Desttencle

Tau nggak sih, ini post sok tegar gimana gitu. Buat gue pengin gigit aspal. Anw, gue nulis post ini di sela-sela waktu libur setelah kelulusan. Sediiiiih banget rasanya. Di saat gue bolak-balik ibadah ke mall, nonton film, beli buku, dan lain-lain, selalu ada waktu di malam hari di mana gue tiba-tiba nge-scroll galeri foto di HP dan flashback ke masa-masa sekolah dulu (yeeeah, kayak udah lama aja lulusnya, barusan aja padahal). Okay, it’s exaggerated. Tapi gue ga boong sumpah. Sedih banget rasanya, nggak ke sekolah lagi tiap pagi, ngga buat PR lagi, anw gue kangen loh buat pr fisika di sekolah tiap pagi. Kangen kebersamaannya maksudnya haha, walaupun itu tetap ngga boleh dicontoh heheh. Jadi, ini postingan buat mengenang masa-masa SMA gue yang asdfghjkl unyuh berat itu yeeeah. Udah kayak anak alay belom gua?

23

History

Desttencle itu nama dari kelas X-D (Sepuluh-D) tahun 2011/2012 SMAN 1 Batam. Nama yang unik, bukan? Gue berani jamin di dunia, cuma ada satu kata Desttencle, yaitu kelas ini. Desttencle merupakan singkatan dari Delta Best Ten Class Ever. Ini kelas yang paling berkesan menurut gue. Kekompakan kami teruji ketika awal masuk sekolah, saat masa MOS (Masa Orientasi Siswa). Hari-hari awal masuk SMA gue diawali di kelas ini. Mulai dari perkenalan satu sama lain, pas kita masih polos banget, polos unyu-unyu gitu dah haha nggala. MOS-nya berjalan lancar, biasa, mulai dari minta tandatangan kakak OSIS, bawa bekal berdasarkan kode, dan sebagainya. It was fun. Sampai suatu saat…

Jadi, di akhir minggu pertama, tepatnya di hari Sabtu, masing-masing kelas sepuluh diminta untuk menampilkan semacam pentas seni kecil, dengan maksud untuk saling mengenal antarkelas. Bisa apa aja, mulai dari nyanyi, dance, dll. Desttencle udah pada siap-siap nih, kita udah latihan dari hari sebelumnya, udah PD banget nget nget mau tampil, dan di atas panggung, rekaman kaset background pengiringnya macet. Panik. Itu satu kata yang muncul. Paniiik banget seriusan. Akhirnya secara spontan, Gilbert sama Risyad mimpin di depan dan kita nyanyi bareng-bareng diiringi gitar. Spontan lho, HAHAHA. Respect ga tuh wkwk. Ga jelek-jelek banget loh, kami PD banget malah nyanyinya, berasa kayak padus di Istana Negara.

School Days

60

Seperti anak normal tapi gila lainnya, keseharian kami dipenuhi dengan berbagai kegilaan. Ini gue kangen banget hari-hari itu. Tugas, anak-anak Desttencle, gue kangen semuanya tentang Desttencle. Kangen ngegosip, kangen bolosnya, kangen candaannya, kangen guru-gurunya, kangen tugas-tugasnya, kangen semuanya. Juga, kami beruntung banget dapat walikelas Mr. Africeli atau biasa disapa Sir. Celi. Pals, Sir. Celi ini orangnya dispilin banget, which is good. Kalau setiap ibadah pagi, terlambat 1 detik aja, lo bakal ngga boleh masuk. Disiplin itu bagus kan, dan gue termasuk orang yang menjunjung tinggi kedispilinan hihiy. Tapi, tetap, gue pernah terlambat ibadah pagi sebelum pelajaran. Ivo is the only one to blame. Gue satu jemputan sama tuh anak, dan dia ngaret jadinya, gue sama dia sampai di sekolah sekitar jam 7:05. Gue masih inget banget itu hari Selasa, dan gue kebagian jadwal piket hari Selasa. Tau ga sih, David, Desi Napouling, Ivo, yang juga piket hari Selasa pada datang telat semuanya hari itu. Alhasil, kelas kotor banget nget nget nget. Lengkap kagak sih, udah terlambat ibadah, ngga piket pula. Hiwww. Abis bro abis. Sir Celi keluar and started his speech from a to z. Gue pengin banget nginjak kaki Ivo saat itu juga. Kalau ngga gara-gara dia, pasti kagak bakal begini jadinya. Alhasil, akhirnya kami disuruh lari keliling lapangan cewek 3 kali putaran dan cowok 5 kali putaran. Gue keringetan kan, tapi Sir Celi kira gue nangis. Gue jadi pengin ketawa pas itu. Gue inget banget kata-kata Sir Celi hari itu. “If you didn’t want to clean the classroom up, BRING YOUR HOUSEKEEPER HERE,” Ngakak. Akhirnya, sampai sekarang, kalau ketemu gue, Sir Celi pasti bilang, “jangan nangis, Reta,” dan gue cuma bisa meringis wkwkw. Masih inget aja Sir Celi.Masih banyak lagi yang lain, tapi gue rasa kagak cukup nih halaman buat nulis semuanya. Here ‘some’ silly photos of us. Flashback, flashback. Kangen banget gue sama kelas ini. Desttencle :’)

