Euforia PSP 5 hingga Surat Terbuka untuk Presiden

“Nak, kamu ikut lomba tulis surat terbuka untuk presiden, ya.” this is the beginning. Sabtu, secara tiba-tiba, Bu Yotri, guru bahasa Indonesia di tempat saya bersekolah, SMAN 1 Batam menyarankan agar saya mengikuti lomba yang terbuka untuk seluruh Indonesia itu.

“Oh, iya, Bu” jawab saya singkat sementara neuron dan cerebrum saya masih bersinergi mencerna kata-kata Bu Yotri tadi. Hal pertama yang ada di pikiran saya adalah, mau nulis tentang apa, ya?

Here we go!! Suatu malam, saya terbangun, you know, in the middle of the night, ah cheesy! Oke, ini beneran. Jam dua malam gue bangun antara sadar dan tidak. Mencari-cari HP di nakas dan menyadari bahwa jam masih menunjukkan pukul 2 pagi. I can’t help but scream “WHAT THE HELL AM I SUPPOSE TO DO??”

Automatically, I opened my laptop and starting to write my open letter to Mr. President. Just so you know, tema yang akhirnya gue ambil adalah pendidikan. Sebelumnya, sebuah TV swasta sempat menayangkan bagaimana rapuhnya dunia pendidikan di Indonesia, seperti, sekolah yang sudah rubuh, transportasi ke sekolah yang terputus, dan kisah-kisah lainnya yang semua orang brainless lainnya bakal nganggap itu klasik (baca ini: Benang Kusut Pendidikan di Indonesia dan Kontroversinya)

Jadi, jam dua pagi itu, gue berapi-api menuliskan rapuhnya pendidikan di Indonesia yang mana seyogyanya, pasti bakal dianggap klise sama orang banyak di mana cerebrum gue cuma meneriakkan “WHO CARES?” dan awkward-nya, I can’t stop writing. Batas penulisannya hanya tiga halaman which I want to write it more. Jadilah naskah 3 halaman itu yang saya kirim ke pihak panitia. Setelah membuatnya jam 2 pagi, gileee, itu pure ga ada diubah-ubah lagi. Ga ada proses editing, karena gue langsung kirim ke pihak panitia. Well, that’s it!

Dan alhamdulillah, tanpa disangka, di malam puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam sebagai penyelenggara acara, yang diselenggarakan di Sumatra Convention Centre, Batam, Kepulauan Riau, mengumumkan bahwa open letter that I wrote nyabet ke posisi 9 dari 15 terbaik yang diumumkan. Di mana, 15 penulis terbaik, diberi sertifikat dan karyanya akan dibukukan. Thank, God! I don’t expect You too much but this one is enough for me.

Berikut adalah surat terbuka untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saya tulis.

Yth, Presiden Republik Indonesia

di Jakarta

“Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?

Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah

Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah

Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah”

 

Bapak presiden yang terhormat, penggalan bait puisi karya Adhie Massardi di atas mungkin terkesan klise bagi sebagian orang. Untaian kata demi kata dari bait puisi sederhana tersebut mungkin saja dipandang sebelah mata. Walau bagaimanapun, puisi tersebut sebenarnya merupakan jeritan hati terdalam dari seorang rakyat biasa yang hidup di era demokrasi seperti sekarang ini. Keluh kesah tersebut tidak lain bagaikan rintihan kawula alit yang berjuang keras memahami keadaan negerinya yang semakin kontras dengan nilai-nilai kestabilan dan kemakmuran yang ada.

Kemiskinan seakan tidak pernah ada habisnya. Permasalahan yang disebabkan oleh garis kemiskinan di negeri ini seakan sudah menjadi hal yang lumrah. Masalah kaum proletar ini semakin memprihatinkan saat Badan Pusat Statistik atau BPS merilis data terbarunya yang menyebutkan sedikitnya terdapat 30 juta lebih penduduk Indonesia yang hidup di garis kemiskinan.

Presiden yang terhormat, imbas dari permasalahan kemiskinan di Indonesia tentu saja mempengaruhi mutu sumber daya manusia yang ada. Setiap tahun jutaan anak Indonesia terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Sebagian dari kita tentu saja khawatir melihat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut. Namun sebagian dari kita mungkin saja bersikap acuh melihat fakta tersebut.

