sederhananya, apa yang Anda pikirkan ketika melihat anak-anak SD di Sulawesi menempuh jarak 10 km untuk sampai ke sekolahnya hanya dengan berjalan kaki? Mereka berangkat mulai pukul 3 pagi agar tidak terlambat sampai di sekolahnya yang sangat jauh dari rumahnya? Sementara, realitas di kota besar lainnya, banyak pejabat dan pemegang kekuasaan di instansi pemerintah yang pergi kerja mendapat fasilitas berbagai kendaraan tapi sering lalai dalam tugasnya, seperti membolos saat masuk kerja setelah libur panjang atau bahkan tidur saat rapat sedang berlangsung?

Hal seperti itu mungkin terlihat klise bagi sebagian orang! Termasuk Anda yang membacanya, bukan? Tapi, tidakkah itu suatu ironi yang sangat mengkhawatirkan? Contoh lainnya, banyak juga anak SD yang harus menyebrangi sungai yang deras terlebih dahulu agar bisa sampai ke sekolahnya? Ini ironis!!! Apa kita semua sudah tidak punya hati? Ke mana mata hati kita? Hal itu belum seberapa, jika melihat banyaknya bangunan sekolah di Indonesia yang bahkan jauh dari kata layak, bahkan tidak bisa disebut sebagai tempat belajar yang baik?

Anda mungkin tengah tertawa sekarang melihat tulisan yang mungkin saja Anda anggap sampah pada saat ini. Tulisan anak SMA yang tidak tahu apa-apa, mungkin? Bukan begitu? Baiklah, tulisan ini hanya sebagian keluh-kesah saya melihat ironi pendidikan di Indonesia yang mungkin tidak berarti apa-apa untuk sebagian orang. Tulisan sampah, bukan begitu? But at least, I have my own opinion. 

Teman saya mengatakan (entah masih bisa dianggap teman atau tidak), “bukan cuma 1 masalah yang harus diselesaikan pemerintah….. jangan melulu menyalahkan mereka… kayak gak berpendidikan aja” -entah siapa namanya saya juga sudah lupa.

Apa yang ada dipikiran Anda ketika melihat komentar itu? Tentu saja ia benar. Tidak hanya satu masalah yang harus diselesaikan pemerintah. Tapi, apakah masalah pendidikan itu tidak masuk dalam daftar prioritas? Padahal, pendidikan adalah salah satu hal yang penting untuk menjalankan suatu sistem pemerintahan itu sendiri. Lalu untuk statement selanjutnya, tidak, tidak ada yang menyalahkan pemerintah sama sekali. Malahan kita semua sangat mendukung program kerja pemerintah dengan menyoroti masalah-masalah yang dirasa vital dan harus diperbaiki untuk kelangsungan hidup kita ke depannya. Apa gunanya media pers jika kita hanya menyoroti hal-hal baik yang tersistematis tanpa melihat program lain yang seakan “terbengkalai”? Inilah gunanya pers, bukan?

Statement terakhir, pertanyaan yang muncul adalah, apa semua orang yang mengkritisi program kerja pemerintah termasuk pers dan rakyat itu sendiri dianggap orang yang tidak berpendidikan? Respon saya saat melihat komentar yang dituliskan oleh seseorang tersebut di jejaring sosial adalah well mungkin saya hanya dapat tertawa mengasihani sang komentator tersebut dalam ketidaktahuannya. Kesimpulan yang bisa diambil, tentu saja ia orang yang tidak tahu aturan berpendapat di dunia maya. Ia berdalih setiap orang bebas berpendapat termasuk komentar “kayak orang ga berpendidikan saja”-nya itu. Hal yang saya hormati ialah, ya mungkin saja itu memang pendapat sang komentator tersebut. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan apalagi dibesar-besarkan. Hanya yah mungkin ia hanya, seperti yang saya katakan di awal tadi, terlampau dumb  untuk berpendapat di suatu jejaring sosial.