40

39

46

48

1

2

4   7

8

10

11

12

13

14

17

18

19

21

22

24

25

26

27

31

34

36

41

30

43

44

45

37

29

33

42

32

50

51

52

53

54

55

56

57

62

63

65

66

47

“Today everything exists to end in a photograph” -SS

Ti amo, Desttencle. Always and forever.

Benang Kusut Pendidikan di Indonesia dan Kontroversinya

Posted by Reta Riayu Putri

Pendidikan, hal yang begitu penting untuk kelangsungan hidup manusia ini terkadang disepelekan oleh sebagian orang yang menganggapnya memang seperti itu. Lalu, bagaimana jika kita bicara tentang mutu? Tidak banyak yang mau membuka matanya dan mengatakan dengan lantang bahwa pendidikan kita di Indonesia masih jauh dari kata layak, jika berkaca dari banyaknya sekolah dasar di Indonesia yang bahkan tidak bisa disebut sebagai tempat proses belajar mengajar yang baik.

Permasalahan pendidikan di Indonesia kian kompleks dengan banyaknya berita carut-marut penyelewengan terhadap dana pendidikan baik di tingkat pusat maupun daerah. Jika di luar sana sebagian dari kita sibuk membicarakan tentang sistem UN yang dirasa memberatkan dan tidak efisien, sebenarnya ada masalah yang lebih urgent ketimbang memikirkan seberapa efisien sistem UN tiap tahun bagi senior di tingkat SD, SMP, dan SMA. Hal yang dirasa lebih pantas dipermasalahkan adalah tidak layaknya sebagian besar pendidikan di tingkat dasar. Entahlah, Indonesia seakan semakin terpuruk dalam kompeksitas permasalahan yang tiada hentinya.

Pernahkah Anda membayangkan, ada lebih dari ribuan anak sekolah dasar di daerah pedalaman sana yang setiap hari berjuang keras untuk dapat pergi ke sekolah? Contoh sederhananya, apa yang Anda pikirkan ketika melihat anak-anak SD di Sulawesi menempuh jarak 10 km untuk sampai ke sekolahnya hanya dengan berjalan kaki? Mereka berangkat mulai pukul 3 pagi agar tidak terlambat sampai di sekolahnya yang sangat jauh dari rumahnya? Sementara, realitas di kota besar lainnya, banyak pejabat dan pemegang kekuasaan di instansi pemerintah yang pergi kerja mendapat fasilitas berbagai kendaraan tapi sering lalai dalam tugasnya, seperti membolos saat masuk kerja setelah libur panjang atau bahkan tidur saat rapat sedang berlangsung?

Hal seperti itu mungkin terlihat klise bagi sebagian orang! Termasuk Anda yang membacanya, bukan? Tapi, tidakkah itu suatu ironi yang sangat mengkhawatirkan? Contoh lainnya, banyak juga anak SD yang harus menyebrangi sungai yang deras terlebih dahulu agar bisa sampai ke sekolahnya? Ini ironis!!! Apa kita semua sudah tidak punya hati? Ke mana mata hati kita? Hal itu belum seberapa, jika melihat banyaknya bangunan sekolah di Indonesia yang bahkan jauh dari kata layak, bahkan tidak bisa disebut sebagai tempat belajar yang baik?