Seyogyanya, hal terpenting untuk menumpas kemiskinan di Indonesia adalah dengan meningkatkan mutu sumber daya manusia yang ada. Peningkatan mutu sumber daya manusia tersebut tentu saja ditingkatkan melalui mutu pendidikan yang tinggi pula. Permasalahan besar yang muncul saat ini adalah seberapa besar kebijakan yang diambil untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia yang terkesan carut-marut dengan berbagai permasalahan yang menghantuinya.

Presiden yang terhormat, rendahnya mutu pendidikan di Indonesia sudah menjadi santapan berita sehari-hari. Anggaran untuk pendidikan yang rendah, jutaan anak Indonesia yang putus sekolah, penyelewengan dana untuk pendidikan oleh oknum tertentu, hingga tidak layaknya bangunan sekolah untuk dijadikan sebagai tempat belajar adalah sebagian kecil di antara problematika yang menghantui dunia pendidikan kita. Contoh sederhananya adalah ketidaklayakan sebagian bangunan sekolah di Indonesia untuk dijadikan sebagai tempat belajar. Bangunan sekolah yang rapuh hingga tidak layak digunakan sebagai tempat belajar sudah seharusnya dianggap sebagai suatu masalah yang serius dan perlu perhatian khusus dari pemerintah. Hal ini dirasa begitu kontras dengan megahnya bangunan gedung-gedung pemerintahan yang ada.

Sebagian dari kita mungkin saja menutup mata melihat rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Namun, tak dapat dipungkiri hal inilah yang menjadi landasan untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia yang lebih baik untuk ke depannya. Permasalahan kaum proletar seperti kemiskinan dan lain sebagainya tentu saja berpangkal dari rendahnya mutu pendidikan kita. Permasalahan di dunia pendidikan inilah yang seharusnya lebih diutamakan untuk diselesaikan.

Presiden yang terhormat, masalah serius di dunia pendidikan kita yang semakin memprihatinkan kerap kali dianggap sebagai angin lalu. Sudah saatnya kita mulai berbenah diri menyadari arti penting pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga dapat terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Pendidikan adalah kunci dari semua problematika yang ada di negeri ini. Dengan tingginya mutu pendidikan maka tinggi pula mutu sumber daya manusia yang ada. Sudah saatnya kita membuka mata, hati, dan pikiran kita mencermati secara serius mengenai permasalahan-permasalahan di dunia pendidikan itu sendiri

Indonesia sebagai negara berkembang tentu saja harus menyadari arti penting pendidikan sebagai bekal untuk menyelesaikan berbagai masalah baik politik, sosial, ekonomi, dan lainnya yang mengendap di bumi Indonesia. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Indonesia tercinta ini harus mengerahkan sekuat tenaga untuk menyelesaikan berbagai permasalahan negeri ini dengan memperbaiki mutu pendidikan itu sendiri.

Presiden yang terhormat, demikian surat terbuka ini, semoga berkenan membaca dan menindaklanjutinya dalam gerak langkah yang nyata untuk Indonesia yang lebih baik.

1360757234455
Sertifikat Lomba Menulis Surat untuk Presiden – Reta Riayu Putri
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
2013-01-26 22.30.33 (1)
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam
Reta Riayu Putri's
Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam

Advertisements

Benang Kusut Pendidikan di Indonesia dan Kontroversinya

Posted by Reta Riayu Putri

Pendidikan, hal yang begitu penting untuk kelangsungan hidup manusia ini terkadang disepelekan oleh sebagian orang yang menganggapnya memang seperti itu. Lalu, bagaimana jika kita bicara tentang mutu? Tidak banyak yang mau membuka matanya dan mengatakan dengan lantang bahwa pendidikan kita di Indonesia masih jauh dari kata layak, jika berkaca dari banyaknya sekolah dasar di Indonesia yang bahkan tidak bisa disebut sebagai tempat proses belajar mengajar yang baik.

Permasalahan pendidikan di Indonesia kian kompleks dengan banyaknya berita carut-marut penyelewengan terhadap dana pendidikan baik di tingkat pusat maupun daerah. Jika di luar sana sebagian dari kita sibuk membicarakan tentang sistem UN yang dirasa memberatkan dan tidak efisien, sebenarnya ada masalah yang lebih urgent ketimbang memikirkan seberapa efisien sistem UN tiap tahun bagi senior di tingkat SD, SMP, dan SMA. Hal yang dirasa lebih pantas dipermasalahkan adalah tidak layaknya sebagian besar pendidikan di tingkat dasar. Entahlah, Indonesia seakan semakin terpuruk dalam kompeksitas permasalahan yang tiada hentinya.