Kembali lagi ke topik awal, saya tahu tidak semua dari Anda yang membaca tulisan ini pada saat ini setuju dengan apa yang saya uraikan. Intinya, Indonesia ini tidak kalah dari negara-negara besar lainnya seperti Amerika, Jerman, dll. Kita hanya perlu mawas diri dalam mengemban amanah mencerdaskan kehidupan bangsa. Indonesia hanya perlu berbenah diri dalam mencapai visi serta misi mewujudkan negara yang makmur dengan tingkat SDM yang berkualitas tinggi. Indonesia bisa lebih baik lagi atau tidak untuk ke depannya sebenarnya sudah tercermin dalam sikap generasi mudanya pada saat ini. Selama masih ada generasi muda yang membuat menyontek sebagai budayanya, selama itu pula bangsa kita masih akan terbelenggu dalam masalah-masalah kompleks lainnya baik di bidang pemerintahan maupun pendidikan.

Posted by Reta Riayu Putri

Sensei Mira’s Birthday Party

First of all, HAPPY BELATED BIRTHDAY, SENSEI! 

ミラセンセイ、ハッピーバースデー-!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's

This… rencana sensei Mira’s birthday party ini memang sangat undescribable.  Well,  tbh because all of those ruined that already (nodded). So, here we go!!!

Selasa, 20 November 2012, adalah hari yang ditunggu tim Syndicate (nama kelas XI-IPA 5 SMAN 1 Batam /2012-2013). We have planned a birthday party to our sensei ーteacher. It’s a big surprise but booyah it’s all ruined in one sec.

  • Pukul 13:00 

Ludwig van Beethoven menjerit-jerit dengan mahakaryanya yang dikenang sepanjang abad, Fur Elise menandakan berakhirnya jam pelajaran siang itu. Gerombolan Si Berat (nickname-nya Syndicate, kalo gue sih ya) bergegas menyusun strategi ampuh bagaimana caranya menyukseskan program yang satu ini. Our captain ayeee, Faizal leading us to this event (yaelahhh). Opay dan ke-35 Syndicate lainnya bersiap diri di  depan kelas sembari memegang kue cake yang dipersembahkan untuk sensei tercinta itu (bahasa lu, Ret!). Tapi….

  • Pukul 13:30

Iya bener kita semua pada lupa beli lilin. Yah lu kate ini apaan, pasti garing ga sih kalau ga ade lilin. Nah, tanpa pikir panjang lagi, Voni dan Mila bergegas membeli lilin secepat mungkin. Gini lho, itu jam udah hampir jam 2 siang. Sementara ke-34 anggota Syndicate was-was menunggu Voni dan Mila yang sedang membeli lilin… darn!! We found that sensei udah mau balik ke rumahnya. Sederhana, sensei membuka pintu mobilnya, lalu masuk dan mulai menstarter mobilnya, keluar pager yang dibuka dengan anggunnya oleh Pak Iwan penjaga sekolah dan lo tau kita semua nunggu di lapangan like a bears with nothing to do. Semuanyee yang memperhatikan dari lapangan basket pada berseru panik.

retariayu.wordpress.com

Kalau ga salah ntah siapa dah yang teriak kayak pakai TOA hingga akhirnya Haiqal lari tunggang langgang mengejar sensei yang seperti kita lihat bung telah  duduk dibalik kemudinya dan membelokkan mobilnya ke arah rumahnya. Aneh bin ajaibnye, Haiqal bukan ya nahan di depan pagar biru sekolah, ini anak malah lebih memilih mengambil motornya dulu di parkiran (hela-napas, yasalammm!!!!)

Lo tau di imajinasi gue nih ya, sensei itu udah ibarat Charlize Theron pemeran Stella di film The Italian Job yang mengemudikan Ferrari-nya secepat mungkin sementara Haiqal ibarat Joseph Gordon-Levitt pemeran Thom di film 500 Days of Summer yang mengejar Summer Finn dengan sepeda. Ya kagak setimbanglah. Well, no need to tell you, rite inti di akhirnya sih, ya kagak kekejarlah. Kita kehilangan jejak sensei.