Anda mungkin tengah tertawa sekarang melihat tulisan yang mungkin saja Anda anggap sampah pada saat ini. Tulisan anak SMA yang tidak tahu apa-apa, mungkin? Bukan begitu? Baiklah, tulisan ini hanya sebagian keluh-kesah saya melihat ironi pendidikan di Indonesia yang mungkin tidak berarti apa-apa untuk sebagian orang. Tulisan sampah, bukan begitu? But at least, I have my own opinion. 

Teman saya mengatakan (entah masih bisa dianggap teman atau tidak), “bukan cuma 1 masalah yang harus diselesaikan pemerintah….. jangan melulu menyalahkan mereka… kayak gak berpendidikan aja” -entah siapa namanya saya juga sudah lupa.

Apa yang ada dipikiran Anda ketika melihat komentar itu? Tentu saja ia benar. Tidak hanya satu masalah yang harus diselesaikan pemerintah. Tapi, apakah masalah pendidikan itu tidak masuk dalam daftar prioritas? Padahal, pendidikan adalah salah satu hal yang penting untuk menjalankan suatu sistem pemerintahan itu sendiri. Lalu untuk statement selanjutnya, tidak, tidak ada yang menyalahkan pemerintah sama sekali. Malahan kita semua sangat mendukung program kerja pemerintah dengan menyoroti masalah-masalah yang dirasa vital dan harus diperbaiki untuk kelangsungan hidup kita ke depannya. Apa gunanya media pers jika kita hanya menyoroti hal-hal baik yang tersistematis tanpa melihat program lain yang seakan “terbengkalai”? Inilah gunanya pers, bukan?

Statement terakhir, pertanyaan yang muncul adalah, apa semua orang yang mengkritisi program kerja pemerintah termasuk pers dan rakyat itu sendiri dianggap orang yang tidak berpendidikan? Respon saya saat melihat komentar yang dituliskan oleh seseorang tersebut di jejaring sosial adalah well mungkin saya hanya dapat tertawa mengasihani sang komentator tersebut dalam ketidaktahuannya. Kesimpulan yang bisa diambil, tentu saja ia orang yang tidak tahu aturan berpendapat di dunia maya. Ia berdalih setiap orang bebas berpendapat termasuk komentar “kayak orang ga berpendidikan saja”-nya itu. Hal yang saya hormati ialah, ya mungkin saja itu memang pendapat sang komentator tersebut. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan apalagi dibesar-besarkan. Hanya yah mungkin ia hanya, seperti yang saya katakan di awal tadi, terlampau dumb  untuk berpendapat di suatu jejaring sosial.

Kembali lagi ke topik awal, saya tahu tidak semua dari Anda yang membaca tulisan ini pada saat ini setuju dengan apa yang saya uraikan. Intinya, Indonesia ini tidak kalah dari negara-negara besar lainnya seperti Amerika, Jerman, dll. Kita hanya perlu mawas diri dalam mengemban amanah mencerdaskan kehidupan bangsa. Indonesia hanya perlu berbenah diri dalam mencapai visi serta misi mewujudkan negara yang makmur dengan tingkat SDM yang berkualitas tinggi. Indonesia bisa lebih baik lagi atau tidak untuk ke depannya sebenarnya sudah tercermin dalam sikap generasi mudanya pada saat ini. Selama masih ada generasi muda yang membuat menyontek sebagai budayanya, selama itu pula bangsa kita masih akan terbelenggu dalam masalah-masalah kompleks lainnya baik di bidang pemerintahan maupun pendidikan.