Pernahkah Anda membayangkan, ada lebih dari ribuan anak sekolah dasar di daerah pedalaman sana yang setiap hari berjuang keras untuk dapat pergi ke sekolah? Contoh sederhananya, apa yang Anda pikirkan ketika melihat anak-anak SD di Sulawesi menempuh jarak 10 km untuk sampai ke sekolahnya hanya dengan berjalan kaki? Mereka berangkat mulai pukul 3 pagi agar tidak terlambat sampai di sekolahnya yang sangat jauh dari rumahnya? Sementara, realitas di kota besar lainnya, banyak pejabat dan pemegang kekuasaan di instansi pemerintah yang pergi kerja mendapat fasilitas berbagai kendaraan tapi sering lalai dalam tugasnya, seperti membolos saat masuk kerja setelah libur panjang atau bahkan tidur saat rapat sedang berlangsung?

Hal seperti itu mungkin terlihat klise bagi sebagian orang! Termasuk Anda yang membacanya, bukan? Tapi, tidakkah itu suatu ironi yang sangat mengkhawatirkan? Contoh lainnya, banyak juga anak SD yang harus menyebrangi sungai yang deras terlebih dahulu agar bisa sampai ke sekolahnya? Ini ironis!!! Apa kita semua sudah tidak punya hati? Ke mana mata hati kita? Hal itu belum seberapa, jika melihat banyaknya bangunan sekolah di Indonesia yang bahkan jauh dari kata layak, bahkan tidak bisa disebut sebagai tempat belajar yang baik?

Anda mungkin tengah tertawa sekarang melihat tulisan yang mungkin saja Anda anggap sampah pada saat ini. Tulisan anak SMA yang tidak tahu apa-apa, mungkin? Bukan begitu? Baiklah, tulisan ini hanya sebagian keluh-kesah saya melihat ironi pendidikan di Indonesia yang mungkin tidak berarti apa-apa untuk sebagian orang. Tulisan sampah, bukan begitu? But at least, I have my own opinion. 

Teman saya mengatakan (entah masih bisa dianggap teman atau tidak), “bukan cuma 1 masalah yang harus diselesaikan pemerintah….. jangan melulu menyalahkan mereka… kayak gak berpendidikan aja” -entah siapa namanya saya juga sudah lupa.

Apa yang ada dipikiran Anda ketika melihat komentar itu? Tentu saja ia benar. Tidak hanya satu masalah yang harus diselesaikan pemerintah. Tapi, apakah masalah pendidikan itu tidak masuk dalam daftar prioritas? Padahal, pendidikan adalah salah satu hal yang penting untuk menjalankan suatu sistem pemerintahan itu sendiri. Lalu untuk statement selanjutnya, tidak, tidak ada yang menyalahkan pemerintah sama sekali. Malahan kita semua sangat mendukung program kerja pemerintah dengan menyoroti masalah-masalah yang dirasa vital dan harus diperbaiki untuk kelangsungan hidup kita ke depannya. Apa gunanya media pers jika kita hanya menyoroti hal-hal baik yang tersistematis tanpa melihat program lain yang seakan “terbengkalai”? Inilah gunanya pers, bukan?

Statement terakhir, pertanyaan yang muncul adalah, apa semua orang yang mengkritisi program kerja pemerintah termasuk pers dan rakyat itu sendiri dianggap orang yang tidak berpendidikan? Respon saya saat melihat komentar yang dituliskan oleh seseorang tersebut di jejaring sosial adalah well mungkin saya hanya dapat tertawa mengasihani sang komentator tersebut dalam ketidaktahuannya. Kesimpulan yang bisa diambil, tentu saja ia orang yang tidak tahu aturan berpendapat di dunia maya. Ia berdalih setiap orang bebas berpendapat termasuk komentar “kayak orang ga berpendidikan saja”-nya itu. Hal yang saya hormati ialah, ya mungkin saja itu memang pendapat sang komentator tersebut. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan apalagi dibesar-besarkan. Hanya yah mungkin ia hanya, seperti yang saya katakan di awal tadi, terlampau dumb  untuk berpendapat di suatu jejaring sosial.

