Bento Syndicate (XI-IPA 5) SMAN 1 BATAM

Selasa, 14 Mei 2013

Syndicate atau kelas XI-IPA 5 SMAN 1 BATAM membawa bento secara bersama-sama dalam pelajaran Bahasa Jepang bersama Sensei Mira Dwi Novrianty, S.Pd. Bento sendiri adalah lunch box yang dihias dengan menarik dalam budaya Jepang. Khasnya, bento atau lunch box itu dihiasi oleh nori (rumput laut kering) yang berwarna hijau kehitam-hitaman.

box

My fucking angry bird oops

Bento

Chantika Karina’s

Bento

Dmitri Andriani’s

Bento

Dwi Putri Julianti’s

Bento

Gilang DelanaPutri’s

Bento

Mila Baarik Iman Sari’s

Bento

Riani Fitrahlia’s

Bento

M. Luqman Hidayat’s

Bento

Haiqal Muhammad’s

Bento

Abid Affandi’s

Bento

Rakadrian Nugraha’s

Bento

Fulristami Zaenab’s

Bento

Hania Rizkieta Hazah’s

Bento

Ika Putri Syawaliani’s

Bento

Rama Fitria Revoni’s

Bento

Andika Dwi Rianita’s

Bento

Dicky’s

Bento

Rofidah Umniyati Hs’

Bento

Peyaaas’

Bento

Prama Ikhsan Anggara’s

Bento

Aulia Riski Molanda’s

Bento

Suci Womantri’s

Bento

Dela Rizkyani’s

Bento

Fiha Ruzieqna’s

Bento

Tresnawati Dyah’s

Bento

Ocatavian Sahat’s

Bento

Fauzan Permana Noor’s

Bento

Rio Rinaldi’s

 

Bento

Faizal Ibrahim’s

 

Bento

Alit Dian Saepudin’s

 

Bento

Devita Rosalina’s

 

Bento

Pieter Mario’s

 

Bento

Edi’s

 

Bento

Ivo Mario’s

Mengejar McFlurry ke Negeri Cina

Sabtu, 4 Mei 2013

McFlurry oh McFlurry. Haha. Silly banget ini memang. McFlurry… McFlurry (sembah-dewa). Sabtu pagi itu berjalan seperti biasa. Layaknya manusia normal lainnya, gue datang ke sekolah sambil berharap dalam hati bakal ada hujan lebat plus badai serta halilintar, supaya nggak senam pagi di lapangan. Tapi, sepertinya Dewa Angin tengah berlibur sementara ke Maldives dan bersantai di Palm Beach Resort saat gue sedang super-duper membutuhkannya, karena buktinya Sabtu pagi itu terlihat sangat cerah yang nyatanya tidak sesuai dengan harapan. Matahari dengan semangat ’45 menyinari lapangan olahraga pagi itu. Tak pelak, dengan gaya zombie kece, gue setengah berlari bergerak ke lapangan karena tak lama lagi senam pagi akan dimulai. Tapi memang awalnya nggak niat senam, jadi yah gitu aja suer. Senamnya gue kayak orang patah tulang—gerak-gerak dikit.

Pukul 8 pagi pun pelajaran pertama dimulai. Debate. Oh, pelajaran itu berlalu seperti angin. Cepat banget. Gue lagi pengin lama-lama di jam mulok padahal. Jam istirahat pun tiba. Dasar movie-freak, gue sama the folks lainnya, Ika, Haiqal, Fulrisami malah nge-stuck di kelas nonton Wedding Dress—film Korea tersedih yang pernah ada. To be honest, seriusan, gue udah pernah nonton film itu di rumah dan udah tahu jalan ceritanya. Tapi, nggak tahu kenapa, nonton lagi itu tetap buat kita termehek-mehek—over. Ceritanya terlalu sedih sih. Si Haiqal nggak berhenti-henti nanya berulang kali kayak alaram, “sedihnya di bagian mana, sih?”—gue sampai jengah dengernya. Jelas-jelas ceritanya sedih, dianya malah ketawa—tebak siapa yang waras?

Setelah filmnya habis… “Huaaaa! Sedih banget filmnya” (kucek-kucek mata), kata si Haiqal dangdut satu itu. Dasar ga waras. Nah, ini dia permulaannya, saat Haiqal ntah Fulristami yang bilang, “Pengin McFlurry”. Gue jadi pengin to the max juga, “Iya….” (sambil membayangkan McFlurry karamel). “Ayolah, gerak sekarang. Beli McFlurry” Haiqal dangdut berkata. “Ayooooo!” kata gue dengan semangat ’45.