Posted by Reta Riayu Putri

10 Presiden Amerika yang Suka Mabuk

Banyak Presiden Amerika Serikat memiliki masa lalu yang penuh warna. Dan salah satu masalah para Presiden itu adalah mereka pecandu alkohol dan merasa bangga dengankebiasaan minum mereka. Artikel ini mengidentifikasi mereka dan mencoba mengulas siapa sebenarnya mereka

1. Barack Obama

Sebuah laporan berita muncul 2010 yang mengabarkan tentang masalah Barack Obama yang hobi minum alkohol. Daily Mail melaporkan bahwa dokter kepresidenan menganjurkan Presiden berhenti minum berlebihan dan berhenti merokok. Rekomendasi ini muncul setelah kadar kolesterol Obama naik di ambang batas seharusnya.

2. George W. Bush 

Bush bukan orang dengan kebiasaan sehat pada 1960-an dan 70-an. Bush bahkan mengaku menyalahgunakan zat additif sebelum berusia 40. Dia menggambarkan periode ini adalah saat dimana dia menjadi pemuda nomaden dan tidak bertanggung jawab. Ini semua terjadi sebelum ia melakukan konversi agama dibimbing Billy Graham.

3. Richard Nixon 

Selama Skandal Watergate, yang meletus pada tahun 1974, Nixon banyak minum-minuman berakohol dari yang pernah ia lakukan sebelumnya. Dia bahkan menjadi lebih tertekan saat dia menempatkan diri dan keluarganya dalam penghinaan atas pengunduran diri nya. Banyak yang tidak akan mendengar dari Nixon selama bertahun-tahun setelah pengunduran dirinya karena malu. Masalah minum-minuman alkohol berlebih yang dilakukan oleh Nixon dapat ditemukan dalam biografi Nixon yang ditulis oleh Stephen Ambrose.

4. Martin van Buren

Presiden AS dari Partai Demokrat ini memiliki reputasi sebagai pemabuk pada usia 25. Dia bahkan bisa minum dalam jumlah besar tanpa menunjukkan tanda-tanda keracunan.Perilaku diperagakan baik ke Wakil Kepresidenannya.

5. Ulysses Grant

Presiden AS ini juga punya masalah dengan alkohol. Masalah ini lebih jelas tercermin selama dinas militer. Namun,banyak minum-minuman beralkohol dikatakan tidak terpengaruh kemampuannya untuk melakukan tugas kala itu. Penyebab kematian Ulysses Grant karena kanker tenggorokan itu dimungkinkan berkaitan dengan kebiasaan konsumsi alkohol yang berlebihan.

6. Franklin Pierce

Presiden ini menjadi pemabuk karena stres traumatik. Sebelum ia disumpah sebagai presiden, dia dan istrinya dalam kecelakaan kereta api. Putra tunggalnya hampir terpenggal tepat di depannya. Setelah insiden ini Pierce menjadi tertekan dan melampiaskan dengan banyak minum alkohol. dia menganggap kecelakaan itu sebagai hukuman atas dosa-dosanya.

7. James Buchanan

Dia adalah Presiden yang merayakan kebiasaan minumnya yang berlebihan. Dia secara teratur mengeluh bahwa ukuran botol sampanye nya terlalu kecil. Selain itu, ia dikenal untuk minum 2 sampai 3 botol cognac dan fermetasi gandum hitam kering seminggu sekali .

8. Franklin D. Roosevelt

FDR memiliki masa kepresidenan yang berat. Dia harus berurusan dengan Depresi Besar, munculnya Hitler, pertempuran dengan polio, dan perang yang berkecamuk. Dia juga seorangpeminum berat dan menurut cucunya dia adalah peracik martini terburuk yang pernah ada.

9. William Taft

Tidak ada sumber yang mengklaim dia minum selama kepresidenan. Bahkan, banyak dari rekan-rekannya menyatakan dia abstain dari minum minuman beralkohol. Namun selama tahun tahun fratnya,William Taft adalah seorang peminum berat. Dia sering minum akan selalu memastikan bahwa semua temannya juga mabuk.

10. John Adams

Dia juga seorang pecandu alkohol yang juga harus disebut pada daftar ini. Bahkan dia memulainya dengan sarapan setiap hari dengan anggur cider . Sarapan dengan minuman keras … hmmm.

Can a Film Ever Truly Beat a Good Book?