Kembali lagi ke topik awal, saya tahu tidak semua dari Anda yang membaca tulisan ini pada saat ini setuju dengan apa yang saya uraikan. Intinya, Indonesia ini tidak kalah dari negara-negara besar lainnya seperti Amerika, Jerman, dll. Kita hanya perlu mawas diri dalam mengemban amanah mencerdaskan kehidupan bangsa. Indonesia hanya perlu berbenah diri dalam mencapai visi serta misi mewujudkan negara yang makmur dengan tingkat SDM yang berkualitas tinggi. Indonesia bisa lebih baik lagi atau tidak untuk ke depannya sebenarnya sudah tercermin dalam sikap generasi mudanya pada saat ini. Selama masih ada generasi muda yang membuat menyontek sebagai budayanya, selama itu pula bangsa kita masih akan terbelenggu dalam masalah-masalah kompleks lainnya baik di bidang pemerintahan maupun pendidikan.

Posted by Reta Riayu Putri

Sensei Mira’s Birthday Party

First of all, HAPPY BELATED BIRTHDAY, SENSEI! 

ミラセンセイ、ハッピーバースデー-!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's

This… rencana sensei Mira’s birthday party ini memang sangat undescribable.  Well,  tbh because all of those ruined that already (nodded). So, here we go!!!

Selasa, 20 November 2012, adalah hari yang ditunggu tim Syndicate (nama kelas XI-IPA 5 SMAN 1 Batam /2012-2013). We have planned a birthday party to our sensei ーteacher. It’s a big surprise but booyah it’s all ruined in one sec.

  • Pukul 13:00 

Ludwig van Beethoven menjerit-jerit dengan mahakaryanya yang dikenang sepanjang abad, Fur Elise menandakan berakhirnya jam pelajaran siang itu. Gerombolan Si Berat (nickname-nya Syndicate, kalo gue sih ya) bergegas menyusun strategi ampuh bagaimana caranya menyukseskan program yang satu ini. Our captain ayeee, Faizal leading us to this event (yaelahhh). Opay dan ke-35 Syndicate lainnya bersiap diri di  depan kelas sembari memegang kue cake yang dipersembahkan untuk sensei tercinta itu (bahasa lu, Ret!). Tapi….

  • Pukul 13:30

Iya bener kita semua pada lupa beli lilin. Yah lu kate ini apaan, pasti garing ga sih kalau ga ade lilin. Nah, tanpa pikir panjang lagi, Voni dan Mila bergegas membeli lilin secepat mungkin. Gini lho, itu jam udah hampir jam 2 siang. Sementara ke-34 anggota Syndicate was-was menunggu Voni dan Mila yang sedang membeli lilin… darn!! We found that sensei udah mau balik ke rumahnya. Sederhana, sensei membuka pintu mobilnya, lalu masuk dan mulai menstarter mobilnya, keluar pager yang dibuka dengan anggunnya oleh Pak Iwan penjaga sekolah dan lo tau kita semua nunggu di lapangan like a bears with nothing to do. Semuanyee yang memperhatikan dari lapangan basket pada berseru panik.

retariayu.wordpress.com

Kalau ga salah ntah siapa dah yang teriak kayak pakai TOA hingga akhirnya Haiqal lari tunggang langgang mengejar sensei yang seperti kita lihat bung telah  duduk dibalik kemudinya dan membelokkan mobilnya ke arah rumahnya. Aneh bin ajaibnye, Haiqal bukan ya nahan di depan pagar biru sekolah, ini anak malah lebih memilih mengambil motornya dulu di parkiran (hela-napas, yasalammm!!!!)

Lo tau di imajinasi gue nih ya, sensei itu udah ibarat Charlize Theron pemeran Stella di film The Italian Job yang mengemudikan Ferrari-nya secepat mungkin sementara Haiqal ibarat Joseph Gordon-Levitt pemeran Thom di film 500 Days of Summer yang mengejar Summer Finn dengan sepeda. Ya kagak setimbanglah. Well, no need to tell you, rite inti di akhirnya sih, ya kagak kekejarlah. Kita kehilangan jejak sensei.