Jadilah kita pergi. Ika bareng Haiqal dan gue bareng Fulristami aka Ipul, naik motor. Rencananya, kita bakal singgah dulu di rumah Ipul buat ambil mobil—jadi ga ribet pakai motor banyak-banyak.  Dalam hati nih.. “WE ARE FREE AS A BIRDS!”. Tiba-tiba, di salah satu  persimpangan di Bengkong—daerah rumah Ipul, nggk tahu gimana ceritanya, tiba-tiba hujan dan jalan turunan itu seketika menjadi licin. Bliz! Gue sendiri nggak tahu lagi kelanjutannya karena tiba-tiba gue dan Ipul udah berserak di aspal—tersungkur, jatuh hingga guling-guling nyium aspal. Berselang beberapa detik kemudian, Ika dan Haiqal pun juga ikut jatuh ke aspal. Dazzz, kita semua berserakan di jalan—yang mana sampai sekarang, gue masih tak henti-hentinya bersyukur, untung nggak ada kendaraan mobil atau motor yang tengah melaju dari arah belakang. Parahnya, jalan turunan tempat kami jatuh itu banyak truk berseliweran. Masih nggak kebayang, gimana kalau ada kendaraan dari arah belakang. Ya Allah, semua itu terjadi tanpa diduga. Gue langsung gemeteran. Anehnya, walaupun lutut, siku, dan tangan berdarah perih gitu, gue sama sekali nggak bisa nangis. Cuma diam sebentar, nahan perih dan akhirnya ketawa gara-gara si Haiqal dangdut itu bilang, “Aduh, cewek banget sih. Biasa aja lagi. Ngapain takut. Cuma jatuh gitu aja pun. Nggak pa-pa. Kita keren kok.” Hhhh, dasar sarap. Itu anak bisa-bisanya santai setelah kita berserakan di aspal karena keadaan jalanan yang licin.

Akhirnya, kita semua tetap ke rumah Ipul, bersihin luka-luka yang ada. Setelahnya, dasar McFlurry-freak, kita semua tetap melanjutkan destinasi ke Mc Donald’s untuk beli McFlurry idaman itu. Gilakkkk, masih nggak habis pikir, baru jatuh lho padahal. Tapi McFlurry-nya tetap dong ya hehehe. Tak hanya McFlurry sebenarnya, plus beef burger juga hihi. Kita takeaway sambil makan di mobil. Setelah itu, kita pun lanjut ke rumah Raka untuk latihan musik. Sesampainya, di rumah Raka, yang lain pada menatap heran dengan pandangan heran bercampur bingung saat lihat penampilan kami yang berantakan. Jancuk! Baju olahraga yang putih bersih itu berubah warna jadi hitam karena nyapu aspal. Lame! But it was great.

Haiqal Muhammad

Silly face of Haiqal

Fulristami Zaenab

Fulristami aka Ipul

McDonald's

beef-burger

McFlurry Choco

McDonald’s Part 2

Minggu, 5 Mei 2013

Matahari Minggu pagi itu memang nggak bisa diajak kompromi. Cerah banget. Padahal gue berharap ada hujan lebat plus badai. Gilaaak, nggak mutu banget ye moto hidup gue, tiap hari berharap hujan. Hehehe. Minggu itu gue ada rencana mau latihan musik di rumah Raka bareng anggota musik lainnya, Jeremy, Pieter, Raka, Sahat, Haiqal, Abid, Fauzan, Denis, Fulristami, Fiha, dan Ika. Kata Pieter, “Latihannya jam 11 ya. Eh, nggak jadi, jam 10 aja. Biar nggak ngaret. Tapi mulainya jam 11.” Oke sipppp.

Jam 10, tiba-tiba hujan turun. “Alhamdulillaaaaaaah”, ucap gue dalam hati. Jadilah pas hujan itu gue masih bergelung di bawah selimut sambil membaca novel sastra, Layar Terkembang karya S. Takdir Alisjahbana. Tiba-tiba, ada SMS, tring… 

Ika      : Reta, pergi ke rumah Raka, kan?

Reply: Iya

Ika      : Udah siap-siap?

Reply : Belum

Ika       : Buruan siap-siap. Cepat.

Reply : Errrrr malas

Ika       : Cepat

Reply : Ok

………….sesampainya di rumah Raka

“Hai!” sapa si tuan rumah yang belum mandi yang tengah asik dengan game FIFA-nya. Hohoho, jam telah menunjukkan pukul 12 siang saat anggota yang lain belum pada datang—yang ternyata memang tidak pada datang, kecuali kita berlima plus Raka tentunya sebagai si tuan rumah. Tiba-tiba, teve yang ada di depan mata tengah mengiklankan burger McDonal’s. “Haduh, McDonald’s udah manggil. Aku mandi dulu ya, we. Ntar kita pergi.”

Gue, Ika, Fiha, Fulristami, dan Haiqal langsung manggut-manggut setuju. “Ayoooooo!” kata gue semangat. 15 menit kemudian, Raka pun selesai mandi di mana kemudian kita langsung terjun ke McDonald’s. Kalau kali ini, Raka yang ngidam berat sama McDonald’s. Beberapa belas menit kemudian, kita sampai di McDonald’s—heaven!

Tiba-tiba, Abid anggota musik lainnya muncul juga di McDonald’s—yang sampai sekarang gue nggak ngerti dia muncul tiba-tiba gitu darimana. Akhirnya kita semua serentak pesan Panas Special McDonlad’s beserta coke-nya. Tadi, kita perginya pakai dua mobil. Mobil Haiqal dan Fulrisami. Karena Fulristami aka Ipul langsung balik ke rumahnya yang dekat dengan McDonald’s, gue barenga Raka, Ika, an Fiha berpikir keras gimana caranya kita balik lagi ke rumah Raka, karena semua barang-barang kita ada di rumahnya Raka. Haiqal—yang sebenarnya ada acara lagi sehabis di McDonald’s tentunya tidak dapat mengantarkan kami lagi balik ke rumah Raka. Setelah bepikir keras mencari solusi, akhirnya Haiqal dangdut itu berbaik hati mengantari kami sampai halte depan Rumah Sakit Awal Bros, sehinga kami yang kecehhh ini bisa naik busway ke rumah Raka di Jalan Palapa. Akhirnya, dengan membayar Rp. 12.000,- kita berempat—gua, Fiha, Raka, Ika, sampai dengan selamat di rumah Raka berkat bantuan dari oom supir busway yang punya kumis kece tersebut. Sipppp, perut kenyang hati pun senang. Jadi, intinya hari itu kami tidak jadi latihan musik hehehe.