Image

It has long been debated whether a film adaptation of a really popular novel can ever truly live up to the reader’s expectations and equal its paperback’s sucess. I started thinking about this whilst in Waterstones purchasing the Help when the store assistant enthusiastically announced that the film version was almost as good as the book, as though this was some sort of revelation. What really struck me was her emphasis on ‘almost’, as though it was never a point in question that the film could rival the book, but it was to be applauded that it had even come close.

As a self-confessed book-worm I’m concerned I might be approaching this debate with a slightly biased opinion (as you can probably tell from the title of the post) as, for me, there’s nothing better than those rare moments when you find yourself in possession of a book you just can’t put down, I’m talking about the kind of book you unashamedly read in a queue or on a 5 minute bus journey despite the fact you might only be able to squeeze in a few pages. Such books are hard to find and it’s a tough task to create films that live up to them. As they say, there’s nothing more powerful than the imagination, which is the true beauty of a well-written book, it’s almost as though you’ve dived into the page and you’re there with the characters – Elizabeth Bennett isn’t just the annoying Kiera Knightly playing the typical upper-class heroine you watched her play last week in Pirates of the Caribbean, she’s the character you’ve created in your mind, the one you feel like you know, she’s Elizabeth Bennett only. For this reason, I tend to prefer a good book over a good film.

Musing over this, I decided to buy the film version of the Help as well as the book and also started thinking about some of the nation’s favourite novels in comparison to their on-screen partners. Perhaps the most obvious – Harry Potter, the little wizard who many of us grew up alongside, his school years echoing our own, who is now a worldwide phenomenon, a massive Hollywood franchise and a brand in his own right. For me, however, this success is all attributable to the books. Whilst the films are undoubtedly addictive and highly watchable, they never quite capture the true magic that J K Rowling created in the books. A similar sensation a few years ago was the Da Vinci Code, one of those novels (much like 50 shades today) which was everywhere! Too mainstream and over-hyped to please the critics, the Da Vinci Code was never going to be an award-winner but it was literally un-putdownable and I found myself eagerly anticipating the film but left hugely disappointed. Tom Hanks just didn’t seem to fit the bill and his performance as Robert Langdon felt flat, a character who in the book had much more of an edge and oozed charisma and sex appeal. After reading the book I found myself googling the Holy Grail and Mary Magdalene keen to know more, however the movie lacked depth and seemed to skim over many of the issues and ideas raised by the novel leaving me dissatisfied and wishing I’d never watched it. Another favourite of mine a few years ago was the Other Boleyn Girl, the highly scandalous story of Anne Boleyn and her sister Mary and their relationship with the infamous Henry VIII. A big fan of period dramas and historic novels, I couldn’t wait for the film to be released, but as I think many will agree it was a poor adaptation, departing in many places from the book and failing to capture the charm and shock-factor of the novel despite casting the brilliant Natalie Portman and gorgeous Scarlett Johansson as the female leads.

Continue reading “Can a Film Ever Truly Beat a Good Book?”