  • Pukul 14:00

Tak lama setelah itu, Voni dan Mila berlari sambil membawa lilin yang baru saja dibelinya. Lo bayangin dahhh, beda waktu sama sensei pulang barusan itu tipissss banget! Kita semua menghela napas. So what’s next, pals?? Our captain asked Pak Iwan ntah Pakde atau siapa pas itu, lupa gue, yang jelas Faizal atau Haiqal dah pas itu, kita semua sama-sama nanya alamat rumah sensei Mira.

Ntah dah gue ga terlalu dengar jelas, yang gue tangkap waktu itu pas kita menanyakan alamat rumah sensei, “iya lurus terus belok nah terus belok lagi terus belok kanan, terus lurus, lalu kiri lalu ada lampu merah dan jalan saja terus lalu belok dan barulah sampai.” GELA LOOOOOOOO!

Lalu narasumber lain malah mengatakan, “wah kalian harus cepat kalau begitu, sensei mau pergi ke Tanjung Pinang sebentar lagi,” CIYUS LOOOOOOO!

Dengan gegap gempita kita langsung mengambil langkah seribu bergegas menuju rumah sensei dengan muka setengah panik. Yahhh, lu bayangin aja dah kalau kita udah nyiapin semuanya tapi sensei-nya kagak ada di tempat, galau amat jadinya ntar.

  • Pukul 14:30

Kita berkerumun di depan pagar rumah sensei.

retariayu.wordpress.com

All of us:Assalamualaikum cek gu oooo cek gu! Assalamualaikooom!”

Tak berapa lama kemudian…

Sensei: “Ehhhh kalian!!” (senyum sumringah)

Beberapa detik kemudian…

Sensei: “Ada apa ya?” (tanya sensei innocent, yasalammm!)

(semua Syndicate pingsan)

Bangkit, lalu… “HAPPY BIRTHDAY SENSEI!! HAPPY BIRTHDAY SENSEI!! HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY SENSEI!! SELAMAT ULANG TAHUN!! SELAMAT ULANG TAHUN!! SELAMAT ULANG TAHUN SENSEI! SELAMAT ULANG TAHUUUNNNNN!”

Sensei terharu lho lihat apa yang kita lakukan. Detik itu juga, Faizal sebagai kepala suku langsung memimpin doa. Intinya, doanya tentu saja yang baik-baik. “Semoga diumur yang baru ini sensei…..”

Here we go!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Yummy!
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
TADAAA!!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei Mira bit weeping!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei looks so happy!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

. . .

Selesai? Belum. Surprise-nya masih berlanjuttt! Season 1 tadi mah masih biasa aje, ini nih yang luar biase. Jadi, setelah agenda tiup lilin dan potong kue, guess what, this is the craziest moment eva in 2012!

Kepala suku, Faizal dan Prama berunding sejenak dengan sensei.

Faizal: “Jadi, setelah ini kita ngapain lagi sensei?”

Prama: “Kami ga dipersilakan masuk sensei? Kok kami dibiarin di luar aja?”

Sensei: “Kalian mau masuk?”

Faizal: “Ya terserah sensei”

Sensei: “Oohhh ya sudah yuk! Mari masuk!”

Prama: “Ga jadilah sensei. Kami di luar aja”

(hening-sejenak)

Ini negosiasi ape sih sebenernye. Lo pasti bingung dah.

Sensei: “Terus kalian mau ngapain lagi?”

Busettt! To the point banget ini mah sensei haha.

Haiqal: “Ga ada. Cuma mau duduk di sini aja kok, sensei”

Sensei: “Sudah, kan? Kalian ga pulang?”

Abid: “Behhh sensei. Kami kan masih mau main di sini”

Then sensei nodded.

Abid: “Sensei, sini dulu”

POWWWW!!!

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Abid sang Malin Kundang wanna-be
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Prama, the 2nd Malin Kundang wanna-be

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei seneng banget kayaknya haha

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Tetap senyum walau menghadapi anak durhaka kayak Syndicate hihi
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Sensei, we love you!!
Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Puas banget dah anak durhaka satu ini ketawanya

Sensei, for all the things that we did, the most important thing you have to know is we love youMind to forgive us after all of those sensei hehe.

. . .

Toghetherness between us

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)
Ngapain lu, Jer?

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

Reta Riayu Putri's (SMAN 1 Batam)

. .