McDonald’s Part 3 with Momma and Paprock

Senin, 6 Mei 2013

Sepulang sekolah, gua langsung latihan musik di rumah Raka, which ya know, we… yes too much rambling there at Raka’s but it was good, anyway. Nah, pas selesai latihan sekitar jam 5, gue…. tidak langsung pulang ke rumah sodarah-sodaraaaah, melainkan singgah ke McDonald’s dulu sama momma & paprock. Yippi, McDonald’s all the time. Si papa… biasa… kangen McD udah kayak orang ngidam. So, we had an early dinner there xoxo.

McDonald's

Legit Pictures 2013

Rabu, 8 Mei 2013

Rabu ialah hari terkece di dunia. Kami, XI-IPA 5—SMAN 1 Batam menampakkan euforia kemenangan akan libur 1 hari pada hari Kamis yang akan datang. “Yayyyyy!” Jadi, di hari yang berbahagia itu, gue dan the folks yang merasa takaran gilanya sama kayak gua mengambil beberapa foto yang bisa dijadikan sebagai album dalam kenangan manis SMA di hari Rabu yang cerah. Here we go!

Rakadrian Nugraha dan Haiqal Muhammad

Jack dan Rose wannabe by Haiql Muhammad and Rakadrian Nugraha

Haiqal Muhammad

Dablo by Haiqal dangdut

Ivo Mario

Super Mario Brossss, Ivo!

Rakadrian Nugraha

sleeping beauty

Cinema with Momma and Paprock

Kamis, 9 Mei 2013

Yihaaaaa! Tanggal merah yang satu ini memang harus dinikmati dengan sungguh-sungguh. Santai sejenak dari rutinitas sehari-hari rasanya tidak ada yang salah hehehe. Jadi, pada Kamis yang legit itu, gua ngajak mama sama papa untuk nonton 9 Summers 10 Autumns di bioskop 21, Nagoya Hill. 

9 summers 10 autumns (3)

9 Summers 10 Autumns the movie

9 Summers 10 Autumns

poster

9 Summers 10 Autumns

Guess what? Gue berani bilang bahwa ini film Indonesia yang sangat inspirasional yang pernah ada. Gue rasa ini film yang wajib ditonton oleh kita semua anak Indonesia yang kadang merasa jenuh atau putus asa dengan kehidupan. Perasaan gue setelah nonton film 9 Summers 10 Autumns adalah lega. Iya, lega. Lega bahwa akhirnya gue yakin dengan sepenuh hati, hidup ini hanya butuh keberanian. Usaha dan kerja keras adalah pelengkapnya. Intinya adalah sebuah keberanian. Film ini sukses bikin gue termehek-mehek, nangis, you know, beneran nagis tersedu-sedu tapi juga bisa tertawa dalam waktu yang bersamaan. Film ini bikin gue sadar kalau hidup ini tidak pantas untuk dikeluhi barang sebentar. Hidup ini hanya untuk dijalani, bukan dikeluhi. I rated this movie 10/10. Ini adalah film Indonesia terbaik yang pernah ada.

Jadi, film 9 Summers 10 Autumns adalah film yang mengisahkan tentang seorang anak supir angkot yang dengan segala keterbatasan orangtuanya dapat menggapai New York dengan kerjakeras dan kesungguhan hatinya. Iwan, dikisahkan sebagai anak supir angkot di daerah Batu, Malang yang hidup dengan serba kekurangan, tapi berlimpah kasih sayang dari kedua orangtuanya, ibu dan bapak. Ibu, tak pernah menyerah untuk berjuang membesarkan anaknya dengan suaminya yang hanya bekerja sebagai supir angkot dengan kelima anaknya. Iwan adalah anak ketiga dari bapak dan ibu, anak lelaki satu-satunya yang bapak harapkan dapat menjadi penerusnya sebagai kepala keluarga dengan bekerja sebagai supir angkot.

Tapi, jalan kadang tak sesuai dengan yang telah terpetakan saat Iwan mendapat beasiswa kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Iwan memiliki tekad yang kuat untuk meneruskan kuliahnya dengan beasiswa prestasi tersebut, namun dilema muncul saat sang bapak bersikeras agar anaknya tetap tinggal di Batu dan membantunya mencari nafkah sebagai supir angkot. Iwan mengurungkan niatnya sejenak untuk kuliah. Namun dalam hati, api semangat untuk kuliah itu tak pernah padam dalam hatinya.

Suatu hari, bapak pun luluh hatinya saat melihat tekad anaknya bersungguh-sungguh untuk meneruskan kuliahnya. Bapak pun menjual angkotnya untuk membiayai keperluan sehari-hari Iwan di Bogor. Bagian ini buat gue nangis tersedu-sedu, saat sang bapak memutuskan untuk menjual angkotnya agar dapat membiayai keperluan anaknya sehari-hari saat kuliah di Bogor.