125 Teka-Teki MOS/OSPEK

1. air putih = susu
2. air bening = air putih
3. air anget = air jahe
4. susu ngantuk = susu bantal
5. nasi perang = nasi goreng
6. nasi pocong = lontong
7. sayur campur = sayur asem
8. cacing goring = mie goreng
9. cacing rebus = mie rebus
10. nasi belom mateng = beras
11. Coklat rihana = coklat payung
12. Monyet2 gila = momogi
13. Triplek isi Pasir : Creaker
14. Air dari sungai Nil >> Air putih ditulis dengan merek sendiri.
15. makanan bulan = keju/terang bulan
16. kacang ilmuwan = kacang pilus/kacang sukro/kacang atom
17. oli = kopi
18. batu bata italy == tango
19. biskuit 3 rahasia mungkin maksudnya oreo (diputar, dijilat & dicelupin)
20. buah malam minggu= apel
21. makanan pelaut= bayam
22. minuman ngeres= marimas/kopi / frutang
23. bantal tepung terigu=roti bantal deh kayaknya
24. santan sapi murni=Susu cair putih
25. spongebob coklat lembek= Brownies
26. ikan harta karun= Ikan Mas
27. bakal ayam = telur
28. P3k=oky jell
29. buah ketakutan = buah pear
30. buah washington kayaknya apel merah
31. Minuman kotak sejuta warna >>> teh kotak
32. Kentut Stela >>> qtela
33. Bantal Sobek isi nya Tanah liat = roti sobek isi coklat
34. Guling Sobek rasa darah = roti panjang isi stroberi
35. sayur cina=cap cay
36. buah mandarin=buah naga / jeruk mandarin
37. minuman energi=extra joss
38. ikan masuk angin=ikan kembung
39. tinta merah:sirup merah
40. cokalt balok = chungky bar
41. telur udik cap rt/rw = telor asin, biasa kan ada cap2nya gitu
42. telephone hewan khas china = biskuit hello panda
43. tongkat badai cokelat = twister choco stick
44. buah teh macintosh = fruit tea apel
45. panggangan orang belanda cokelat = klapertart
46. the hijau gembira bunga melati = joy tea
47. pesisir melingkar keju = richeese / rings
48. transjakarta bertenaga macan = biskuat
49. cokelat lebih baik = better
50. cokelat peralatan kucing = kit kat
51. permen pria bertepuk = permen mentos
52. buah harajuku = buah j-rock = buah jeruk
53. lucky stick :tongkat keberuntungan
54. minuman ringan membangkitkan ulama=NU Green Tea
55. biskuit dengan texline”brr..brr..brr ” = oreo ungu
56. biskuit super=biskuat
57. bread essence = sari roti
58. Minuman Botol 600ml+ sedotan=Penampung air ukuran 600ml+selangnya
59. susu penurut=susu yes
60. Biskuit lebih baik = Better
61. Alat Terbang harry potter 2011/2012 = sapu (maybe)
62. Snack monyet petualang = Taro
63. Wafer coklat merk oli = TOP
64. Tongkat host happy song = coki-coki
65. Buah dad say yes (bahasa inggris) = PAPAYA
66. rumah iglo=nasi yang dibentuk kayak direstoran
67. telor mata kedip=telor mata sapi
68. sayur kuah 5 warna=sop (berkuah,isinya warna warni kayak wortel kentang dsb)
69. Dewi Sri Berjemur = nasi Goreng
70. Dodol Sapi….=SOZZIS
71. 1+lada=Selada
72. T+Kekebalan = Timun
73. Bilangan ‘2,3,5’ = Aer minum cap Pr*ma
74. Bulan Sabit = Pisang
75. kaka’ Amis Trick = Teh Manis
76. Telletubbies mencari keringat = po Cari Sweat
77. Binatang Dua Huruf Kriuk2 = Kerupuk Udang
78. Minuman Dwi panzer = Aer Merk 2tang
79. Buah Upacara = apel
80. kerupuk union = Kerupuk Bawang
81. Minuman Kanibal= Nutri sar*i (jeruk makan jeruk)

Continue reading “125 Teka-Teki MOS/OSPEK”

Foto Suasana Ramadan di Berbagai Belahan Dunia

Ramadan telah tiba. Semua umat muslim dunia penuh sukacita menyambut datangnya bulan ‘pembersihan diri’ ini. Banyak ritual serta peristiwa menarik di berbagai negara dalam menyambut bulan suci. Semua itu jadi pertanda, betapa asimilasi telah menjadi keunikan Islam sebagai agama yang mampu menyerap di semua lapisan.
Boston.com merangkum semua peristiwa saat Ramadan dari berbagai penjuru dunia. Apa Kabar Dunia kini membagikan foto-foto tersebut kepada kamu sebagai ucapan “Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita – yang menjalankan puasa – mendapat baroqah dari Allah SWT.”
Saat maghrib tiba – Masjid Faisal, Islamabad, Pakistan (AP Photo/Wally Santana)
Menunggu ‘hilal’ dan ‘rukyah’ – Bukit Agok, Bandar Seri Begawan, Brunei (REUTERS/Ahim Rani)
Sholat Jumat di Istiqlal, Jakarta (AP Photo/Irwin Fedriansyah)
Anak-anak menanti makanan yang dibagikan saat buka puasa – Humanitarian Center, Amman, Jordan (AP Photo/Nader Daoud)
Warga Palestina setiap hari Jumat menyeberangi wilayah Israel demi menuju Masjid Al Aqsa (AP Photo/Bernat Armangue)
Ayam goreng kegemaran Upin-Ipin jadi sajian laris menjelang berbuka – Kuala Lumpur, Malaysia (KAMARUL AKHIR/AFP/Getty Images)
Umat muslim Kashmir berdoa saat sholat Jumat di bulan Ramadan – Srinagar, India (AP Photo/Dar Yasin)