  • Pukul 14:00

Tak lama setelah itu, Voni dan Mila berlari sambil membawa lilin yang baru saja dibelinya. Lo bayangin dahhh, beda waktu sama sensei pulang barusan itu tipissss banget! Kita semua menghela napas. So what’s next, pals?? Our captain asked Pak Iwan ntah Pakde atau siapa pas itu, lupa gue, yang jelas Faizal atau Haiqal dah pas itu, kita semua sama-sama nanya alamat rumah sensei Mira.

Ntah dah gue ga terlalu dengar jelas, yang gue tangkap waktu itu pas kita menanyakan alamat rumah sensei, “iya lurus terus belok nah terus belok lagi terus belok kanan, terus lurus, lalu kiri lalu ada lampu merah dan jalan saja terus lalu belok dan barulah sampai.” GELA LOOOOOOOO!

Lalu narasumber lain malah mengatakan, “wah kalian harus cepat kalau begitu, sensei mau pergi ke Tanjung Pinang sebentar lagi,” CIYUS LOOOOOOO!

Dengan gegap gempita kita langsung mengambil langkah seribu bergegas menuju rumah sensei dengan muka setengah panik. Yahhh, lu bayangin aja dah kalau kita udah nyiapin semuanya tapi sensei-nya kagak ada di tempat, galau amat jadinya ntar.

  • Pukul 14:30

Kita berkerumun di depan pagar rumah sensei.

retariayu.wordpress.com

All of us:Assalamualaikum cek gu oooo cek gu! Assalamualaikooom!”

Tak berapa lama kemudian…

Sensei: “Ehhhh kalian!!” (senyum sumringah)

Beberapa detik kemudian…

Sensei: “Ada apa ya?” (tanya sensei innocent, yasalammm!)

(semua Syndicate pingsan)

Bangkit, lalu… “HAPPY BIRTHDAY SENSEI!! HAPPY BIRTHDAY SENSEI!! HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY SENSEI!! SELAMAT ULANG TAHUN!! SELAMAT ULANG TAHUN!! SELAMAT ULANG TAHUN SENSEI! SELAMAT ULANG TAHUUUNNNNN!”

Sensei terharu lho lihat apa yang kita lakukan. Detik itu juga, Faizal sebagai kepala suku langsung memimpin doa. Intinya, doanya tentu saja yang baik-baik. “Semoga diumur yang baru ini sensei…..”

Here we go!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Yummy!
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
TADAAA!!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei Mira bit weeping!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei looks so happy!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

. . .

Selesai? Belum. Surprise-nya masih berlanjuttt! Season 1 tadi mah masih biasa aje, ini nih yang luar biase. Jadi, setelah agenda tiup lilin dan potong kue, guess what, this is the craziest moment eva in 2012!

Kepala suku, Faizal dan Prama berunding sejenak dengan sensei.

Faizal: “Jadi, setelah ini kita ngapain lagi sensei?”

Prama: “Kami ga dipersilakan masuk sensei? Kok kami dibiarin di luar aja?”

Sensei: “Kalian mau masuk?”

Faizal: “Ya terserah sensei”

Sensei: “Oohhh ya sudah yuk! Mari masuk!”

Prama: “Ga jadilah sensei. Kami di luar aja”

(hening-sejenak)

Ini negosiasi ape sih sebenernye. Lo pasti bingung dah.

Sensei: “Terus kalian mau ngapain lagi?”

Busettt! To the point banget ini mah sensei haha.

Haiqal: “Ga ada. Cuma mau duduk di sini aja kok, sensei”

Sensei: “Sudah, kan? Kalian ga pulang?”

Abid: “Behhh sensei. Kami kan masih mau main di sini”

Then sensei nodded.