FORMAT RESENSI BUKU

by Reta Riayu Putri (retariayu.wordpress.com)

Got it! My favourite teacher, Bu Yotri (muah-peluk-cium-Bu-Yotri, I love Bu Yotri) just gave me bit task untuk meresensi novel, baik terjemahan atau asli Indonesia. Especially for my friends in XI-Science 5 (2012-2013) SMAN 1 Batam or Syndicate and all of you guys that wanna know how to make that “resensi”. Here we go!!

1.    Judul Resensi

  1. judul resensi harus menarik
  2. melingkupi keseluruhan tulisan/resensi tsb

2.    Data Buku

  1. judul buku
  2. pengarang
  3. penerbit beserta edisi cetakan
  4. tahun terbit
  5. tebal buku (jumlah halaman)
  6. harga buku

3.    Kalimat Pembuka Resensi

  1. dapat berisi pembahasan tentang penagarang, kaya dan prestasi
  2. membandingkan buku yang sejenis
  3. memaparkan kekhasan/sosok pengarang
  4. memaparkan keunikan buku
  5. tema : memaparkan kritiksn terhadap buku
  6. memperkenalkan penerbit
  7. mengajukan pertanyaan
  8. membuka dialog

4.    Tubuh atau Isi Resensi

  1. synopsis (ringakasan isi)
  2. ulasan singkat
  3. keunggulan buku
  4. kelemahan buku
  5. kerangka buku
  6. tinjauan bahasa
  7. kesalahan cetak
  8. penutup resensi : biasanya berisi simpulan bahwa buku tsb penting untuk siapa dan mengapa

10 Presiden Amerika yang Suka Mabuk

Banyak Presiden Amerika Serikat memiliki masa lalu yang penuh warna. Dan salah satu masalah para Presiden itu adalah mereka pecandu alkohol dan merasa bangga dengankebiasaan minum mereka. Artikel ini mengidentifikasi mereka dan mencoba mengulas siapa sebenarnya mereka

1. Barack Obama

Sebuah laporan berita muncul 2010 yang mengabarkan tentang masalah Barack Obama yang hobi minum alkohol. Daily Mail melaporkan bahwa dokter kepresidenan menganjurkan Presiden berhenti minum berlebihan dan berhenti merokok. Rekomendasi ini muncul setelah kadar kolesterol Obama naik di ambang batas seharusnya.

2. George W. Bush 

Bush bukan orang dengan kebiasaan sehat pada 1960-an dan 70-an. Bush bahkan mengaku menyalahgunakan zat additif sebelum berusia 40. Dia menggambarkan periode ini adalah saat dimana dia menjadi pemuda nomaden dan tidak bertanggung jawab. Ini semua terjadi sebelum ia melakukan konversi agama dibimbing Billy Graham.

3. Richard Nixon 

Selama Skandal Watergate, yang meletus pada tahun 1974, Nixon banyak minum-minuman berakohol dari yang pernah ia lakukan sebelumnya. Dia bahkan menjadi lebih tertekan saat dia menempatkan diri dan keluarganya dalam penghinaan atas pengunduran diri nya. Banyak yang tidak akan mendengar dari Nixon selama bertahun-tahun setelah pengunduran dirinya karena malu. Masalah minum-minuman alkohol berlebih yang dilakukan oleh Nixon dapat ditemukan dalam biografi Nixon yang ditulis oleh Stephen Ambrose.

4. Martin van Buren

Presiden AS dari Partai Demokrat ini memiliki reputasi sebagai pemabuk pada usia 25. Dia bahkan bisa minum dalam jumlah besar tanpa menunjukkan tanda-tanda keracunan.Perilaku diperagakan baik ke Wakil Kepresidenannya.

5. Ulysses Grant

Presiden AS ini juga punya masalah dengan alkohol. Masalah ini lebih jelas tercermin selama dinas militer. Namun,banyak minum-minuman beralkohol dikatakan tidak terpengaruh kemampuannya untuk melakukan tugas kala itu. Penyebab kematian Ulysses Grant karena kanker tenggorokan itu dimungkinkan berkaitan dengan kebiasaan konsumsi alkohol yang berlebihan.

6. Franklin Pierce

Presiden ini menjadi pemabuk karena stres traumatik. Sebelum ia disumpah sebagai presiden, dia dan istrinya dalam kecelakaan kereta api. Putra tunggalnya hampir terpenggal tepat di depannya. Setelah insiden ini Pierce menjadi tertekan dan melampiaskan dengan banyak minum alkohol. dia menganggap kecelakaan itu sebagai hukuman atas dosa-dosanya.