The Avengers Versi Gue

   Seumur hidup, nggak pernah malam Minggu gue sekonyol ini. Gimana enggak? Satu negara juga mungkin bakal guling-guling di lantai saking ngakaknya. Jadi begini sodara-sodara…

     Adalah Sabtu, 12 Mei 2012 pukul 21:00, gue ngajak nyokap sama bokap gue nonton The Avengers. Dan tibalah di Cinema XXI Mega Mall Batam Center sekitar pukul 21:30. Yaaaahh, sayang sekali, film The Avengers sudah mulai 15 menit yang lalu.

Poster The Avengers

Nyokap pun bertanya…

Nyokap: “Kak, mau nonton juga nih? Udah telat 15 menit.”

Gue: “Nggak deh, Ma. Udah penuh juga studionya. Mau duduk di mana?    Paling depan? Sakit leher ntar, Ma.”

Nyokap: “Ya sudah. Keputusannya nggak jadi nonton nih?”

     Sementara itu, gue ngeliat show board yang ada di dekat Mbak-mbak penjual tiket masuk. Bingung juga. Niat awal gue kan mau nonton The Avengers. Nggak lucu kan hanya gara-gara telat 15 menit gue nggak jadi nonton The Avengers. Oke…  in one sec, itu show board nampilin jadwal Midnight Show. Dan di Studio 1 ternyata ada film The Avengers. Yup!! Great pleasure. Tapi, show time-nya jam 23:15. Too midnight. Mmhh, nggak pa-pa kali. Yang jelas intinya, gue harus nonton The Avengers. 2 bulan sebelum film ini keluar aja gue udah menantikan with all my heart and soul. Chicklit!

Nyokap: “Kak, jadi nonton nggaaaak?”

Gue: “Jadi dong, Ma. Midnight boleh kan??” (muka nyengir)

     Nyokap gue nggak langsung mengiyakan sodara-sodara. Beliau melihat jam terlebih dahulu. Ternyata sang waktu pun baru menunjukkan pukul 21:40.

Nyokap: “Lama kali. Mulainya jam sebelas. Ini baru jam sepuluh”

Gue: “Cuma satu jam lebih kok, Ma.”

     Tiba-tiba bokap gue yang baru selesai nyari parkiran yang susah amat dateng menghampiri. Tap tap tap…

Bokap: “Lho, mana tiketnya? Nggak jadi nonton?” 

      Dalam hati gue, “Di samping faktor studio yang udah penuh, ternyata kita juga sudah telat dari show time-nya my great Papa.” Dan akhirnya gue hanya menjawab dengan gerakan bola mata yang seolah berkata, “C’mon, Dad!!”

      Sumpah ini bokap gue heboh banget. Akhirnya nyokap gue juga bingung sendiri. Mbak-mbak penjual tiketnya yang berbaju hitam bersanggul rapi itu sudah senyam-senyum dari tadi. Mungkin di hatinya, “Nih big fam sebenernya mau nonton atau kagak sih?? ” 

     Oke… skip!! Itu mungkin cuma imajinasi gue saja yang terlampau liar. Mmhhh, dududu. Akhirnya nyokap gue ke line untuk ikut mengantri membeli tiket bersama calon penonton lainnya. Gue sama bokap nunggu tak jauh dari line tersebut sekalian lihat Coming Soon Board yang ada di setiap jengkal Cinema XXI. Tak lama kemudian, nyokap gue datang sambil membawa tiket di tangannya. Buru-buru gue lihat. Firasat gue nggak enak.

           JENG!! Bener ternyata. Siap-siap gue membuka mulut…

Continue reading “The Avengers Versi Gue”