Abid: “Sensei, sini dulu”

POWWWW!!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Abid sang Malin Kundang wanna-be
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Prama, the 2nd Malin Kundang wanna-be

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei seneng banget kayaknya haha

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Tetap senyum walau menghadapi anak durhaka kayak Syndicate hihi
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei, we love you!!
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Puas banget dah anak durhaka satu ini ketawanya

Sensei, for all the things that we did, the most important thing you have to know is we love youMind to forgive us after all of those sensei hehe.

. . .

Toghetherness between us

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Ngapain lu, Jer?

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

. .

The James Bond Family

James Bond series

We are James Bond Family! Ciaaaaat! No no no, it was joke haha. But, I tell ya, we are James Bond addicted. We have been waiting for four years for Skyfall, ahhh we love James Bond so much! So, when the Skyfall movie, which is the James Bond series out in cinema, yes, we can’t wait anymore. We went to cinema and darn it all to hell, the Skyfall movies was really great! And the opening of the movie, yes you rite, lol. The opening of the movie started with James Bond falls off a bridge with backsound Adele’s song, Skyfall. What a great combination!

Daniel Craig as James Bond
Javier Bardem as Raoul Silva

Skyfall is the 23rd film in the 50-year-old Bond series and absolutely Skyfall is the best Bond yet! There, I said it.

For Craig’s third outing as the MI6 operative, he stars here opposite the best Bond girl yet; Judi Dench’s ‘M’. Although the painfully beautiful Berenice Marlohe had been pushed as the front and centre femme fatale, it’s actually ‘M’ who stands out here, acting as the emotional anchor of the film. With Dench’s character on the cusp of forced retirement, Skyfall’s plot brings everything that bit closer to home, adding a layer of sentimentality not usually found in a Bond film. With the safety of MI6 under threat now more than ever, Craig faces the best villain since Blofeld, that being Bardem’s Raoul Silva. Though not introduced until half way through the film (a brave move to say the least) Bardem brings something new to Bond; a very authentic sense of the foreboding, akin to Batman’s Bane. What’s more, he’s pretty damn funny too.

Daniel Craig as James Bond

Beautifully shot by Roger Deakins (No Country For Old Men, Revolutionary Road) with a whopper score from Thomas Newman, Mendes squarely hits the nail on many levels. The back and forth between M and Bond is fantastic (even with Bond atop a train, grappling with his first target, the banter fails to wane) while the respectful nods to earlier films – among which a slick vintage motor is included – are a treat. The edge-of-your-seat action scenes are as impressive as you’d expect, with one in particular making you less than excited about your next experience on the London Underground.

Studio 21
Ticket of the Skyfall movie at Studio 21

What’s most commendable about Skyfall however, is the blue-eyed blonde haired Bond, Daniel Craig. Granting us access to the more personal details of his past while demonstrating that he hasn’t got the emotional depth of a rock, Craig shines through the complexity of this role. While his character’s physical and mental state may be somewhat worse for wear here, Craig himself is certainly on top form.

And now, I’m gonnalead you to Adele’s song, SKYFALL! I love Skyfall by Adele so much! You gotta love too, pals hihih. Here the lyrics of Skyfall by Adele and I’m gonna tell you the meaning of that.

SKYFALL

This is the end
Hold your breath and count to ten
Feel the earth move and then
Hear my heart burst again

For this is the end
I’ve drowned and dreamt this moment
So overdue I owe them
Swept away, I’m stolen

Let the sky fall
When it crumbles
We will stand tall
Face it all together

Let the sky fall
When it crumbles
We will stand tall
Face it all together
At skyfall
Sad skyfall

Skyfall is where we start
A thousand miles and poles apart
Where worlds collide and days are dark
You may have my number, you can take my name
But you’ll never have my heart

Let the sky fall (let the sky fall)
When it crumbles (when it crumbles)
We will stand tall (we will stand tall)
Face it all together

Let the sky fall (let the sky fall)
When it crumbles (when it crumbles)
We will stand tall (we will stand tall)
Face it all together
At skyfall