Perjuangan bapak rasanya tak sia-sia saat Iwan akhirnya lulus dengan predikat cum laude. Setelah lulus kuliah, ia pun mulai bekerja di Jakarta sebagai data analis. 3 tahun kerja kerasnya sebagai data analis di Jakart rasanya terbayar dengan tawaran kerja di New York yang didapatnya beerkat kerja kerasnya itu. Di New York, karirnya pun melesat cepat hingga tak terasa telah 9 musim panas dan 10 musim gugur ia lewati di New York dengan posisi terakhir sebagai Director Internal Client Management Data Analysis and Consulting Nielsen Consumer Research New York, Amerika Serikat. Setelahnya, ia sempat ditawari posisi direktur di Eropa  saat akhirnya ia memutuskan untuk menolaknya dan memilih balik ke Indonesia setelah melewati 9 musim panas 10 musim gugur di negeri Paman Sam tersebut.

Film ini pantas direkomendasikan untuk wajib ditonton oleh semua kalangan. Film Indonesia inspirasional yang satu ini sangat sarat makna. Film 9 Summers 10 Autumns ini diangkat dari novel yang berjudul sama, yang diangkat dari kisah nyata, yaitu kisah asli penulisnya sendiri yaitu Iwan Setyawan. It was perfectly good! You gotta see! Here… some pictures of the movie.

9 Summers 10 Autumns

part of the movie

9 Summers 10 AUtumns

part of the movie

9 Summers 10 Autumns

part of the movie

McDonald’s Part 4

Jumat, 10 Mei 2013

Hehehehehe, iya. I’m addicted to McDd’s. Untuk kesekian kalinya dalam minggu ini, gue ke McDonald’s lagi. Kali ini bareng Haiqal, Abid, dan Fulristami aka Ipul. Gua pesan Big Mac yang super-duper jumbo dan kembali ke sekolah lagi dengan perut super kenyang tepat sebelum shalat Jumat dimulai, karena Haiqal dan Abid harus shalat Jumat, hihi.

McDonald's Big Mac Burger

Big Mac Burger-nya McDonald’s

Glass

Pesan Big Mac Burger dapat gelas cantik ini dari CocaCola

McDonald’s Part 5

Sabtu, 11 Mei 2013

Hehehehe, yesssss, you’re right. Gue pergi lagi ke McD’s hari Sabtu itu hehehe. Kali ini gue pergi bareng Raka, Alit, Haiqal, Gilang Delana aka Yayang, Fulristami aka Ipul. Tak lama sesampainya di McD’s, tiba-tiba Ivo menelepon Alit, mengatakan bahwa ia akan menyusul juga ke McD’s bareng yang lain. Tak lama, Ivo dan yang lain, di antaranya Hania, Mila, Suci, Dwi Putri, Rio, Luqman menyusul ke McDonald’s. So, there we go, had lunch and lil bit rambling about 2-3 hours and then we went to school again hehehe. Here… some photos of our silly-faces.

Haiqal Muhammad, Gilang Delana Putri, dan Rakadrian Nugraha Gilang Delana Putri, dan Rakadrian Nugraha Reta Riayu Putri dan Fulristami Zaenab Haiqal Muhammad dan Gilang Delana Putri Gilang Delana Putri dan Rakadrian Nugraha Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Haiqal Muhammad, Gilang Delana Putri, Dwi Putri Julianti, Mila Baarik Iman Sari Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Gilang Delana Putri, Mila Baarik Iman Sari Gilang Delana Putri dan Mila Baarik Iman Sari Reta Riayu Putri dan Fulristami Zaenab Gilang Delana Putri, Dwi Putri Julianti, Suci Womantri, Reta Riayu Putri, dan Fulristami Zaenab Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, Suci Womantri, Dwi Putri Julianti, dan Gilang Delana Putri. Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, M. Luqman Hidayat, Suci Womantri, Dwi Putri Julianti, dan Gilang Delana Putri. Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Hania Rizkieta Hazah, dan Haiqal Muhammad Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti dan Haiqal Muhammad Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti, Haiqal Muhammad, dan Gilang Delana Putri Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti, dan Gilang Delana Putri Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, dan Gilang Delana Putri Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Suci Womantri, Hania Rizkieta Hazah, Dwi Putri Julianti dan Haiqal Muhammad Mila Baarik Iman Sari, Fulristami Zaenab, Reta Riayu Putri, Hania Rizkieta Hazah, M. Luqman Hidayat, Suci Womantri, Dwi Putri Julianti dan Gilang Delana Putrii + Raka's mouth

My 16th Birthday Party

March 8, 2013

I’m just 16! Yayyyy! For finally, I’m 16 already! Wut wuttt! Jumat, 8 Maret 2013 lalu was a big-big-superb-day for me. Still can’t believe that finally I’m 16 ya knowww ngehehehe, di mana 16 tahun yang lalu di Rumah Sakit Otorita Batam, tepatnya hari Sabtu, 8 Maret 1997, my super-duper awesome Mama brought me into this world. To be honest, ada cerita, well, funny story dibalik lahirnya gue. Tapi ga mau cerita di sini ah, panjang banget abisan hehe. Just reach me to know about the story hehehe. Jumat pagi itu, I got so many birthday wishes from my friends. Ahhhh, thank you to everyone for the birthday wishes! I was so bloody flattered that I got so many! I never ever expected quite so many as I got. About 1am, I got this one from Andreas. I loveeee this one! Thank you so much, Bubuuuu!