7. James Buchanan

Dia adalah Presiden yang merayakan kebiasaan minumnya yang berlebihan. Dia secara teratur mengeluh bahwa ukuran botol sampanye nya terlalu kecil. Selain itu, ia dikenal untuk minum 2 sampai 3 botol cognac dan fermetasi gandum hitam kering seminggu sekali .

8. Franklin D. Roosevelt

FDR memiliki masa kepresidenan yang berat. Dia harus berurusan dengan Depresi Besar, munculnya Hitler, pertempuran dengan polio, dan perang yang berkecamuk. Dia juga seorangpeminum berat dan menurut cucunya dia adalah peracik martini terburuk yang pernah ada.

9. William Taft

Tidak ada sumber yang mengklaim dia minum selama kepresidenan. Bahkan, banyak dari rekan-rekannya menyatakan dia abstain dari minum minuman beralkohol. Namun selama tahun tahun fratnya,William Taft adalah seorang peminum berat. Dia sering minum akan selalu memastikan bahwa semua temannya juga mabuk.

10. John Adams

Dia juga seorang pecandu alkohol yang juga harus disebut pada daftar ini. Bahkan dia memulainya dengan sarapan setiap hari dengan anggur cider . Sarapan dengan minuman keras … hmmm.

I Feel Like a Shit!

Have you ever feel as I feel, pals? I don’t know, this is sucks you know. I think everything’s around me isn’t real and not really happening. How could I feel this shit? How? I think this year 一 2012 looks so freakin shit pathetic!! I really can’t describe how it feels. I just think all people around me kinda bitch! All of em! How could I say this fuckin word? God! Forgive me. I just can’t be strong anymore. I’m tired of all this holy shit! I hate all of em that pretended to be my friend and then left me like there’s no shit! How dog she/he is. How? I getting lil impatient of all this fuckin 2012. I’m tired, bitch!

10 Artis Dunia yang Wajahnya Mirip

10. Keira Knightley and Natalie Portman
Keduanya memiliki mata yang indah dan rahang yang kuat. Salah satu pertunjukan pertama Knightley adalah ganda Natalie sebagai Ratu Amidala di Star Wars 1999: Episode 1 – The Phantom Menace.
9. Selena Gomez and Lucy Hale
Hale dari Pretty Little Liaars sering disangka Gomez. Dia men-tweet, “Ada yang benar-benar yakin aku Selena Gomez hari ini dan mencoba mengambil ponsel saya karena mereka ingin menelepon Justin Beiber”
8. Katy Perry and Zoey Deschanel
Kemiripan mereka memang mencolok. Zoey berkata “Saya tidak berpikir kita terlihat persis sama, tapi aku paham tentang perbandingannya, dan aku tidak tersinggung,” katanya kepada Allure.
7. Amy Adams and Isla Fischer
“Dia benar-benar cantik.” Fisher pernah bercanda “Jika film “Confessions of a Shopaholic” merupakan sebuah hit, itu adalah Isla Fisher dalam film itu, “canda dia sebelum rilis tahun 2009. “Dan jika tidak berhasil, itu adalah Amy Adams.”
6. Idina Menzel and Lea Michelle
Idina dan Lea terlihat begitu mirip, mereka bahkan bermain sebagai ibu dan anak di Glee!
5. Chelsea Handler and Elizabeth Banks
Bank menceritakan di talkshow Handler tentang pengalamannya dengan yang dikira pelawak
4. Nina Dobrev and Victoria Justice
“Saya mendapatkan ini setiap hari. Semua orang selalu mengira saya adalah dia,” kata Justice kepada MTV. “Ini seperti pujian karena saya pikir dia begitu cantik dan dia begitu manis.”
3. Roselyn and Nicole
Kedua bintang memiliki tinggi 5 ft, 5 in, dan fitur gelap yang cantik
2. Leighton Meester and Minka Kelly
Tidak dapat disangkal kemiripan antara dua wanita cantik ini. Ini bahkan membantu mereka mendapatkan peran dalam film The Roommate!

1. America Ferrera and Jordin Sparks

Senyum lebar dan mata terang besar membuat penggemar bingungkan antara keduanya setiap waktu.