[2x]
(Let the sky fall
When it crumbles
We will stand tall)

Where you go I go
What you see I see
I know I’d never be me
Without the security
Of your loving arms
Keeping me from harm
Put your hand in my hand
And we’ll stand

Let the sky fall (let the sky fall)
When it crumbles (when it crumbles)
We will stand tall (we will stand tall)
Face it all together

Let the sky fall (let the sky fall)
When it crumbles (when it crumbles)
We will stand tall (we will stand tall)
Face it all together
At skyfall

Let the sky fall
We will stand tall
At skyfall

Nah! You might wonder what does mean of Adele’s song, rite. Here…

This might give away some of the movie so don’t read if you haven’t seen the movie yet!

First of all it says “this is the end”. This is when he gets shots and falls off a bridge. When it then says “hold your breath and count to 10” this has a strong link to the scene going on in the opening sequence. He accidently gets shot and falls off a bridge into water. This means he’s holding his breath as he drowns. When it says “so overdue I owe them” I think it means that he’s finally dieing after all those years of service.

Skyfall, is the place where Bond lived before he became part of MI6. So when it says “Skyfall is where we start” That is what it means. That’s where he lived when he was a child.

Moving onto the chorus. (I’m doing this in a random order) When it says “Stand tall, at Skyfall” etc it’s referring to when they take shelter there from the bad guy and they have to basically fight there. Another point I would like to point out is when it says “When it crumbles” It’s talking when the house (Skyfall) is destroyed in their battle. Luckily Bond hated the house so no bad feelings!

Then, when it says “Where I go, you go, What I see, you see” it explains that the secret service are watching what he’s doing at every point. That’s what it’s pointing out.

Well, that’s about all the meanings I can gather really from that song! Hope you became wiser from reading this!

At last, Skyfall was great! I love it! Well, actually we went to Godiva Bistro, before going to see Skyfall. We had dinner at Godiva Bistro restaurant. I enjoyed an half hour at Godiva. I ordered Capcay (Chinese food) and avocado juice for the drink. Here we go!

 

FORMAT RESENSI BUKU

by Reta Riayu Putri (retariayu.wordpress.com)

Got it! My favourite teacher, Bu Yotri (muah-peluk-cium-Bu-Yotri, I love Bu Yotri) just gave me bit task untuk meresensi novel, baik terjemahan atau asli Indonesia. Especially for my friends in XI-Science 5 (2012-2013) SMAN 1 Batam or Syndicate and all of you guys that wanna know how to make that “resensi”. Here we go!!

1.    Judul Resensi

  1. judul resensi harus menarik
  2. melingkupi keseluruhan tulisan/resensi tsb

2.    Data Buku

  1. judul buku
  2. pengarang
  3. penerbit beserta edisi cetakan
  4. tahun terbit
  5. tebal buku (jumlah halaman)
  6. harga buku

3.    Kalimat Pembuka Resensi

  1. dapat berisi pembahasan tentang penagarang, kaya dan prestasi
  2. membandingkan buku yang sejenis
  3. memaparkan kekhasan/sosok pengarang
  4. memaparkan keunikan buku
  5. tema : memaparkan kritiksn terhadap buku
  6. memperkenalkan penerbit
  7. mengajukan pertanyaan
  8. membuka dialog

4.    Tubuh atau Isi Resensi

  1. synopsis (ringakasan isi)
  2. ulasan singkat
  3. keunggulan buku
  4. kelemahan buku
  5. kerangka buku
  6. tinjauan bahasa
  7. kesalahan cetak
  8. penutup resensi : biasanya berisi simpulan bahwa buku tsb penting untuk siapa dan mengapa

10 Presiden Amerika yang Suka Mabuk

Banyak Presiden Amerika Serikat memiliki masa lalu yang penuh warna. Dan salah satu masalah para Presiden itu adalah mereka pecandu alkohol dan merasa bangga dengankebiasaan minum mereka. Artikel ini mengidentifikasi mereka dan mencoba mengulas siapa sebenarnya mereka

1. Barack Obama

Sebuah laporan berita muncul 2010 yang mengabarkan tentang masalah Barack Obama yang hobi minum alkohol. Daily Mail melaporkan bahwa dokter kepresidenan menganjurkan Presiden berhenti minum berlebihan dan berhenti merokok. Rekomendasi ini muncul setelah kadar kolesterol Obama naik di ambang batas seharusnya.