Birthday Card-Funk from Andreas!!

Beethoven membahana dengan Fur Elise-nya—menandakan berakhirnya jam pelajaran siang itu. Nope, gue ga langsung pulang. Sehabis pulang sekolah, gue masih harus latihan nari untuk ambil nilai seni kebudayaan esok harinya. Jadi, ya know, gue tetap stay di kelas sembari menunggu teman-teman gue yang laki-laki—muslim, selesai sholat Jumat. I can’t help but scream, “what the hell am I suppose to do?!” 

Jadi, ide brilian gue keluar. Ngehehehe, gue taruhan sama Jeremy. Barcelona, tim favorit gue sedang bertanding melawan Real Madrid di laptop Alit—okay, sounds awkward—maksudnya di game FIFA di laptop Alit, nahhhh well! Taruhannya adalah ice cream Cornetto. Jadi kalau gue menang, gue dapat satu cornetto, ngehehehe. Mau tau gak lu pada sama hasilnya? You know, semua orang tahu—(baca: menggunakan nada Sahat), siapa yang jadi juaranya. March is mine. Tentu aja gue pemenangnya ngehehehe. Messi gue tersayang itu ngebantai Madrid 4-3 hahahahaha. Tapi, secara tiba-tiba Jeremy bilang, “I love Barca—Barcelona, copppp!”. Pftttttt! Karbitan. So, no need to tell you-sih. Gue ga jadi dapat cornetto. Si Jeremy berdalih dengan mendukung Barca-nya gue, elehhh.  But it was a great time mihihi.

Tak lama kemudian, Andreas datang ke kelas gue, untuk balikin novel Sunshine Becomes You karya Ilana Tan yang dipinjamnya, sembari mengucapkan “Happy birthday, Reta.” udah gitu aja. Singkat banget ya, haha. Lalu ia mengatakan bahwa ia mau pinjam buku cetak PKN-nya gue. I just gave him. But did you know, 2 hours later, when I checked my bag, I found this superb birthday card in my bag, di dalam buku cetak PKN tadi. Ternyata itu anak ngga beneran mau pinjam buku, melainkan cuma untuk letak this superb-birthday-card!!! Thank you so much Andreas!! You are the best friend evaaaaaa!!

Reta Riayu Putri's

Birthday Card from Andreas

Reta Riayu Putri's

from Andreas, too

 If I haven’t mentioned it in a while, I have the best friends in the whole world!! Tidak berhenti sampai di sini. Setelahnya, secara tiba-tiba, Ipul, Aulia, Chika, Yayang, dan yang lainnya pada datang memberi surprise dengan 4 cupcakes dan lilin di atasnya masing-masing. Gua niup lilinnya sampai 16 kali, untuk menandakan umur gue yang udah 16 mihihi. Speechless, you rawk palsss!

March 9, 2013

Keesokan harinya, Sabtu pagi, I was planning to have lunch with my classmates at Pizza Hut for my birthday, dan seriusan demi apa!! Sabtu pagi itu gue gak bisa berhenti ketawa dengan debat kusir berkepanjangan antara gue dan Raka vs Yayang, lol. Jadi gini, inti pertanyaan dari semua debat panjang itu adalah, “Apa yang akan Anda lakukan jika Anda dikejar orang gila, di mana hanya akan ada 2 pilihan. Tetap lari tidak berhenti atau sembunyi di dalam tong sampah?”. Gue dan Raka berpendirian untuk tetap lari melihat kondisi seperti itu, sementara dari kubu Yayang memilih untuk sembunyi di tong sampah, ngehehehehe.

Jawaban dari para korespondennya pun bermunculan. Mau tahu? Ngehehe ini dia…

1) Ika, pelajar yang selalu berpikir bak Margaret Thatcher mengatakan bahwa ia akan pingsan, lalu jawaban dari Yayang [yang keukeuh pada pilihannya, yaitu sembunyi di tong sampah] mengatakan bahwa kalau kita pingsan, ntar malah digrepe-grepe sama orang gilanya. Well ini ga banget sumpah bahahaha.

2) Ivo, pelajar yang selalu bercita-cita untuk memimpin klub Chelsea, seratus tahun mendatang mengatakan bahwa ia akan berpura-pura menjadi orang gila, jadi orang gila yang asli bakal berhenti untuk ngejar-ngejar [kan sesama gila, maksudnya hahahaha].

3) Ipul, mamah super bijak ini mengatakan bahwa ia akan memukul orang gila itu sampai pingsan [di mana di pikiran gue sendiri adalah, definisi pukul yang dimaksud Ipul itu adalah 'pukul manja'. You knowww ngehehehe, ga kebayang aje gitu pukul manja-manjaan sama orgil ngahahahaha.

Okay, that's all, lol! After that, about 1pm, we had a great lunch at Pizza Hut. We had a great time and laughed a whole lot hehehehe. Here we go!!!

Reta Riayu Putri's

My classmates

2013-03-09 14.21.02

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

with Chantika Karina, Rofidah Umniyati, Fulristami Zaenab, and Aulia Riski Molanda

Reta Riayu Putri's

with M. Luqman Hidayat and Fulristami

Reta Riayu Putri's

with Aulia Riski Molanda, Rofidah Umniyati, and Fulristami Zaenab

 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Abid Affandi, Haiqal Muhammad, and Rofidah

 Reta Riayu Putri's

Ivo, my silly friend

Reta Riayu Putri's

Syndicate [XI Science 5 - SMAN 1 Batam]

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Rofidah Umniyati dan Rama Fitria Revoni

Reta Riayu Putri's

with Octavian Sahat, Rofidah, and Ika

Reta Riayu Putri's

Trio Kwek-Kwek [Gilang Delana Putri, Riani Fitrahlia, & Rakadrian Nugraha]

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Jeremy Woosnam Prasetio, Chantika Karina, Rofidah, & Fulristami

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Prama Ikhsan Anggara, Jeremy, and Sahat

 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Rakadrian Nugraha dan Fulristami Zaenab

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Duo-Pletty

Reta Riayu Putri's

with Tresnawati Dyah and Ivo Mario Purba

Reta Riayu Putri's

with Edy Frans and Dicky Gilang Mahardika

Reta Riayu Putri's

Voni, Aulia, Hania, Luqman, Gilang, Prama, and Chika

Reta Riayu Putri's

with Haiqal, Fulristami, & Suci Womantri

2013-03-09 15.02.23

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

2013-03-09 14.55.15

Reta Riayu Putri's

this is freakin silly

Reta Riayu Putri's

you know (baca: “semua orang tahu…” [dengan nada Sahat]

 Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Fiha Ruzieqna & Faizal Ibrahim

2013-03-09 14.15.22

Reta Riayu Putri's

Ika Putri Syawaliani & Pieter Mario

2013-03-09 14.16.54

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

Reta Riayu Putri's

 Reta Riayu Putri's

2013-03-09 14.09.23

2013-03-09 14.11.10

Reta Riayu Putri's

boys

2013-03-09 14.14.03

Reta Riayu Putri's

Hania Rizkieta Hazah, Suci Womantri, Dwi Putri & Gilang

2013-03-09 14.34.42

2013-03-09 14.48.44

Reta Riayu Putri's

another silly-face

Reta Riayu Putri's

Rakadrian Nugraha & M. Luqman Hidayat

2013-03-09 14.54.19

2013-03-09 14.10.49

2013-03-09 14.13.08

2013-03-09 14.13.15

2013-03-09 14.15.50

2013-03-09 14.29.11

2013-03-09 14.29.38

2013-03-09 14.42.22

2013-03-09 14.40.19

Reta Riayu Putri's

2013-03-09 14.53.49

Reta Riayu Putri's

I’m Zorro

2013-03-09 14.57.13

2013-03-09 14.57.30

2013-03-09 14.57.47

Reta Riayu Putri's

gift from my classmates

2013-03-09 18.45.45

Reta Riayu Putri's

I LIKE IT!!

The Big Lunch of Syndicate

Rite, this is Syndicate, class who’ll make you mesmerized, nah! Btw, Syndicate had a big lunch on Wednesday, January 23, 2013. Ngehehe, we had fun on that day. Just so you know, lol. Alright, here we go!!

To be honest, it’s such a silly day for us which ya know, that we had a great time for the umpteenth time especially, in that superb-silly-Biology-class, with our fave teacher, Bu Eldia Gushinta, Bu Ogsfika Yotri, and Bu Nahda.

Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam

Biologi, Kelompok 6 – SMAN 1 Batam

Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam

Biologi Kelompok 6 – SMAN 1 Batam

Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam

Biologi, Kelompok 6 – SMAN 1 Batam

Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam

Biologi, Kelompok 6 – SMAN 1 Batam

Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam

Biologi, Kelompok 6 – SMAN 1 Batam

Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam

Biologi, Kelompok 5 – SMAN 1 Batam

Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam

Biologi, Kelompok 2 – SMAN 1 Batam

Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam

Kelompok 2 Biologi

Reta Riayu Putri's

Kelompok Biologi

Reta Riayu Putri's - SMAN 1 Batam

Biologi, Kelompok 1 – SMAN 1 Batam

Reta Riayu Putri's

Biologi Kelompok 3 – SMAN1 Batam

Reta Riayu Putri's

Biologi Kelompok 3 – SMAN 1 Batam

Reta Riayu Putri's

Yayang looks so freakin starving! :p

Reta Riayu Putri's

“look at me”

Reta Riayu Putri's

Dela Rizkyani dan Gilang Delana Putri

Reta Riayu Putri's

Kelompok 6, Biologi

Reta Riayu Putri's

Dela Rizkyani

Reta Riayu Putri's

Kelompok 6, Biologi

Reta Riayu Putri's

Biologi, Kelompok 6

Reta Riayu Putri's

Biologi Kelompok 6

Reta Riayu Putri's

Rofidah Umniyati

Reta Riayu Putri's

Kelompok 5, Biologi

Reta Riayu Putri's

Kelompok 6 Biologi

Reta Riayu Putri's

Biologi Kelompok 2

Reta Riayu Putri's

Biologi Kelompok 6

Reta Riayu Putri's

Biologi

Reta Riayu Putri's

Superb-Salad!!