2. George W. Bush 

Bush bukan orang dengan kebiasaan sehat pada 1960-an dan 70-an. Bush bahkan mengaku menyalahgunakan zat additif sebelum berusia 40. Dia menggambarkan periode ini adalah saat dimana dia menjadi pemuda nomaden dan tidak bertanggung jawab. Ini semua terjadi sebelum ia melakukan konversi agama dibimbing Billy Graham.

3. Richard Nixon 

Selama Skandal Watergate, yang meletus pada tahun 1974, Nixon banyak minum-minuman berakohol dari yang pernah ia lakukan sebelumnya. Dia bahkan menjadi lebih tertekan saat dia menempatkan diri dan keluarganya dalam penghinaan atas pengunduran diri nya. Banyak yang tidak akan mendengar dari Nixon selama bertahun-tahun setelah pengunduran dirinya karena malu. Masalah minum-minuman alkohol berlebih yang dilakukan oleh Nixon dapat ditemukan dalam biografi Nixon yang ditulis oleh Stephen Ambrose.

4. Martin van Buren

Presiden AS dari Partai Demokrat ini memiliki reputasi sebagai pemabuk pada usia 25. Dia bahkan bisa minum dalam jumlah besar tanpa menunjukkan tanda-tanda keracunan.Perilaku diperagakan baik ke Wakil Kepresidenannya.

5. Ulysses Grant

Presiden AS ini juga punya masalah dengan alkohol. Masalah ini lebih jelas tercermin selama dinas militer. Namun,banyak minum-minuman beralkohol dikatakan tidak terpengaruh kemampuannya untuk melakukan tugas kala itu. Penyebab kematian Ulysses Grant karena kanker tenggorokan itu dimungkinkan berkaitan dengan kebiasaan konsumsi alkohol yang berlebihan.

6. Franklin Pierce

Presiden ini menjadi pemabuk karena stres traumatik. Sebelum ia disumpah sebagai presiden, dia dan istrinya dalam kecelakaan kereta api. Putra tunggalnya hampir terpenggal tepat di depannya. Setelah insiden ini Pierce menjadi tertekan dan melampiaskan dengan banyak minum alkohol. dia menganggap kecelakaan itu sebagai hukuman atas dosa-dosanya.

7. James Buchanan

Dia adalah Presiden yang merayakan kebiasaan minumnya yang berlebihan. Dia secara teratur mengeluh bahwa ukuran botol sampanye nya terlalu kecil. Selain itu, ia dikenal untuk minum 2 sampai 3 botol cognac dan fermetasi gandum hitam kering seminggu sekali .

8. Franklin D. Roosevelt

FDR memiliki masa kepresidenan yang berat. Dia harus berurusan dengan Depresi Besar, munculnya Hitler, pertempuran dengan polio, dan perang yang berkecamuk. Dia juga seorangpeminum berat dan menurut cucunya dia adalah peracik martini terburuk yang pernah ada.

9. William Taft

Tidak ada sumber yang mengklaim dia minum selama kepresidenan. Bahkan, banyak dari rekan-rekannya menyatakan dia abstain dari minum minuman beralkohol. Namun selama tahun tahun fratnya,William Taft adalah seorang peminum berat. Dia sering minum akan selalu memastikan bahwa semua temannya juga mabuk.

10. John Adams

Dia juga seorang pecandu alkohol yang juga harus disebut pada daftar ini. Bahkan dia memulainya dengan sarapan setiap hari dengan anggur cider . Sarapan dengan minuman keras … hmmm.