Reta Riayu Putri's

TAKE IT!!!

Reta Riayu Putri's

NARSISME OF IVO!!

Reta Riayu Putri's

“kekhusyukan saat makan”

Reta Riayu Putri's

Bu Shinta

Reta Riayu Putri's

wut wuttt

Reta Riayu Putri's

Yes, we are starving

Reta Riayu Putri's

Superb-Longorrr!

Reta Riayu Putri's

afterrr

Reta Riayu Putri's

nyehaha

Reta Riayu Putri's

There’s Sun Go Kong!!

Reta Riayu Putri's

Alesana’s plate

Reta Riayu Putri's

lu bosen ga liat ini orang?Reta Riayu Putri's

senasib-sepenanggungan
Reta Riayu Putri's

Mr. want-to-know

Reta Riayu Putri's

It’s time to “beberesan”

Reta Riayu Putri's

who is this?

Reta Riayu Putri's

riang-kenyang-senang

Reta Riayu Putri's

had-a-great-time

Reta Riayu Putri's

salagadoola

Euforia PSP 5 hingga Surat Terbuka untuk Presiden

“Nak, kamu ikut lomba tulis surat terbuka untuk presiden, ya.” this is the beginning. Sabtu, secara tiba-tiba, Bu Yotri, guru bahasa Indonesia di tempat saya bersekolah, SMAN 1 Batam menyarankan agar saya mengikuti lomba yang terbuka untuk seluruh Indonesia itu.

“Oh, iya, Bu” jawab saya singkat sementara neuron dan cerebrum saya masih bersinergi mencerna kata-kata Bu Yotri tadi. Hal pertama yang ada di pikiran saya adalah, mau nulis tentang apa, ya?

Here we go!! Suatu malam, saya terbangun, you know, in the middle of the night, ah cheesy! Oke, ini beneran. Jam dua malam gue bangun antara sadar dan tidak. Mencari-cari HP di nakas dan menyadari bahwa jam masih menunjukkan pukul 2 pagi. I can’t help but scream “WHAT THE HELL AM I SUPPOSE TO DO??”

Automatically, I opened my laptop and starting to write my open letter to Mr. President. Just so you know, tema yang akhirnya gue ambil adalah pendidikan. Sebelumnya, sebuah TV swasta sempat menayangkan bagaimana rapuhnya dunia pendidikan di Indonesia, seperti, sekolah yang sudah rubuh, transportasi ke sekolah yang terputus, dan kisah-kisah lainnya yang semua orang brainless lainnya bakal nganggap itu klasik (baca ini: Benang Kusut Pendidikan di Indonesia dan Kontroversinya)

Jadi, jam dua pagi itu, gue berapi-api menuliskan rapuhnya pendidikan di Indonesia yang mana seyogyanya, pasti bakal dianggap klise sama orang banyak di mana cerebrum gue cuma meneriakkan “WHO CARES?” dan awkward-nya, I can’t stop writing. Batas penulisannya hanya tiga halaman which I want to write it more. Jadilah naskah 3 halaman itu yang saya kirim ke pihak panitia. Setelah membuatnya jam 2 pagi, gileee, itu pure ga ada diubah-ubah lagi. Ga ada proses editing, karena gue langsung kirim ke pihak panitia. Well, that’s it!

Dan alhamdulillah, tanpa disangka, di malam puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam sebagai penyelenggara acara, yang diselenggarakan di Sumatra Convention Centre, Batam, Kepulauan Riau, mengumumkan bahwa open letter that I wrote nyabet ke posisi 9 dari 15 terbaik yang diumumkan. Di mana, 15 penulis terbaik, diberi sertifikat dan karyanya akan dibukukan. Thank, God! I don’t expect You too much but this one is enough for me.

Berikut adalah surat terbuka untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saya tulis.

Yth, Presiden Republik Indonesia

di Jakarta

“Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?

Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah

Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah

Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah”

 

Bapak presiden yang terhormat, penggalan bait puisi karya Adhie Massardi di atas mungkin terkesan klise bagi sebagian orang. Untaian kata demi kata dari bait puisi sederhana tersebut mungkin saja dipandang sebelah mata. Walau bagaimanapun, puisi tersebut sebenarnya merupakan jeritan hati terdalam dari seorang rakyat biasa yang hidup di era demokrasi seperti sekarang ini. Keluh kesah tersebut tidak lain bagaikan rintihan kawula alit yang berjuang keras memahami keadaan negerinya yang semakin kontras dengan nilai-nilai kestabilan dan kemakmuran yang ada.

Kemiskinan seakan tidak pernah ada habisnya. Permasalahan yang disebabkan oleh garis kemiskinan di negeri ini seakan sudah menjadi hal yang lumrah. Masalah kaum proletar ini semakin memprihatinkan saat Badan Pusat Statistik atau BPS merilis data terbarunya yang menyebutkan sedikitnya terdapat 30 juta lebih penduduk Indonesia yang hidup di garis kemiskinan.

Presiden yang terhormat, imbas dari permasalahan kemiskinan di Indonesia tentu saja mempengaruhi mutu sumber daya manusia yang ada. Setiap tahun jutaan anak Indonesia terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Sebagian dari kita tentu saja khawatir melihat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut. Namun sebagian dari kita mungkin saja bersikap acuh melihat fakta tersebut.

Seyogyanya, hal terpenting untuk menumpas kemiskinan di Indonesia adalah dengan meningkatkan mutu sumber daya manusia yang ada. Peningkatan mutu sumber daya manusia tersebut tentu saja ditingkatkan melalui mutu pendidikan yang tinggi pula. Permasalahan besar yang muncul saat ini adalah seberapa besar kebijakan yang diambil untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia yang terkesan carut-marut dengan berbagai permasalahan yang menghantuinya.

Presiden yang terhormat, rendahnya mutu pendidikan di Indonesia sudah menjadi santapan berita sehari-hari. Anggaran untuk pendidikan yang rendah, jutaan anak Indonesia yang putus sekolah, penyelewengan dana untuk pendidikan oleh oknum tertentu, hingga tidak layaknya bangunan sekolah untuk dijadikan sebagai tempat belajar adalah sebagian kecil di antara problematika yang menghantui dunia pendidikan kita. Contoh sederhananya adalah ketidaklayakan sebagian bangunan sekolah di Indonesia untuk dijadikan sebagai tempat belajar. Bangunan sekolah yang rapuh hingga tidak layak digunakan sebagai tempat belajar sudah seharusnya dianggap sebagai suatu masalah yang serius dan perlu perhatian khusus dari pemerintah. Hal ini dirasa begitu kontras dengan megahnya bangunan gedung-gedung pemerintahan yang ada.

Sebagian dari kita mungkin saja menutup mata melihat rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Namun, tak dapat dipungkiri hal inilah yang menjadi landasan untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia yang lebih baik untuk ke depannya. Permasalahan kaum proletar seperti kemiskinan dan lain sebagainya tentu saja berpangkal dari rendahnya mutu pendidikan kita. Permasalahan di dunia pendidikan inilah yang seharusnya lebih diutamakan untuk diselesaikan.

Presiden yang terhormat, masalah serius di dunia pendidikan kita yang semakin memprihatinkan kerap kali dianggap sebagai angin lalu. Sudah saatnya kita mulai berbenah diri menyadari arti penting pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga dapat terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Pendidikan adalah kunci dari semua problematika yang ada di negeri ini. Dengan tingginya mutu pendidikan maka tinggi pula mutu sumber daya manusia yang ada. Sudah saatnya kita membuka mata, hati, dan pikiran kita mencermati secara serius mengenai permasalahan-permasalahan di dunia pendidikan itu sendiri

Indonesia sebagai negara berkembang tentu saja harus menyadari arti penting pendidikan sebagai bekal untuk menyelesaikan berbagai masalah baik politik, sosial, ekonomi, dan lainnya yang mengendap di bumi Indonesia. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Indonesia tercinta ini harus mengerahkan sekuat tenaga untuk menyelesaikan berbagai permasalahan negeri ini dengan memperbaiki mutu pendidikan itu sendiri.

Presiden yang terhormat, demikian surat terbuka ini, semoga berkenan membaca dan menindaklanjutinya dalam gerak langkah yang nyata untuk Indonesia yang lebih baik.

1360757234455

Sertifikat Lomba Menulis Surat untuk Presiden – Reta Riayu Putri

Reta Riayu Putri's

Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam

Reta Riayu Putri's

Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam

2013-01-26 22.30.33 (1)

Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam

Reta Riayu Putri's

Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam

Reta Riayu Putri's

Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam

Reta Riayu Putri's

Malam Puncak Pasar Seni Pelajar 5 – SMAN 4 Batam

Kicauan Basi

It somehow just about a billion things that I don’t know. It’s about people. Just simple as that way. Too complicated. I don’t know what to do. There’s no rule in my life. I do what I want and I do care with all of them around me. That’s all. But, too bad, they just don’t get it yet, what’s on my mind. I know how it feels. It’s like ‘who-do-you-think-you-are-sih-Ret’. Am I right? Oh well I don’t know exactly. I don’t care with a ‘two-faces’ people. If you don’t like me, just show it. Don’t hide it. You know, it’s perfectly okay to hate me. I don’t even care. Hater is the best thing. Have you heard that? Okay, if next week, I get what I want for what I did, I’ll delete this shitty post. See ya next week!

Kupinang Kau dengan Biskuit

Kupinang Kau dengan Biskuit adalah parodi sinetron Kupinang Kau dengan Bismillah. Film pendek ini dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia dengan guru pembimbingnya yaitu Ibu Ogsfika Yotri, S.Pd. Film ini dibintangi oleh Chantika Karina, Gilang Delana Putri, Reta Riayu Putri, Fulristami Zaenab, Aulia Riski Molanda, dan Tresnawati Dyah. Film ini merupakan tugas akhir semester 1 kelas XI-IPA 5 (2012-2013) SMAN 1 BATAM.

Pembuatan film pendek ini memakan waktu yang cukup singkat, karena waktu pembuatannya sendiri kurang dari 24 jam, yang dilakukan pada hari Jumat sepulang sekolah. Sebenarnya, pembuatan film pendek ini sendiri telah dimulai sejak hari Kamis, namun karena banyaknya harakiri sana-sini, maka tebaklah apa yang terjadi. Tentu saja syuting film yang dimulai hari Kamis itu kagak kelar-kelar, hehe.